Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTASI METODE DISKUSI TERHADAP PENINGKATAN PEMBELAJARAN KITAB-KITAB SALAF Ma?duali, Firman; Siskandar; Sunhaji, Akhmad
IQ (Ilmu Al-qur'an): Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 02 (2019): IQ (Ilmu Al-qur'an): Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Institut PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37542/iq.v2i02.35

Abstract

The results found in this study are: First, the discussion method is carried out in the form of questions and answers between teachers and students when teaching the bandongan model. In this discussion each group discusses with various academics literature. This discussion is sometimes made in the SSC (Santri Study Club) model which follows the ILC (Indonesia Lawers Club) model. Besides the discussion method is also used in the form of presentations, each student is assigned to present a discussion theme in a book of salaf then discuss together the purpose of the contents of the book. Second, the discussion model in the pesantren khatamun nabiyyin is different from the discussion model in the teaching and learning process in general. If the discussion is generally carried out freely with free conclusions as well, then the discussion at the Khatamun Nabiyyin pesantren is conducted in a guided manner to explore a particular discussion, with conclusions that are free but still in accordance with the knowledge taught by the kyai or cleric.
Implementasi Metode Diskusi Terhadap Peningkatan Pembelajaran Kitab-Kitab Salaf Ma’duali, Firman; Siskandar; Sunhaji, Akhmad
IQ (Ilmu Al-qur'an): Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 02 (2019): IQ (Ilmu Al-qur’an): Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Tarbiyah, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37542/ege1ep48

Abstract

Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah: Pertama, Metode diskusi dilakukan dalam bentuk Tanya Jawab antara pengajar dan santri saat pengajaran model bandongan. Dalam diskusi ini setiap kelompok berdiskusi dengan berbagai literatur yang akademisi. Diskusi ini terkadang dibuat dalam model SSC (Santri Study Club) yang mengikuti model ILC (Indonesia Lawers Club). Selain itu metode diskusi juga digunakan dalam bentuk presentasi, setiap santri ditugaskan untuk mempresentasikan suatu tema pembahasan dalam suatu kitab salaf kemudian mendiskusikan secara bersama-sama maksud dari isi kitab tersebut. Kedua, Model diskusi di pesantren khatamun nabiyyin berbeda dengan model diskusi dalam proses belajar mengajar secara umum. Jika umumnya diskusi dilakukan secara bebas dengan kesimpulan yang bebas pula, maka diskusi di pesantren Khatamun Nabiyyin dilaksanakan secara terpimpin untuk mendalami suatu pembahasan tertentu, dengan kesimpulan yang bebas tetapi tetap bersesuaian keilmuan yang diajarkan oleh kyai atau ustadz.
Komunikasi Sekolah dalam Menjaga Kualitas Program Ekstrakurikuler di SD Muhammadiyah 52 Jakarta Selatan Nurhasanah, Nurhasanah; Sunhaji, Akhmad; Sarnoto, Ahmad Zain
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7030

Abstract

Tesis ini menyimpulkan tentang Komunikasi Sekolah Dalam Menjaga Kualitas Program Ekstrakurikuler di SD Muhammadiyah 52, Jakarta Selatan Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan pengumpulan data melalui teknik wawancara, observasi, dan studi dokumen. Hasil dari temuan ini mengungkapkan beberapa hal sebagai berikut: Pertama yaitu Penelitian ini mengidentifikasi bahwa komunikasi antara SD Muhammadiyah 52 Jakarta Selatan, guru ekstrakurikuler, dan orang tua masih belum efektif. Hal ini terlihat dari minimnya informasi yang disampaikan kepada orang tua mengenai kegiatan ekstrakurikuler, kurangnya tindak lanjut setelah kegiatan, serta tidak terbukaan dalam evaluasi perkembangan siswa. Kondisi ini menghambat terciptanya pemahaman bersama yang dibutuhkan untuk mendukung perkembangan siswa secara maksimal. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan dalam penyampaian informasi yang lebih jelas dan terstruktur, serta penyediaan saluran komunikasi yang fleksibel antara pihak sekolah dan orang tua, untuk memastikan kolaborasi yang lebih kuat dalam mendukung tujuan pendidikan. Kedua Untuk meningkatkan efektivitas komunikasi, penelitian ini menyarankan penggunaan teknologi digital seperti aplikasi pesan atau platform daring untuk memberikan informasi secara real-time mengenai kegiatan ekstrakurikuler dan perkembangan siswa. Selain itu, pertemuan rutin, baik tatap muka maupun daring, perlu dilaksanakan untuk memberikan pembaruan kepada orang tua, serta memberi mereka kesempatan untuk memberikan masukan dan memperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai tujuan program dan perkembangan anak. Penerapan prinsip komunikasi yang terbuka, transparan, dan dua arah, berdasarkan nilai-nilai Islami yang mengutamakan kejujuran, keikhlasan, dan akhlak mulia, diharapkan dapat memperkuat hubungan antara sekolah, guru, dan orang tua, serta meningkatkan kualitas kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.