Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Projection of PT Aneka Tambang Tbk Share Risk Value Based on Backpropagation Artificial Neural Network Forecasting Result Haris, M. Al; Setyaningsih, Laras Indah; Fauzi, Fatkhurokhman; Amri, Saeful
JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jtam.v8i2.20267

Abstract

PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) received an award as the most sought-after stock issuer in Indonesia in 2016. That stock continued to attract investors in 2022 due to a 105% increase in net profit and a 19% increase in sales from the previous year. Despite the upward trend, investors still had doubts due to the fluctuating movement of ANTAM's stock prices. Therefore, forecasting was needed to determine the future movement of stock prices. The Backpropagation Neural Network method had good capabilities for fluctuating data types. However, this method has the disadvantage of a lengthy iteration process. To handle this limitation, The Nguyen-Widrow weighted setting was applied to address this constraint. The expected Shortfall (ES) method used the forecasting results to measure investment risk. This research uses ANTAM stock closing price data from May 2, 2018, to May 31, 2023. Based on the analysis results, the best architecture was obtained with a configuration of 5-11-1, using Nguyen-Widrow weight initialization and a combination of a learning rate of 0.5 and momentum of 0.9. This architecture yielded a prediction error based on the Mean Absolute Percentage Error (MAPE) of 1.9947%. Risk measurement with the ES method based on the prediction for the next 60 periods showed that at a 95% confidence level, the risk value was 0.002181; at a 90% confidence level, it was 0.002165; at an 85% confidence level, it was 0.002148, and at an 80% confidence level, it was 0.002132.
Pemodelan ARIMA dan ARIMAX untuk Memprediksi Jumlah Produksi Padi di Kota Magelang Amri, Ihsan Fathoni; Ramadhan, Wulan Nur; Ainurrofiah, Safira; Haris, M. Al
Square : Journal of Mathematics and Mathematics Education Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/square.2023.5.2.17059

Abstract

Memprediksi atau meramalkan perilaku observasi biasanya menggunakan pemodelan time series yang dilakukan secara berurutan. Prediksi jumlah produksi padi diharapkan dapat memberikan masukan bagi pemerintah dan dimanfaatkan oleh siapa saja sebagai pengembangan pada sektor pertanian serta sebagai bahan ajar penggunaan metode ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average) dan ARIMAX (Autoregressive Integrated Moving Average with Exogenous Variable). Tujuan dari penelitian ini sebagai perbandingan dalam menemukan model terbaik dari metode ARIMA dan ARIMAX untuk memprediksi jumlah produksi padi pada tahun 2023 di kota Magelang. Data yang digunakan merupakan data produksi padi dan luas lahan tanam sebagai variabel eksogen di Kota Magelang pada bulan Januari 2019 sampai Desember 2022. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh model ARIMA terbaik untuk meramalkan jumlah produksi padi di kota Malang adalah ARIMA (0,1,1), sedangnkan model ARIMAX terbaik adalah ARIMAX (0,0,1). Perbandingan kedua model tersebut berdasarkan nilai MAPE, model ARIMAX (0,0,1) menjadi model terbaik untuk meramalkan jumlah produksi padi di Kota Malang karena menghasilkan MAPE terkecil 6,31%. Hasil peramalan menggunakan model ARIMAX (0,0,1) menunjukkan data cenderung mengalami pola trend turun. Hal ini dikarenakan lahan pertanian yang semakin sempit setiap tahunnya sehingga menyebabkan jumlah produksinya semakin menurun.Kata Kunci: Pemodelan, metode ARIMA, metode ARIMAX, Produksi Padi.
Pemodelan ARIMAX untuk Meramalkan Harga Minyak Mentah Dunia Amri, Ihsan Fathoni; Wulandari, Ayu; Abidah, Khansa Ni'mal; Irawan, Alfian Chandra; Haris, M. Al
Square : Journal of Mathematics and Mathematics Education Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/square.2023.5.1.17074

Abstract

Perdagangan secara umum dikelompokkan menjadi dua yaitu, ekspor dan impor. Salah satu contoh perdagangan tersebut adalah minyak mentah. Diketahui saat ini harga pasar minyak mentah dunia mempengaruhi tingkat perekonomian global. Harga minyak yang terus berubah, tentu saja menjadi sumber kekhawatiran dan perhatian tersendiri, terutama dalam industri minyak. Dalam penelitian ini, akan mengkaji harga minyak mentah menggunakan model ARIMAX (Autoregressive Integrated Moving Average with Exogenous Variables). Model ARIMAX dipilih karena mampu mengintegrasikan variabel eksternal, seperti volume nilai tukar rupiah dan produksi minyak, yang mempengaruhi harga minyak mentah. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengembangkan model prediktif yang akurat dengan mempertimbangkan pengaruh produksi minyak (Richard et al., 2021)dan nilai tukar rupiah terhadap harga minyak mentah dunia. Berdasarkan hasil analisis model ARIMAX (0,1,2) merupakan model terbaik dalam meramalkan harga minyak mentah dunia karena memiliki nilai AIC dan MAPE terkecil, yaitu AIC sebesar 408,49 dan MAPE 8,88. Berdasarkan hasil tersebut peramalan dengan model model ARIMAX (0,1,2) dapat dikategorikan sangat baik.Kata Kunci: ARIMAX, Perekonomian, Harga minyak mentah dunia, Nilai tukar rupiah, Produksi minyak.
Pemetaan Daerah Rawan Bencana di Pulau Sulawesi menggunakan Metode Density-Based Spatial Clustering of Applications with Noise (DBSCAN) Salsabilla, Havinka Angel; Diani, Nandini Lova; Ramadhan, Abimanyu Arya; Haris, M. Al
Indonesian Journal of Applied Statistics Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/ijas.v8i2.106040

Abstract

Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik aktif sehingga memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap bencana alam seperti gempa bumi, banjir, letusan gunung api, dan tanah longsor. Pulau Sulawesi merupakan salah satu wilayah dengan aktivitas seismik dan hidrometeorologi yang tinggi, sehingga identifikasi daerah rawan bencana menjadi penting dalam upaya pengurangan risiko dan perencanaan mitigasi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan daerah rawan bencana di Pulau Sulawesi menggunakan algoritma Density-Based Spatial Clustering of Applications with Noise (DBSCAN). DBSCAN merupakan metode klasterisasi berbasis kepadatan yang mampu mengidentifikasi pola spasial tanpa harus menentukan jumlah klaster di awal serta dapat mendeteksi data pencilan (outlier). Data yang digunakan adalah data sekunder dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2020–2024 yang mencakup kejadian bencana di seluruh kabupaten/kota di Pulau Sulawesi. Variabel yang dianalisis meliputi frekuensi kejadian banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, kekeringan, gempa bumi, letusan gunung api, dan gelombang pasang. Sebelum proses klasterisasi, data dinormalisasi menggunakan metode Min–Max. Hasil terbaik diperoleh pada parameter ε = 0,28 dan MinPts = 5, yang menghasilkan dua klaster utama dan satu kelompok noise. Klaster 1 menunjukkan wilayah dengan tingkat kejadian bencana tertinggi, terutama banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem. Klaster 0 mencakup wilayah dengan intensitas bencana sedang, sedangkan kelompok noise terdiri atas wilayah dengan tingkat kejadian bencana yang rendah atau pola bencana yang tidak jelas. Penerapan algoritma DBSCAN terbukti efektif dalam pemetaan kerawanan bencana karena mampu menangani distribusi spasial yang tidak merata serta mengungkap pola tersembunyi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan strategi mitigasi bencana yang lebih terarah. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan indikator kerentanan sosial-ekonomi serta memperluas cakupan data.Kata kunci: DBSCAN; Sulawesi; Klasterisasi Spasial; Pemetaan Bencana; Mitigasi RisikoIndonesia is located at the confluence of three active tectonic plates, making it highly vulnerable to natural disasters such as earthquakes, floods, volcanic eruptions, and landslides. Sulawesi Island is one of the regions with the highest seismic and hydro-meteorological activity in Indonesia, so identifying its disaster-prone areas is crucial for effective risk reduction and mitigation planning. This study aims to map disaster-prone areas in Sulawesi Island using the Density-Based Spatial Clustering of Applications with Noise (DBSCAN) algorithm. DBSCAN is a density-based clustering method that is able to identify spatial patterns without determining the number of clusters from the start, as well as detect outlier data. The data used is secondary data from National Disaster Management Authority (BNPB) for 2020–2024 covering disaster events in all districts/cities in Sulawesi. The variables analyzed include the frequency of floods, landslides, extreme weather, droughts, earthquakes, volcanic eruptions, and tidal waves. The data was normalized using the Min-Max method before the clustering process. The best results were obtained at parameters ε = 0.28 and MinPts = 5, resulting in two main clusters and one noise group. Cluster 1 shows areas with the highest disaster occurrences, especially floods, landslides, and extreme weather. Cluster 0 includes areas with moderate disaster intensity, while the noise group consists of areas with low or unclear disaster patterns. The application of DBSCAN has proven effective for disaster vulnerability because it is able to handle uneven spatial distribution and reveal hidden patterns. These results are expected to be the basis for developing more targeted disaster mitigation strategies. Further research is recommended to add socio-economic vulnerability indicators and expand data coverage.Keywords: DBSCAN; Sulawesi; Spatial Clustering; Disaster Mapping; Risk Mitigation