Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPS SMP BERBASIS MASALAH TEMA PERKEMBANGAN PESISIR PAITON UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Fika Anjana
Ed-Humanistics : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 5 No 1 (2020): Ed-Humanistics
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Hasyim Asy'ari (Unhasy) Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.773 KB) | DOI: 10.33752/ed-humanistics.v5i1.703

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk menganalisis validitas pengembangan perangkat pembelajaran IPS SMP berbasis masalah dengan tema perkembangan kawasan Pesisir Paiton untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan menganalisis keefektifan pengembangan perangkat pembelajaran IPS SMP berbasis masalah dengan tema perkembangan kawasan Pesisir Paiton untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Jenis Penelitian ini ialah R & D. Penelitian ini memiliki tiga tahap yang mengacu pada desain instruksional 4-D oleh Thiagarajan, Semmel, dan Semmel. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh produk perangkat pembelajaran yang akan divalidasi oleh tim ahli dan kemudian direvisi untuk mendapatkan perangkat pembelajaran yang valid, produk ini juga diuji cobakan di kelas untuk mengetahui keefektifan dari perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Pengumpulan data penelitian ini diperoleh melalui observasi, tes, dan angket. Data hasil penelitian diperoleh sebagai berikut. Validitas perangkat pembelajaran yang meliputi hasil validasi RPP memiliki rata-rata 3.78 (kategori valid), hasil validasi Modul memiliki rata-rata 3.73 (kategori valid), hasil validasi LKS memiliki rata-rata 3.78 (kategori valid), hasil validasi alat evaluasi memiliki rata-rata 3.79 (kategori valid). Ketiga pelaksanaan pembelajaran mencapai rata-rata 3.44 (kategori sangat efektif). Hasil belajar kompetensi sikap spiritual memperoleh rata-rata 3.61 (kategori sangat baik dan sangat efektif), kompetensi sikap sosial memperoleh rata-rata sebesar 3.51 (kategori sangat baik dan sangat efektif), kompetensi pengetahuan memperoleh rata-rata 65.71 pada nilai pre test dan 84.6 pada nilai post test. Kompetensi keterampilan memperoleh rata-rata 2.76 (efektif) pada argumentasi invidu, dan 3.1 (sangat efektif) pada penugasan LKS, sedang penugasan Mind map memperoleh 3 (sangat efektif). Respon Siswa terhadap pembelajaran IPS dengan menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah secara umum tergolong sangat positif. Berdasarkan hasil analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa pengembangan perangkat pembelajaran IPS SMP berbasis masalah dengan tema perkembangan kawasan Pesisir Paiton memiliki tingkat validitas dan keefektifan yang baik untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMPN 1 Paiton. Kata Kunci: Model Pembelajaran Berbasis Masalah, Tema Perkembangan Kawasan Pesisir Paiton, Hasil Belajar Siswa.
SEJARAH INDONESIA: PERALIHAN KONSEP MASYARAKAT MAJEMUK KE MASYARAKAT MULTIKULTURAL Bahrudin, Babul; Fika Anjana
Madani : Journal of Social Sciences and Social Science Education Vol. 1 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/f41m4x48

Abstract

Indonesia dalam sejarah peralihan konsep masyarakat majemuk menuju masyarakat yang multikultural tidak bisa dilepaskan dari tuntutan menjadi Negara kesatuan dengan keberagamannya. Indonesia terbentuk bukan karena kesamaan warna kulit, golongan, ras, ataupun agama melainkan karena rasa kesatuan yang kuat atas dasar kedamaian dan kemerdekaan sejati. Indonesia terpisah secara rasial dari masa Hindia Belanda hingga pada masa orde baru. Masa Orde baru muncullah kemudian paham “mono-kulturalisme” yang bercirikan penyeragaman atas berbagai aspek, sistem sosial, politik dan budaya. Sehingga, peralihan konsep masyarakat majemuk sebagai masyarakat yang terpisah berdasarkan garis budaya masing-masing untuk disatukan menjadi masyarakat yang multikulturalisme atau dikenal dengan masyarakat yang menghargai perbedaan budaya yang lahir dari kelompok-kelompok pendukung budaya.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPS SMP BERBASIS MASALAH TEMA PERKEMBANGAN PESISIR PAITON UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Fika Anjana
Ed-Humanistics : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 5 No 1 (2020): Ed-Humanistics
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Hasyim Asy'ari (Unhasy) Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/ed-humanistics.v5i1.703

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk menganalisis validitas pengembangan perangkat pembelajaran IPS SMP berbasis masalah dengan tema perkembangan kawasan Pesisir Paiton untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan menganalisis keefektifan pengembangan perangkat pembelajaran IPS SMP berbasis masalah dengan tema perkembangan kawasan Pesisir Paiton untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Jenis Penelitian ini ialah R & D. Penelitian ini memiliki tiga tahap yang mengacu pada desain instruksional 4-D oleh Thiagarajan, Semmel, dan Semmel. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh produk perangkat pembelajaran yang akan divalidasi oleh tim ahli dan kemudian direvisi untuk mendapatkan perangkat pembelajaran yang valid, produk ini juga diuji cobakan di kelas untuk mengetahui keefektifan dari perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Pengumpulan data penelitian ini diperoleh melalui observasi, tes, dan angket. Data hasil penelitian diperoleh sebagai berikut. Validitas perangkat pembelajaran yang meliputi hasil validasi RPP memiliki rata-rata 3.78 (kategori valid), hasil validasi Modul memiliki rata-rata 3.73 (kategori valid), hasil validasi LKS memiliki rata-rata 3.78 (kategori valid), hasil validasi alat evaluasi memiliki rata-rata 3.79 (kategori valid). Ketiga pelaksanaan pembelajaran mencapai rata-rata 3.44 (kategori sangat efektif). Hasil belajar kompetensi sikap spiritual memperoleh rata-rata 3.61 (kategori sangat baik dan sangat efektif), kompetensi sikap sosial memperoleh rata-rata sebesar 3.51 (kategori sangat baik dan sangat efektif), kompetensi pengetahuan memperoleh rata-rata 65.71 pada nilai pre test dan 84.6 pada nilai post test. Kompetensi keterampilan memperoleh rata-rata 2.76 (efektif) pada argumentasi invidu, dan 3.1 (sangat efektif) pada penugasan LKS, sedang penugasan Mind map memperoleh 3 (sangat efektif). Respon Siswa terhadap pembelajaran IPS dengan menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah secara umum tergolong sangat positif. Berdasarkan hasil analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa pengembangan perangkat pembelajaran IPS SMP berbasis masalah dengan tema perkembangan kawasan Pesisir Paiton memiliki tingkat validitas dan keefektifan yang baik untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMPN 1 Paiton. Kata Kunci: Model Pembelajaran Berbasis Masalah, Tema Perkembangan Kawasan Pesisir Paiton, Hasil Belajar Siswa.
Analisis Perilaku Sosial Santri sebagai Dampak dari Penggunaan Gadget di Pondok Pesantren Manbaul Hikam Desa Tegalmojo Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo Abd. Azi; Fika Anjana; Ahmad Affani
Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam Vol. 23 No. 2 (2024): Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/mk.v23i2.3832

Abstract

This research aims to look at the phenomenon of gadget use and its impact on the social behavior of children at the Manbaul Hikam Islamic Boarding School in Tegalmojo Village, Tegalsiwalan District, Probolinggo Regency. This type of research is qualitative research with descriptive methods. The selection of informants was carried out using Purposive Sampling technique. The type of data is collected through observation, interviews and documentation. The research results show that some students use gadgets. The features that are often used are camera, WA, games, Mp3, YouTube, internet and social media. These features are used to find the information needed, search for study materials, for entertainment, and to relieve boredom. Gadgets are always used all the time and are often used at inappropriate times, such as in the learning process of students using gadgets without the teacher's knowledge. The phenomenon of using gadgets has an impact on the social behavior of students at the Manbaul Hikam Islamic Boarding School in Tegalmojo Village, namely making it easy for students to interact with many people via social media so that they lose track of time and often do not participate in Islamic Boarding School activities.