Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

METODOLOGI TAJRIH IBN AL-JAUZI DALAM KITAB AD-DHUAF‚ WAL-MATRUKIN (BEDAH KASUS RIWAYAT AFLAH IBN SA'ID DALAM KITAB AL-MAUDHUAT) Nurrohman, Muhamad Ridwan
Al-MAJAALIS Vol 4 No 2 (2017): AL-MAJAALIS: JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.016 KB)

Abstract

Kondisi objektif yang melatar-belakangi kemunculan karya-karya beliau pun nampaknya begitu berpengaruh terhadap kerangka metodologi Ibn al-Jauzi. Sehingga tidak sedikit ulama yang memberikan catatan-catatan terhadap karya Ibn al-Jauzi ini. Salah satu kasus yang akan dikaji dalam tulisan ini, adalah dicantumkannya sebuah hadis riwayat Muslim, dalam kitab al-Maudhû?ât. Mungkinkah ada hadis Shahih Muslim yang ternyata berderajat dhaif, bahkan maudhu? Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mendeskripsikan metodologi (manhaj) jarh Imam Ibn al-Jauzi dalam kitab ad-Dhu?afâ wal-Matrûkîn. Posisi Ibn al-Jauzi yang cukup kontroversial dengan al-Maudhû?ât-nya, tentu saja menyisakan masalah di kitab kumpulan rawinya ini. Penelitian ini juga sekaligus menguji konsistensi Ibn al-Jauzi dalam menerapkan konsep jarh-ta?dil-nya. Lebih khusus lagi dalam menetapkan ke-dhaif-an para perawi. Setelah dilakukan penela?ahan terhadap kasus paling kontroversial dalam karya Ibn al-Jauzi ini. Ditemukan sebuah kesimpulan, bahwa ia tetap konsisten dengan metodologinya, dan berani ?tampil beda? dengan ijtihad yang diusungnya. Meskipun landasan metodologis yang beliau gunakan, dinilai tidak dapat dipertanggung-jawabkan.
Hadith of the Prophet in the Eyes of Sunni and Shia: An Analytical Study of Hadith and Tafsir Sciences Nurrohman, Muhamad Ridwan
Journal of Hadith Studies Vol. 2 No. 2 (2019): Journal of Hadith Studies
Publisher : ASILHA (Asosiasi Ilmu Hadis Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32506/johs.v2i2.28

Abstract

This article aims to reexamine the foundational perspectives of Sunni and Shia views on Hadith. The main focus is on the Shia doctrine, which includes the infallible sayings (qaul ma'shum) of the Imams as part of the 'Prophetic' Hadith, which can be considered truthful. The occurrence of these sayings in key Shia Hadith texts is also notably problematic in number. In contrast to the sayings directly attributed to the Prophet or Ali, these collections are predominantly filled with the sayings of the sixth Imam, Ja'far al-Sadiq. Hence, the article discusses how robust this concept is when compared with the more widely accepted stance of the majority (jumhur).