Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KESESUAIAN RUANG TERBUKA HIJAU DENGAN PENDEKATAN ANALISIS PENGINDERAAN JAUH WILAYAH KOTA BANJARBARU Rosadi, Hadi; Hatta, Gusti Muhammad; Soendjoto, Mochamad Arief
Jurnal Hutan Tropis Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 2 Edisi Juni 2024
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v12i2.19752

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran lokasi prioritas untuk pembangunan ruang terbuka hijau di Kota Banjarbaru dengan pemanfaatan penginderaan jauh. Analisis diperlukan untuk memberikan rekomendasi kepada pemerintah kota agar dapat memenuhi proporsi ruang terbuka hijau minimal 30% luas wilayah perkotaan. Citra Satelit Sentinel-2A dan Citra DEM (Digital Elevation Model) menjadi data utama untuk dianalisis memanfaatkan penginderaan jauh agar memperoleh data spasial berupa kerapatan vegetasi (NDVI), kelembaban (NDMI), keterbangunan lahan (NDBI), kemiringan lereng (Slope), dan jarak dari permukiman (Buffer) yang diberikan skor pada setiap hasil analisis. Berdasarkan hasil analisis luas sebaran lokasi dengan Skala Sangat Prioritas seluas 18,31 hektar yang banyak tersebar pada daerah Gunung Kupang, Kelurahan Cempaka dan Skala Prioritas seluas 6.001,88 hektar setara dengan 20% luasan Kota Banjarbaru sehingga cukup untuk direkomendasikan kepada instansi terkait pengembangan ruang terbuka hijau di Kota Banjarbaru.
Dinamika Kerapatan Vegetasi di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Universitas Lambung Mangkurat Menggunakan Indeks EVI (2019–2024): Vegetation Density Dynamics in the Special Purpose Forest Area of Lambung Mangkurat University Using Enhanced Vegetation Index (2019–2024) Rosadi, Hadi; Nur Shiba, Yasinta; Noor Hadi, Wirawan
JURNAL HUTAN TROPIKA Vol 20 No 2 (2025): Volume 20 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jht.v20i2.23091

Abstract

The Special Purpose Forest Area (KHDTK) of Lambung Mangkurat University plays a vital role as a natural laboratory for research, education, and conservation. Monitoring vegetation cover is essential to evaluate the effectiveness of sustainable forest management. This study analyzes the temporal and spatial dynamics of vegetation cover in KHDTK ULM during 2019–2024 using the Enhanced Vegetation Index (EVI) derived from Google Earth Engine (GEE) and assesses the net change over the period. Sentinel-2 imagery was processed into annual composites in GEE and analyzed through EVI classification combined with spatial analysis in ArcGIS. The results show that mean EVI increased from 0.438 in 2019 to 0.529 in 2024, representing a 20.77% rise. Dense vegetation expanded by +1163.26 ha (+111.74%), while medium and non-vegetation classes declined significantly. These changes indicate a major transition from medium to dense vegetation, particularly in the forest core, where as reductions were concentrated along edges dominated by grasslands and open areas. The findings demonstrate that conservation, rehabilitation, and management efforts in KHDTK ULM have effectively enhanced forest recovery and provide a scientific basis for adaptive and sustainable forest education management.
Suksesi Hutan Mangrove Pulau Kaget dan Pulau Tempurung melalui Pendekatan Ekologi Spasial 2005-2025: Mangrove Forest Succession on Kaget and Tempurung Islands (2005–2025): A Spatial Ecology Approach Rosadi, Hadi; Shiba, Yasinta Nur; Hadi, Wirawan Noor
Jurnal Silva Tropika Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v10i1.53114

Abstract

ABSTRACT Mangrove forests in the Barito River estuary exhibit dynamic changes that occur alongside land accretion processes and variations in hydrological conditions. This study aims to analyze the relationship between mangrove canopy density and water dynamics using the Combined Mangrove Recognition Index (CMRI) and the Modified Normalized Difference Water Index (MNDWI) on Pulau Kaget and Pulau Tempurung during the period 2005–2025. The analysis was conducted using multi-temporal Landsat imagery at five-year intervals, including CMRI and MNDWI mapping, change detection analysis, time-series evaluation, and Pearson correlation testing. The results indicate an increase in mean CMRI values on both islands, with the most pronounced increase observed on Pulau Tempurung, where CMRI values more than doubled compared to initial conditions. In contrast, mean CMRI values on Pulau Kaget tended to stabilize after 2010 due to limited space for further accretion. MNDWI analysis shows a reduction in water area on both islands, with land proportion increasing from 82.98% to 88.82% on Pulau Tempurung and from 89.77% to 93.55% on Pulau Kaget. Correlation analysis reveals a negative relationship between CMRI and MNDWI (r = −0.596), indicating that increasing mangrove density is associated with land accretion processes. These findings confirm that the integration of CMRI and MNDWI is effective for monitoring the spatial–temporal ecological and geomorphological dynamics of mangrove ecosystems.   Keywords: barito estuary, mangrove forest, spatial ecology, vegetation succession   ABSTRAK Hutan mangrove di muara Sungai Barito memiliki dinamika yang berlangsung seiring dengan proses akresi lahan dan perubahan kondisi perairan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kerapatan mangrove dan dinamika perairan menggunakan pendekatan indeks CMRI (Combined Mangrove Recognition Index) dan MNDWI (Modified Normalized Difference Water Index) pada Pulau Kaget dan Pulau Tempurung selama periode 2005–2025. Analisis dilakukan menggunakan Citra Landsat 5 TM serta Landsat 8/9 OLI/TIRS dengan interval lima tahunan, meliputi pemetaan CMRI, MNDWI, deteksi perubahan, analisis deret waktu, serta uji korelasi Pearson. Hasil menunjukkan peningkatan rerata CMRI pada kedua pulau, dengan peningkatan paling menonjol terjadi di Pulau Tempurung yang meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan kondisi awal periode pengamatan. Data pada Pulau Kaget, rerata CMRI cenderung stabil setelah tahun 2010 seiring terbatasnya ruang akresi. Analisis MNDWI menunjukkan penurunan luasan perairan pada kedua pulau, di mana persentase lahan meningkat dari 82,98% menjadi 88,82% di Pulau Tempurung dan dari 89,77% menjadi 93,55% di Pulau Kaget. Uji korelasi menunjukkan hubungan negatif antara CMRI dan MNDWI (r = −0,596), yang mengindikasikan keterkaitan antara peningkatan kerapatan mangrove dan proses akresi lahan. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi CMRI dan MNDWI efektif untuk memantau dinamika ekologis dan geomorfik mangrove secara spasial-temporal.   Kata kunci: ekologi spasial, hutan mangrove, muara barito, suksesi vegetasi