Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGARUH TEKNOLOGI KOMUNIKASI TERHADAP PERGESERAN BUDAYA LOKAL REMAJA SUKU TENGGER DI DESA ARGOSARI KECAMATAN SENDURO KABUPATEN LUMAJANG Bahrudin, Babul
Discovery Vol 4 No 2 (2019): Discovery Vol. 04 No. 02 Tahun 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Hasyim Asy'ari (Unhasy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pergeseran budaya lokal menjadi fenomena dalam kehidupan masyarakat yangsudah tidak dapat dihindari. Teknologi komunikasi membawa budaya asing yangmenjadi salah satu faktor penyebab bergesernya budaya lokal suku Tengger.Kondisi ini akan menyebabkan gesekan antara budaya lokal dengan budaya asing,sehingga budaya lokal yang berusaha dipertahankan akan mengalami pergeseransecara perlahan-lahan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruhteknologi komunikasi terhadap pergeseran budaya lokal suku Tengger.Lokasi penelitian ini adalah Desa Argosari Kecamatan Senduro KabupatenLumajang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitiankualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam,observasi dan dokumentasi. Keabsahan data digunakan teknik triangulasi sumberdan triangulasi teori. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksidata, penyajian data, dan verifikasi data atau kesimpulan. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa teknologi komunikasi dapat menggeser budaya lokal yaitumengubah lifestyle remaja sebagai bentuk akulturasi budaya, menggeser normasosial remaja, dan dapat melonggarkan kepatuhan terhadap acara adat.Kata Kunci: Pengaruh, Teknologi Komunikasi, Pergeseran, Budaya Lokal,Remaja Suku Tengger.
Pergeseran Budaya Lokal Remaja Suku Tengger di Desa Argosari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang Bahrudin, Babul; Masrukhi, Masrukhi; Atmaja, Hamdan Tri
JESS (Journal of Educational Social Studies) Vol 6 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jess.v6i1.16251

Abstract

Pergeseran budaya lokal menjadi fenomena dalam kehidupan masyarakat yang sudah tidak dapat dihindari. Banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya pergeseran budaya, di antaranya adalah masuknya budaya baru. Budaya baru bukan hanya dibawa teknologi komunikasi, melainkan juga dihasilkan dari perubahan keyakinan yang kontras dengan budaya sebelumnya. Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis pergeseran budaya lokal di kalangan remaja suku Tengger, dan (2) menganalisis sosialisasi budaya lokal yang dilakukan masyarakat suku Tengger pada remaja. Lokasi penelitian ini adalah Desa Argosari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pergeseran budaya lokal terjadi karena budaya baru yang berkembang di kalangan remaja, serta pengaruh agama Islam, (2) sosialisasi yang dilakukan masyarakat yaitu berupa petuah dari tokoh adat, mewajibkan remaja mengikuti acara adat, memberi contoh teladan dan sebagainya.The shifting of local culture becomes a phenomenon in the lives of people that has been already unavoidable. Many factors cause a cultural shift, including the entrance of a new culture. The new culture is not only brought by communication technology, but also the change of belief that contrasts with previous culture. The purpose of this study were (1) to analyze the local cultural shift among the teenagers of Tengger tribe, and (2) to analyze the local cultural socialization conducted by Tengger community the teenagers. The location of this research was Argosari Village, Senduro Subdistrict, Lumajang. This research used a qualitative approach. The results of this study indicate that (1) the shifting of local culture occurred because the new culture developing among teenagers, and the influence of Islam, (2) socialisation done by society is like the form of advice from traditional leaders, requiring teenagers to follow the custom event, giving an example and so on.
NILAI BUDAYA LOKAL PADA UPACARA KASADA DALAM UPAYA PELESTARIAN KEBUDAYAAN MASYARAKAT SUKU TENGGER DESA NGADISARI KECAMATAN SUKAPURA KABUPATEN PROBOLINGGO Achmad Zurohman; Babul Bahrudin; Fina Risqiyah
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 5, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v5i1.8363

Abstract

Abstrak: Masyarakat suku Tengger melakukan upacara Kasada dengan melemparkan sesaji ke dalam kawah Tengger dan berlangsung setahun sekali pada tanggal 1 bulan Kasada menurut penanggalan tradisional Hindu Tengger. Upacara ini didedikasikan untuk Sang Hyang Widhi dan leluhurnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif secara etnografis. pendekatan etnografi dipilih dalam studi ini, untuk menggali potensi kearifan lokal yang ada pada suku Tengger yaitu Upacara Kasada, Pelestarian Upacara Kasada, Nilai Budaya Upacara Tradisional Kasada. Nilai budaya yang dapat dipetik untuk diteladani pada upacara Kasada antara lain adalah sebagai: 1) Penghormatan terhadap Leluhur 2) Kepatuhan 3) Unsur Kebersamaan dan Kerukunan 4) Aset Wisata.Abstract:  The Tenggerese people perform the Kasada ceremony by throwing offerings into the Tengger crater and it takes place once a year on the 1st of Kasada month according to the traditional Tengger Hindu calendar. This ceremony is dedicated to Sang Hyang Widhi and his ancestors. This research uses an ethnographic qualitative approach. The ethnographic approach was chosen in this study, to explore the potential of local wisdom that exists in the Tengger tribe, namely Kasada Ceremony, Kasada Ceremony Preservation, Cultural Values of Kasada Traditional Ceremony. Cultural values that can be learned to be imitated at the Kasada ceremony include: 1) Respect for Ancestors 2) Obedience 3) Elements of Togetherness and Harmony 4) Tourism Assets.
Dampak Penggunaan Media Sosial terhadap Perilaku Menyimpang dan Motivasi Belajar IPS Siswa SMA Islam Raden Fatah Probolinggo Muhammad Toubet; Ainol Ainol; Babul Bahrudin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.328 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan media sosial terhadap perilaku menyimpang dan motivasi belajar IPS siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualititatif. Sampel penelitian ini adalah 15 siswa dengan Random Sampling sebanyak 25% dari 61 siswa SMA Islam Raden Fatah Probolinggo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial berdampak pada perilaku menyimpang dan juga motivasi belajar pengetahuan sosial siswa. Perilaku menyimpang dari penggunaan media sosial tersebut, Seperti kecanduan pada penggunaan media sosial dalam dunia hiburan, pacaran, berkurangnya interaksi di dunia nyata, berbohong, menyita waktu belajar dan mencontek tugas. Sedangkan dampak penggunaan media sosial pada motivasi belajar IPS siswa yaitu meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pengetahuan sosial dan menambah pengetahuan dan wawasan siswa.
PENERAPAN STRATEGI EVERYONE IS TEACHER HERE DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS X-A DI MAN 1 KOTA PROBOLINGGO Babul Bahrudin
Al-Fikru : Jurnal Pendidikan Dan Sains Vol 3 No 1 (2022): VOLUME 3 NUMBER 1 (2022) APRIL
Publisher : UNZAH Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/al-fikru.v3i1.795

Abstract

Learning strategies are a way for teachers to make the class more active. The use of learning strategies will make it easier for teachers to manage the class and increase motivation and learning achievement. One of the learning strategies that can be chosen by teachers is the Everyone Is a Teacher Here strategy which requires students to be more active, encourage learning motivation and improve student achievement. This study aims to 1) examine the implementation of the Everyone Is a Teacher Here strategy in increasing motivation and learning achievement in Sociology subjects in class X-A at MAN 1 Probolinggo City. 2) examine whether the implementation of the Everyone Is a Teacher Here strategy can increase motivation and learning achievement in the Sociology subject class X-A at MAN 1 Probolinggo City. This research is classroom action research (CAR) using a descriptive qualitative approach. Methods of data collection using the method of observation, interviews and documentation. From the two cycles that were applied, it can be seen in the evaluation of the post test scores, the average student got a good score. In the first cycle, the pre-test was 63%, in the second cycle, the post-test was carried out with an average value of 79.61%. This means that the students are enthusiastic in learning and the Everyone Is a teacher Here strategy has succeeded. Keyword: Learning Strategy, Motivation, Learning Achievement, Everyone Is a Teacher Here
Peran PKn dalam Membentuk Warga Negara Berpancasila Achmad Zurohman; Babul Bahrudin
Journal Civics and Social Studies Vol 5, No 1 (2021): Volume 5 no 1 Tahun 2021
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/civicos.v5i1.793

Abstract

Penelitian ini membahas peran pendidikan kewarganegaraan untuk mencipatakan para warga negara yang aktif dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai warga negara yang baik sesuai dengan nilai-nilai pancasila.
Dinamika kebudayaan Suku Baduy dalam Menghadapi Perkembangan Global di Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak Provinsi Banten Babul Bahrudin; Achmad Zurohman
Journal Civics and Social Studies Vol 5, No 1 (2021): Volume 5 no 1 Tahun 2021
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/civicos.v5i1.795

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kebudayaan suku Baduy dalam menghadapi perkembangan global. Lokasi penelitian ini di Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data digunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teori. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data atau kesimpulan. Fokus kajian dalam penelitian ini untuk menganalisis realitas suku Baduy menghadapi perkembangan global dari segi 1) sistem pengetahuan, 2) sistem peralatan hidup dan teknologi, serta 3) sistem mata pencaharian hidup. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa unsur-unsur kebudayaan suku Baduy di tengah arus perkembangan global mulai mengalami perubahan. Sudah banyak masyarakat suku Baduy melanggar hukum adat yang sebelumnya menjadi pedoman hidup mereka. Perubahan yang terjadi terlihat dari perubahan sistem peralatan hidup dan teknologi yang sudah mulai modern, perubahan sistem pengetahuan, dan mata pencaharian hidup yang juga sudah berubah. Perubahan unsur-unsur kebudayaan tersebut karena beberapa faktor, diantaranya karena banyaknya wisatawan, kebijakan pemerintah untuk pembangunan nasional, serta perkembangan teknologi komunikasi yang mulai masuk di wilayah suku Baduy. 
The Integration Strategy of Conservation Values in Habituation of Semarang State University Campus Saddam Saddam; Achmad Zurohman; Babul Bahrudin
IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application) Vol 1, No 2 (2018): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ijeca.v1i2.2124

Abstract

UNNES crowned a conservation university. The vision of UNNES to 2040 became an internationally reputable and conservation university. Conservation means the effort to protect and preserve the value of culture and human behavior in interacting with the environment. The research objectives reveal the integration of conservation values in UNNES campus habituation. The study used a qualitative case study design. Data collection using observations, documentation, and interviews. Testing the validity of data using the triangulation of sources, techniques, and theories, using the social action theory Talcott Parsons and the personality theory of Gordon Allport. Data analysis uses the Miles and Huberman models through three stages; Data reduction, data presentation, and data verification, as well as Spradley's taxonomy analysis. The results of the integration strategy of conservation values in the habituation of UNNES campus are conducted through academic and non-academic activities. Through academic activities, it is seen from the planting of conservation values through conservation education, environmental education, and other courses. While through non-academic activities are seen with the planting of conservation values through UPT conservation development activities, student activity units, and the Student Activities Center. The student personality has been conservative seen from the conservative behavior of college students, habituation to be a strategy to embed conservation values. With this, the student's behavior is closely related to the conservation character he has, so it can reflect the actions that have been performed by the role of instilling the conservation values of UNNES.
PERAN PONDOK PESANTREN BANI RANCANG DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI KARAKTER SANTRI DI ERA GLOBALISASI Faizah Melani; Mamlu’atun Ni’mah; Babul Bahrudin
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 5, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v5i2.9977

Abstract

Abstrak: Pembentukan karakter adalah proses tanpa henti, yang harus terus-menerus dilakukan baik melaui Pendidikan internal maupun eksternal, maka dari itu tidak cukup di Lembaga formal saja tapi Lembaga non formal seperti pesantren juga mempunyai peran penting untuk ikut serta dalam pembentukan karakter anak. Tujuan dalam penelitian ini yaitu 1) Untuk mengetahui nilai-nilai karakter santri di pesantren Bani Rancang 2) Untuk menganalisis peran pondok pesantren Bani Rancang dalam menanamkan nilai-nilai karakter di era globalisasi. Lokasi penelitian ini berada di Pesantren Bani Rancang, Desa Lemah Kembar, Kec. Sumberasih, Kab. Probolinggo. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode penelitian kulitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data digunakan triangulasi sumber dan triangulasi teori. Teknik analisis data digunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan pengambilan simpulan atau verifikasi. Hasil dari penelitian ini yaitu, nilai-nilai karakter santri pesantren Bani Rancang yaitu, jujur, mandiri, tanggung jawab, religious, dan disiplin. Peran pondok pesantren dalam menanamkan nilai-nilai karakter di era globalisasi yaitu dengan cara berbagai rutinitas pesantren yaitu, kajian pesantren, aturan-aturan pesantren, dan sanksi/ta’ziran.Abstract:  character formation is a non-stop process, which must be carriedout continuously both throughinternal and external education, therefore it is not enough in formal institutions only but non-formal istitutions such as Islamic boardingschools also have an important role to participate in the formation of children’scharacter. The objectives of this study are 1) to determine the character values of the santri in the Bani Rancang Islamic Boarding School. 2) to analyse the roleof the Bani Rancang Islamic Boarding School, Lemah Kembar Village, Sumberasih, Probolinggo. The research method used by the researcher is a qualitative research method. Data collection techniques were carried out through in-depth interviews, observation, and documentation. The validity of the data used source triangulation and theory triangulation. Data analysis techniques used data collection, data reduction, data presentation, and conclusion or verivication. The results of this study are the character values of the Bani Rancang Islamic boarding school students, namely, honest, independent, responsible, religious and disciplined. The role of Islamic boarding schools In instilling character values in the era globalization is through various pesantren routines, namely, pesantren studies, pesantren rules, and sanctions/ta’ziran. 
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENTINGNYA PENDIDIKAN PADA REMAJA DI DESA LIPRAK KIDUL KECAMATAN BANYUANYAR KABUPATEN PROBOLINGGO Jamaluddin Jamaluddin; Yazid Adnan Quthny; Babul Bahrudin
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 5, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v5i2.9980

Abstract

Abstrak: Pendidikan masyarakat desa pada umumnya cukup rendah. Sama seperti di Desa Liprak Kidul ini yang sebagian besar pendidikannya sampai tingkat sekolah menengah atas saja, sehingga pengetahuan yang mereka ketahui juga terbatas, karena tingkat kesadaran masyarakat desa yang rendah terhadap pendidikan, karena pendidikan terakhir masyarakat di desa tersebut mayoritas adalah tingkat SLTA, sedangkan yang melanjutkan ke perguruan tinggi sangatlah sedikit. Tujuan dilakukannya penelitian ini 1) mengetahui tingkat pendidikan masyarakat 2) menganalisis persepsi masyarakat terhadap pendidikan 3) menanalisis faktor yang melatarbelakangi rendahnya tingkat pendidikan pada remaja. Lokasi penelitian ini berada di Desa Liprak Kidul, Kec. Banyuanyar, Kab. Probolinggo. Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian ini yaitu tingkat pendidikan masyarakat di Desa Liprak Kidul mayoritas hanya lulusan Sekolah Dasar dan SLTP, sedangkan untuk lulusan perguruan tinggi hanya berjumlah 12 orang. Persepsi masyarakat terhadap pendidikan tinggi cukup baik, tapi tidak diimbangii dengan praktik yang baik pula. Faktor yang melatarbelakangi rendahnya pendidikan remaja karena kurangnya minat dan motivasi, lingkungan, serta keinginan untuk bisa mandiri dan mendapatkan penghasilan sendiri.Abstract:  The education of rural communities is generally quite low. Just like in Liprak Kidul Village, most of the education reaches the high school level, so their knowledge is also limited, due to the low level of awareness of the village community towards education, the last education of the people in the village is at the high school level, while those who continue to university a little. The purpose of this study 1) to determine the level of education of the community 2.) to analyze the perception of the education community 3) to analyze the factors behind the low level of education in adolescents. The location of this research is in Liprak Kidul Village, Kec. Banyuanyar, Kab. Probolinggo. The research used is a qualitative research method with a case study approach. The result of this research is that the level of education of the people in Liprak Kidul Village is the majority only elementary school and junior high school graduates, while for college graduates there are only 12 people. The public's perception of higher education is quite good, but it is not matched by good practices either. The factors behind the low education of adolescents are due to lack of interest and motivation, environment, and the desire to be independent and earn their own income.