Kondisi objektif yang melatar-belakangi kemunculan karya-karya beliau pun nampaknya begitu berpengaruh terhadap kerangka metodologi Ibn al-Jauzi. Sehingga tidak sedikit ulama yang memberikan catatan-catatan terhadap karya Ibn al-Jauzi ini. Salah satu kasus yang akan dikaji dalam tulisan ini, adalah dicantumkannya sebuah hadis riwayat Muslim, dalam kitab al-Maudhû?ât. Mungkinkah ada hadis Shahih Muslim yang ternyata berderajat dhaif, bahkan maudhu? Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mendeskripsikan metodologi (manhaj) jarh Imam Ibn al-Jauzi dalam kitab ad-Dhu?afâ wal-Matrûkîn. Posisi Ibn al-Jauzi yang cukup kontroversial dengan al-Maudhû?ât-nya, tentu saja menyisakan masalah di kitab kumpulan rawinya ini. Penelitian ini juga sekaligus menguji konsistensi Ibn al-Jauzi dalam menerapkan konsep jarh-ta?dil-nya. Lebih khusus lagi dalam menetapkan ke-dhaif-an para perawi. Setelah dilakukan penela?ahan terhadap kasus paling kontroversial dalam karya Ibn al-Jauzi ini. Ditemukan sebuah kesimpulan, bahwa ia tetap konsisten dengan metodologinya, dan berani ?tampil beda? dengan ijtihad yang diusungnya. Meskipun landasan metodologis yang beliau gunakan, dinilai tidak dapat dipertanggung-jawabkan.
Copyrights © 2017