Yuniar, Sasanti
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Ketergantungan pada Internet: Game On-Line, Video Game, dan Sejenisnya Yuniar, Sasanti
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 23 No 2 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 2, 2008)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v23i2.4314

Abstract

Normally, everybody growing old would suffer memory regression in accordance with the aging process. This changing process is due to the decline of cerebral memory functioning. There is a difference between senescence (benign forgetfulness senescence) i.e. a still normal aging process, senility (mild cognitive impairment), an intellectual disturbance occuring on elder people but not yet suffering from dementia (predementia), and dementia, a severe loss of intellectual ability affecting social function and work. Some memory disturbances classification and simple examination to differentiate them are discussed. Setiap orang yang mulai menua secara normal akan mengalami kemunduran daya ingat sesuai dengan pertambahan usia. Perubahan ini terjadi karena menurunnya fungsi otak yang berperan terhadap kemampuan daya ingat. Perlu dibedakan antara senescence (benign forgetfulness senescence) yaitu proses menua yang masih dalam taraf normal, senility (mild cognitive impairment) yaitu gangguan intelektual yang terjadi pada lansia tetapi belum mengalami demensia (predementia) dan demensia yaitu kehilangan kemampuan intelektual yang cukup berat sehingga mengganggu fungsi sosial dan pekerjaan. Dibahas beberapa pengelompokan gangguan daya ingat dan cara pemeriksaan sederhana untuk membedakannya.
Penerapan Biblioterapi Terhadap Ketahanan Psikologis Orang Tua Remaja Dengan Gangguan Hiperkinetik Ponomban, Bertha Thresia; Nanik; Yuniar, Sasanti
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 24 No 4 (2009): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 24, No. 4, 2009)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v24i4.4444

Abstract

Parenting adolescents with ADHD is a difficult and complex task which requires a high le- vel of psychological hardiness. One potential method to develop psychological hardiness is bibliothe- rapy, a therapy which centers on a set of selected readings. This article presents the findings of several case studies of the application of bibliotherapy to help parents of adolescent with ADHD. Berat dan rumit permasalahan yang dialami orang tua dari remaja dengan gangguan hiper- kinetik membuat mereka membutuhkan ketahanan psikologis yang tinggi. Ketahanan psikologis perlu ditingkatkan agar mereka mampu mengelola stres dan mendapat semangat baru dalam mencapai mak- na dan tujuan sebagai orang tua dari remaja dengan GH. Salah satu penanganan yang dipilih untuk meningkatkan ketahanan psikologis adalah dengan Biblioterapi. Biblioterapi merupakan terapi yang menggunakan bacaan terpilih dan di dalamnya terdapat hubungan yang terapeutik antara par-tisipan dan fasilitator. Secara khusus, biblioterapi memberikan keyakinan untuk berharap, sebuah dukungan yang dapat mengembangkan ketahanan psikologis. Penelitian ini mengungkapkan efek penerapan biblioterapi pada kasus orang tua dari remaja dengan GH.
Gangguan Jiwa Anak Pada Berbagai Jenjang Pendidikan di Sebuah Kota Industri di Kalimantan Warsiki, Endang; Basoeki, Lestari; Haniman, Fatirnah; Yuniar, Sasanti
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 20 No 2 (2005): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 20, No. 2, 2005)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v20i2.4406

Abstract

Lack of experience would hamper early detection of behavioral and emotional disturbances in children. In accordance with the framework of this education and counseling program to health providers in an industrial town in Eastern Kalimantan, a guidance handout was constructed to help teachers detect any suspect cases amongst pupils of Play Groups (PG), Elementary Schools (ES), Secondary Schools (SS), and High Schools (HS) in town. The guidance consist of 15 most common deviations found in the community. The target were 78 schools consisting 14 PG classes, 37 ES classes, 15 SS classes, 12 HS classes, totaling 2,670 students as whole population sample. Four hundred fifty one children (16,9%) were detected as suffering various behavioral or emotional disturbances. Kurangnya pengalaman menghambat deteksi dini kasus-kasus jiwa anak. Dalam rangka pemberian pendidikan dan penyulusan kepada para tenaga kesehatan di sebuah kota industry di Kalimantan Tiur, telah diberikan panduan bagi guru wali kelas untuk memperkirakan gangguan jiwa anak/remaja pada siswa TK s.d. SLTA di kota tersebut. Panduan dibuat unutk mengenali 15 jenis gangguan jiwa anak yang banyak terdapat di masyarakat pada umumnya. Rincian sekolah yang diteliti meliputi: 78 kelas sekolah terdiri atas Taman Kanak-Kanak (TK) , 14 kelas; Sekolah Dasar (SD), 37 kelas; Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), 15 kelas; Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), 12 kelas. Total terdapat 2670 murid sekolah sebagai sampel utuh. Perkiraan gangguan jiwa naka/remaja