Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DAKWAH ISLAM MULTIKULTURAL (Metode Dakwah Nabi SAW Kepada Umat Agama Lain) Huda, Zainol
Religia: Jurnal Ilmu-Ilmu KeIslaman Vol 19 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v19i1.661

Abstract

Tulisan ini membahas tentang metode yang digunakan Nabi SAW dalam menjalankan dakwah Islam kepada umat agama lain, yaitu kaum Musyrik dan Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani), baik pada periode Mekah maupun Madinah. Ayat- ayat al-Quran, kitab tafsir dan literatur-literatur yang mengungkap sejarah perjalanan dakwah Nabi dijadikan rujukan dalam tulisan ini. Hal yang dapat disimpulkan tentang metode dakwah yang digunakan Nabi meliputi: (1) metode dialog; (2) metode kisah; dan (3) metode analogi. Metode-metode tersebut diterapkan Nabi melalui nilai akhlak dalam berdakwah. Nilai ini menjadi kunci utama keberhasilan dalam mendakwahkan Islam kepada masyarakat multikultural. Karena itulah, setiap penyeru ajaran Islam (da'i) dalam konteks kehidupan masyarakat multi agama saat ini senantiasa menjadikan cara dakwah Nabi sebagai uswah.
Implikasi Prinsip Sadd Adz-Żarā'i' dalam Menentukan Batasan Ghabn Fāḥisy pada Margin Keuntungan Murābaḥah Sarwini; Huda, Zainol
Al-Musthofa: Journal of Sharia Economics Vol. 8 No. 2 (2025): Journal of Sharia Economics
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/al-musthofa.v8i2.4334

Abstract

The determination of profit margins in murābaḥah contracts within Islamic financial institutions often raises ethical concerns due to its similarity to conventional interest, potentially conflicting with the maqāṣid al-sharī‘ah principle of justice. This study applies the uṣūl al-fiqh principle of sadd adz-żarā’i‘ (blocking the means to harm) to establish fair criteria for ghabn fāḥisy (excessive gain) in murābaḥah pricing. Using a qualitative library research method, it examines classical Mālikī and Ḥanbalī sources supporting sadd adz-żarā’i‘. Findings reveal that exploitative margins act as a strong żarī‘ah leading to ribā, making the application of sadd adz-żarā’i‘ obligatory. Hence, the threshold for ghabn fāḥisy should rely on equitable ‘urf tijārī (market custom) and real operational costs, ensuring murābaḥah remains just and consistent with ḥifẓ al-māl (protection of wealth).