Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Hambatan Samping Terhadap Kinerja Jalan, Biaya Operasional Kendaraan Dan Biaya Kemacetan Jalan Gatot Subroto Kota Malang Permana, Satria; Wicaksono, Achmad; Djakfar, Ludfi
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hambatan samping dapat menyebabkan penurunan kecepatan lalu lintas, yang selanjutnya menimbulkan terjadinya kemacetan lalu lintas. Penurunan kecepatan kendaraan akibat kemacetan berdampak pada peningkatan waktu dari waktu tempuh yang seharusnya. Ketika terjadi kemacetan pada suatu lajur, maka terjadi kerugian waktu tempuh yang dialami oleh para pengendara. Meningkatnya BOK (biaya operasional kendaraan) perkotaan akan berakibat pada peningkatan biaya kemacetan yang berkaitan dengan nilai kegiatan masyarakat perkotaan. Metode penelitian yang dilakukan adalah analisis kinerja jalan, biaya operasional kendaraan dan biaya kemacetan. Untuk mengetahui pengaruh antar variabel, digunakan analisis regresi linear bergenda. Dari hasil analisis yang dilakukan diketahui bahwa nilai VCR dipengaruhi oleh kendaraan keluar, kendaraan masuk dan kendaraan lambat dengan model regresi Y = 0,244 + 0,003 X1 - 0,001 X2 + 0,001 X6. BOK dipengaruhi oleh pejalan kaki, dengan model regresi Y = 33,242 + 2,209 X4. Biaya kemacetan dipengaruhi oleh kendaraan keluar, kendaraan masuk dan parkir, dengan model regresi Y = 20,718 + 0,430 X1 + 0,300 X2 + 0,124 X3. Arahan pengembangan pada wilayah penelitian yaitu penertiban kendaraan parkir pada badan jalan, penertiban parkir dan PKL pada pedestrian way, perbaikan marka, penyediaan rambu, penerapan sanksi yang tegas serta penyediaan petugas untuk menertibkan lalu lintas.Kata Kunci : Hambatan Samping, Kinerja Jalan, BOK, Biaya Kemacetan
Artikel Okky Madasari: Novelis Nilai-Nilai Toleransi (2010-2018) Permana, Satria
PERIODE: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 1 (2023): PERIODE: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/periode.051.4

Abstract

Abstarct: This article aims to narrate Okky Madasari's thoughts in viewing the values of tolerance. Okky Madasari himself is a novelist who is also known as a man of letters. Since 2010 he has written many titles, including nine novels, one non-fiction book Genealogy of Indonesian Literature and more than 50 articles. The research method used narrative descriptive, which describes and analyzes the background and thoughts of Okky Madasari. The results of the study show that Okky Madasari is very concerned about the values of tolerance in her writing. This is proven by the two novels that have been analyzed, namely Entrok (2010) and Maryam (2012). Departing from anxiety and historical experience, Okky voiced the rights of the marginalized through words that caught their attention. This talented writer also understands that novels can be a good medium for instilling the values of tolerance. Kata kunci: Okky Madasari, Tolerance, Entrok, Maryam Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk menarasikan pemikiran Okky Madasari dalam memandang nilai-nilai toleransi. Okky Madasari sendiri adalah seorang novelis yang juga dikenal sebagai sastrawan. Sejak tahun 2010 ia telah menulis banyak judul, termasuk sembilan novel, satu buku non-fiksi Genealogi Sastra Indonesia dan lebih dari 50 artikel. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif naratif, yaitu mendeskripsikan dan menganalisis latar belakang serta pemikiran Okky Madasari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Okky Madasari sangat memperhatikan nilai-nilai toleransi dalam penulisannya. Hal ini terbukti melalui dua novel yang telah dianalisis, yaitu Entrok (2010) dan Maryam (2012). Berangkat dari keresahan serta pengalaman historis, Okky menyuarakan hak-hak kaum marjinal lewat kata-kata yang menarik perhatian. Sang penulis berbakat ini juga memahami bahwa novel dapat menjadi media yang baik untuk menanamkan nilai-nilai toleransi. Kata kunci: Okky Madasari, Toleransi, Entrok, Maryam