Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Lentera Nusantara

Modul Doulos Camp Dalam Pembentukan Karakter Hamba Tuhan Di Gereja Masa Kini Sunarko, Andreas Sese
Jurnal Lentera Nusantara Vol 2, No 2 (2023): Teologi dan Pendidikan Kristen - Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/jls.v2i2.213

Abstract

Character is one of the highlights and challanges that must be faced by a servant of God.  This happens because of a wrong perception, which views God’s servant is an ordinary human being, who has strengths and weakness.  Such a big challenges is that the duty of a servant of God is to maintain good character until the end of his life, because if it is not maintained it can drop his reputation and ministry career. The problem that is often encounteredis that there are servants of God who wre unable to maintain their character, for this reason a party is needed to help and show them how to maintain their character.  Throught this article the aouthor would like to convey a module, namely Doulos Camp which can help God’s servants in forming and maintaining their character.  The purpose of this module is to shape the character of a servant of God who has the heartof a servant and has the mentality of a warrior of Christ.  This module is proven to be able to help God’s servant in the process of forming his character.  The method that the writer uses is descriptive qualitative with a library research approach, namely by using various sources including books and journal articles related to this article. The author concludes that the Doulos Camp module can help shape the character of God’s servant in the church today’s this module is packaged semi military while the substance of this module instills the values of servitude and forms the character of Christ who never gives up in the ministry field.AbstrakKarakter adalah salah satu hal yang menjadi sorotan dan tantangan yang harus dihadapi oleh seorang hamba Tuhan.  Hal ini terjadi karena adanya persepsi yang salah, yang menilai hamba Tuhan itu sebagai manusia setengah dewa (yang sempurna dan serba bisa), dalam kenyataannya hamba Tuhan itu adalah manusia biasa, yang memiliki kelebihan dan kekurangan.  Sedemikian besarnya tantangan ini maka tugas seorang hamba Tuhan adalah adalah menjaga karakter yang baik itu sampai akhir hidupnya, sebab bila tidak dijaga dapat menjatuhkan reputasi dan karir pelayanannya. Masalah yang sering ditemui adalah adanya hamba Tuhan yang tidak mampu menjaga karakternya, untuk itu perlu adanya pihak yang harus membantu dan menunjukkan cara menjaga karakternya.  Melalui artikel ini penulis ingin menyampaikan sebuah modul yaitu Doulos Camp yang dapat membantu para hamba Tuhan dalam membentuk dan menjaga karakternya. Tujuan dari modul ini adalah membentuk karakter hamba Tuhan yang berhati hamba dan bermental prajurit Kristus, modul ini terbukti dapat menolong hamba Tuhan dalam proses pembentukan karakternya. Metode yang penulis gunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian pustaka yaitu dengan menggunakan berbagai sumber diantaranya buku-buku dan artikel jurnal yang berkaitan dengan artikel ini.  Penulis menyimpulkan bahwa modul Doulos Camp ini dapat membantu pembentukan karakter hamba Tuhan digereja masa kini, modul ini dikemas semi militer sedangkan substansi modul ini menanamkan nilai-nilai pelayanan kehambaan dan membentuk karakter Kristus yang pantang menyerah di ladang pelayanan. 
Implementasi Doktrin Sola Scriptura dalam Pertumbuhan Iman Jemaat Gereja Masa Kini Sunarko, Andreas Sese
Jurnal Lentera Nusantara Vol 1, No 2 (2022): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen - Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.141 KB) | DOI: 10.59177/jls.v1i2.146

Abstract

Teaching is an important thing in the growth of the faith of the congregation, so church leaders pay close attention to this so that the congregation it produces is sure to have the right and healthy teaching of the bible as the highest authority, it is done so that the church does not repeat the mistakes that have occurred in church history. The church reforms undertaken by Martin Luther are historical records that wish to restore bible supremacy as the highest authority in addition to the teachings of church fathers, traditions and experiences as a source of church teaching. With the motto sola scriptura, the church replaces wholesome, righteous teaching. With this article, the writer wants to discuss the application of the doctrine sola scriptura in supporting the growing faith of the church today. The writer will begin by presenting the history of the sola scriptura doctrine, its application in the churches and ultimately demonstrating its influence in supporting the growing faith of today's church congregations.AbstrakPengajaran menjadi salah satu hal yang penting dalam pertumbuhan iman warga jemaat, sehingga para pimpinan gereja sangat memperhatikan hal ini agar jemaat yang digembalakannya dipastikan mendapatkan pengajaran yang benar dan sehat yang bersumber pada Alkitab sebagai otoritas tertinggi, hal ini dilakukan agar gereja tidak mengulang kesalahan yang pernah terjadi dalam sejarah gereja. Reformasi gereja yang dilakukan oleh Martin Luther merupakan catatan sejarah yang ingin mengembalikan supremasi Alkitab sebagai otoritas tertinggi di samping pengajaran bapa-bapa gereja, tradisi dan pengajaran lisan sebagai sumber pengajaran gereja. Dengan semboyan sola scriptura gereja meletakan kembali pengajaran yang sehat dan benar. Melalui artikel ini penulis ingin membahas implementasi doktrin sola scriptura dalam mendukung pertumbuhan iman gereja masa kini.  Dalam penulisan artikel ini penulis akan memakai metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur, yaitu dengan memakai buku-buku dan jurnal-jurnal yang relevan dengan pokok bahasan. Penulis akan memulai dengan memaparkan sejarah doktrin sola scriptura, munculnya paham-paham yang menyerang sola scriptura, penerapannya di gereja-gereja dan pada akhirnya menunjukkan pengaruhnya dalam mendukung pertumbuhan iman jemaat gereja masa kini.