Astuti AW, Widia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP PENCEGAHAN HIV AIDS PADA KALANGAN USIA REMAJA 15-24 TAHUN Astuti AW, Widia; Fajar Mentari, Nofita; Afni Rosmania, Nur; Nur Gumalasari, Putri
Jurnal Ilmiah Wijaya Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Wijaya
Publisher : Wijaya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia danAcquired Immunodefeciency Syndrome (AIDS) adalah sindrom kekebalan tubuh oleh infeksi HIV. Perjalananpenyakit ini lambat dan gejala-gejala (AIDS) rata-rata baru timbul 10 tahun sesudah terjadi infeksi, bahkan dapatlebih lama lagi.Tinggi nya kasus HIV AIDS yang terus bertambah terutama dari kalangan usia muda atau remajamerupakan permasalahan yang serius. Kurangnya pengetahuan tentang HIV AIDS akan mempengaruhi padasikap pencegahan HIV AIDS yang negatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkatpengetahuan dengan siakp pencegahan HIV AIDS pada kalangan usia remaja 15-24 tahun. Jenis penelitian inimenggunakan deskriptif analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian iniremaja berjumlah 56 responden dengan populasi menggunakan teknik total sampling. Analisa data menggunakanuji statistik Kendal Tau. Berdasarkan uji statistik dari 56 responden sebanyak 22 responden (39,3%) denganpengetahuan yang kurang memiliki siakppencegahan HIV AIDS yang negatif. Hasil analisa bivariat menggunakanuji statistik Kendal Tau, diperoleh nilai P value SEBESAR 0,000<0,05 (alpha) sehinggal Ha diterima dan H0ditolak. Kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan tingkat penegtahuan dengan siakppencegahan Ahiv AIDS pada kalangan usia remaja 15-24 tahun. Diharapkan remaja di puskesmas pasir mulyakota bogor dapat lebih mengetahui tentang apa itu HIV AIDS dari mulai tanda dan gejala, cara penularan,pencegahan terhadap HIV AIDS, dan sebagainya. Agara remaja bisa memiliki sikap pencegahan yang positif dantidak semakin bnayak orang yang terkena penyakit HIV AIDS.
PENGALAMAN SEKSUAL PASANGAN PENDERITA HIV DALAM MEMPERTAHANKAN STATUS HIV NEGATIF DI RSPI PROF. Dr. SULIANTI SAROSO Astuti AW, Widia; Rayasari, Fitrian
IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) Vol. 1 No. 2 (2017): Indonesian Journal of Nursing Practices
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ijnp.v1i2.3436

Abstract

 Abstrak HIV/AIDS masih menjadi masalah di Indonesia dengan faktor risiko tertinggi penularan melalui hubungan heteroseksual. Meskipun hubungan  heteroseksual merupakan faktor penyebab utama penularan HIV,  masih ada pasangan ODHA HIV Positif- HIV negatif dapat hidup dengan normal tanpa tertular HIV meski bertahun – tahun tetap melakukan hubungan seksual. Pasangan ini disebut serodiskordan. Studi fenomenologi ini dilakukan untuk mengeksplorasi berbagai pengalaman seksual serodiskordan dalam mempertahankan status HIV negatif di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso. Sebanyak 6 serodiskordan berpartisipasi dalam studi ini. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam. Empat tema utama teridentifikasi dalam studi ini : (1) Pengetahuan tentang HIV/AIDS, cara penularan dan penyebab suami terinfeksi, (2) Kebutuhan seksual, (3) Pencegahan penularan HIV, (4) Pandangan tentang seksualitas. Pengetahuan yang baik mengenai pencegahan penularan HIV sangat berdampak pada kemampuan serodiskordan dalam mempertahankan status HIV negatifnya selama ini dengan cara penggunaan kontrasepsi dan memberikan dukungan dalam kepatuhan mengkonsumsi ARV. Diperlukan edukasi dan konseling yang berkelanjutan pada serodiskordan dalam meningkatkan pengetahuannya mengenai HIV/AIDS sehingga dapat mengurangi terjadinya kasus baru  HIV. AbstractHIV/AIDS is still a problem in Indonesia with the highest risk factors for transmission through heterosexual relations. Although heterosexual intercourse is the main cause of HIV transmission factors, there are still a couple people living with HIV can live normally without being infected with HIV even though many – year fixed sexual intercourse. The couple called serodiscordant. Phenomenology study was conducted to explore various sexual experience serodiscordant in maintaining negative HIV status at RSPI, Prof. Dr. Sulianti Saroso. As many as 6 serodiscordant participated in this study. Data collected by in-depth interviews. The four main themes identified in this study: (1) knowledge of HIV/AIDS, transmission method and causes the infected husband, (2) sexual Needs, (3) the prevention of HIV transmission, (4) views about sexuality. A good knowledge about the prevention of HIV serodiscordant ability badly in maintaining its negative HIV status during this time by means of the use of contraceptives and provide support in compliance to consume ARVS. Required education and ongoing counseling on improving his knowledge in serodiscordant about HIV/AIDS so as to reduce the occurrence of new cases of HIV.