Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Aktivitas Harian Bekantan (Nasalis larvatus Wurmb) di Hutan Karet Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan Soendjoto, Mochamad Arief; Alikodra, Hadi Sukadi; Bismark, Muhammad; Setijanto, Heru
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 11, No 2 (2006): June 2006
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.666 KB) | DOI: 10.24002/biota.v11i2.2627

Abstract

The daily activities of the proboscis monkey (Nasalis larvatus Wurmb) living inrubber forests are poorly understood. The objectives of the research were to studyits daily movement pattern and to determine the time proportion of daily behaviors.The movement of the monkeys was followed by researchers on foot. The behaviorswere observed by scan technique in 15 second intervals for 30 minutes. In rubberforests, lowlands (baruh) were places where the monkey began and ended dailymovements and also conducted most activities. Most inter-water movements of themonkey (about 70%) were conducted twice a day. Statistically, movement distanceand rainfall were negatively and significantly correlated (Ò‘s = -0.58; p < 0.05; n = 14).The monkey spent more time for feeding in the morning and afternoon, and restingat midday. Most behaviors of feeding, resting, playing, and grooming (84.01%) wereconducted at a tree height of less than 15 m. The monkeys moved farther during thedry season to get water and did activities in accordance with height strata to getvarious foods, avoided disturbances, and got comfortable and safe places.
PENGGUNAAN TIPE HABITAT OLEH AVIFAUNA DI LINGKUNGAN PT ARUTMIN INDONESIA – NPLCT, KABUPATEN KOTABARU, KALIMANTAN SELATAN Soendjoto, Mochamad Arief; Riefani, Maulana Khalid; Zen, Muhammad
Sains & Matematika Vol 3, No 1 (2014): Oktober, Sains & Matematika
Publisher : Sains & Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan dan pemantauan lingkungan PT Arutmin Indonesia-NPLCT yang mengoperasikan pelabuhan batu bara di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan difokuskan pada fauna laut. Avifauna diurnal di lingkungan PT Arutmin Indonesia-NPLCT belum dieksplorasi dan didokumentasikan. Tujuan penelitian adalah menganalisis penggunaan tipe habitat oleh avifauna dalam tiga periode pengamatan. Spesies avifauna diidentifi kasi pada titik/lingkar kelimpahan dan penjelajahan di hutan mangrove, hutan sekunder, permukiman/perkantoran, lahan terbuka/padang rumput/semak belukar, dan perairan. Frekuensi jumpaan setiap spesies avifauna dan frekuensi relatif penggunaan tipe habitat oleh spesies dihitung berdasarkan pada unit waktu berdurasi 5 menit per unit. Selama penelitian ditemukan 57 spesies avifauna di seluruh lingkungan tersebut. Jumlah atau keragaman spesies burung cenderung turun di perairan dan naik di empat tipe habitat lainnya mulai dari periode pengamatan pertama hingga ketiga. Hampir semua spesies ditemukan di lebih dari satu tipe habitat. Frekuensi relatif penggunaan tipe habitat oleh spesies-spesies itu bervariasi. Hanya dua spesies saja yang ditemukan 100% menggunakan satu tipe habitat untuk aktivitasnya. Environment management and monitoring of PT Arutmin Indonesia-NPLCT operating a coal port in Kotabaru Regency, Kalimantan Selatan was used to be focused on marine biota. Diurnal avifauna in the area of PT Arutmin Indonesia-NPLCT was not explored and documented. The objective of the research was to analyze the habitat type utilization by avifauna in three observation periods. Avifauna species was identifi ed in abundance points and survey in mangrove forest, secondary forest, resettlement/offi ce, open area/grassland/ shrub, and water. Scan frequency of every avifauna species and relative frequency of habitat type utilization by species were counted based on a fi ve-minute unit. Fifty seven avifauna species were found in the area. The number and the diversity of species tended to decrease on the water and increase in the other habitat types from the fi rst period to the third one. Almost all species were found in more than a single habitat type. Relative frequency of habitat type utilization by species varied. There were two species utilizing a single habitat type for their activity.
Penggunaan Tipe Habitat oleh Avifauna di Lingkungan PT Arutmin Indonesia – NPLCT, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan Soendjoto, Mochamad Arief; Riefani, Maulana Khalid; Zen, Muhammad
Sains & Matematika Vol 3, No 1 (2014): Oktober, Sains & Matematika
Publisher : Sains & Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan dan pemantauan lingkungan PT Arutmin Indonesia-NPLCT yang mengoperasikan pelabuhan batu bara di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan difokuskan pada fauna laut. Avifauna diurnal di lingkungan PT Arutmin Indonesia-NPLCT belum dieksplorasi dan didokumentasikan. Tujuan penelitian adalah menganalisis penggunaan tipe habitat oleh avifauna dalam tiga periode pengamatan. Spesies avifauna diidentifi kasi pada titik/lingkar kelimpahan dan penjelajahan di hutan mangrove, hutan sekunder, permukiman/perkantoran, lahan terbuka/padang rumput/semak belukar, dan perairan. Frekuensi jumpaan setiap spesies avifauna dan frekuensi relatif penggunaan tipe habitat oleh spesies dihitung berdasarkan pada unit waktu berdurasi 5 menit per unit. Selama penelitian ditemukan 57 spesies avifauna di seluruh lingkungan tersebut. Jumlah atau keragaman spesies burung cenderung turun di perairan dan naik di empat tipe habitat lainnya mulai dari periode pengamatan pertama hingga ketiga. Hampir semua spesies ditemukan di lebih dari satu tipe habitat. Frekuensi relatif penggunaan tipe habitat oleh spesies-spesies itu bervariasi. Hanya dua spesies saja yang ditemukan 100% menggunakan satu tipe habitat untuk aktivitasnya. Environment management and monitoring of PT Arutmin Indonesia-NPLCT operating a coal port in Kotabaru Regency, Kalimantan Selatan was used to be focused on marine biota. Diurnal avifauna in the area of PT Arutmin Indonesia-NPLCT was not explored and documented. The objective of the research was to analyze the habitat type utilization by avifauna in three observation periods. Avifauna species was identifi ed in abundance points and survey in mangrove forest, secondary forest, resettlement/offi ce, open area/grassland/ shrub, and water. Scan frequency of every avifauna species and relative frequency of habitat type utilization by species were counted based on a fi ve-minute unit. Fifty seven avifauna species were found in the area. The number and the diversity of species tended to decrease on the water and increase in the other habitat types from the fi rst period to the third one. Almost all species were found in more than a single habitat type. Relative frequency of habitat type utilization by species varied. There were two species utilizing a single habitat type for their activity.
Bird Species in the Wetlands of Barito Kuala District, Indonesia Soendjoto, Mochamad Arief; Fahlevi, Muhammad Mirza; Winarti, Atiek
BIOEDUKASI Vol 22 No. 1 (2024)
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bioedu.v22i1.42695

Abstract

There have been no publications on birds found in the wetlands of Barito Kuala District. If anything, the prevailing assumption is that many water birds are found in these wetlands. The research objective was to record bird species and analyze their presence in the wetlands. Diurnal birds were observed from 07.00-10.00 and 15.00-18.00 on three sites consisting of swamps, paddy fields, and rubber plantations in January 2023. Observers walked two kilometers back and forth for three times on each site. Thirty species (22 families) of birds were found and only 3 species were categorized as water birds. Most of these birds are of least concerned and are not protected. The degree of similarity between bird communities between sites ranged from 0.31 to 0.36. The level of similarity is likely to increase if the observations are made with a greater number of repetitions
KESESUAIAN RUANG TERBUKA HIJAU DENGAN PENDEKATAN ANALISIS PENGINDERAAN JAUH WILAYAH KOTA BANJARBARU Rosadi, Hadi; Hatta, Gusti Muhammad; Soendjoto, Mochamad Arief
Jurnal Hutan Tropis Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 2 Edisi Juni 2024
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v12i2.19752

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran lokasi prioritas untuk pembangunan ruang terbuka hijau di Kota Banjarbaru dengan pemanfaatan penginderaan jauh. Analisis diperlukan untuk memberikan rekomendasi kepada pemerintah kota agar dapat memenuhi proporsi ruang terbuka hijau minimal 30% luas wilayah perkotaan. Citra Satelit Sentinel-2A dan Citra DEM (Digital Elevation Model) menjadi data utama untuk dianalisis memanfaatkan penginderaan jauh agar memperoleh data spasial berupa kerapatan vegetasi (NDVI), kelembaban (NDMI), keterbangunan lahan (NDBI), kemiringan lereng (Slope), dan jarak dari permukiman (Buffer) yang diberikan skor pada setiap hasil analisis. Berdasarkan hasil analisis luas sebaran lokasi dengan Skala Sangat Prioritas seluas 18,31 hektar yang banyak tersebar pada daerah Gunung Kupang, Kelurahan Cempaka dan Skala Prioritas seluas 6.001,88 hektar setara dengan 20% luasan Kota Banjarbaru sehingga cukup untuk direkomendasikan kepada instansi terkait pengembangan ruang terbuka hijau di Kota Banjarbaru.
The potential of the special purpose forest area of Lambung Mangkurat University as a biology learning resource Hendra, Hendra; Soendjoto, Mochamad Arief
Practice of The Science of Teaching Journal: Jurnal Praktisi Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2024): August
Publisher : HAFECS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58362/hafecspost.v3i2.89

Abstract

Special Purpose Forest Area of Lambung Mangkurat University (KHDTK ULM) is a forest area whose management is handed over by the Ministry of Environment and Forestry to Lambung Mangkurat University for education and training purposes. As an educational institution, ULM should already have data regarding the diversity and richness of living species in the forest area. This diversity and wealth must of course be utilized sustainably. This research aims to analyze the potential of KHDTK ULM and its use as a biology learning resource. The method used in research is literature study. The literature in this case is various publications published in the last five years and can be accessed on Google Scholar as well as the Sinta ranking. Quite a lot of plants and animals have been used as research objects, but many still need to be explored in more depth. Research results should not just be turned into articles to be published in scientific journals, but also developed further into learning materials. Conditions like this also show the potential of forest areas as a source of learning biology, not only to increase knowledge but also to train critical thinking skills. Abstrak. Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Universitas Lambung Mangkurat (KHDTK ULM) adalah kawasan hutan yang pengelolaannya diserahkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kepada Universitas Lambung Mangkurat untuk tujuan pendidikan dan pelatihan. Sebagai lembaga pendidikan, sudah selayaknya ULM memiliki data terkait dengan keragaman dan kekayaan spesies makhluk hidup di kawasan hutan tersebut. Keragaman dan kekayaan itu harus dimanfaatkan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi KHDTK ULM dan pemanfaatannya sebagai sumber belajar biologi. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah studi pustaka. Pustaka dalam hal ini adalah berbagai publikasi yang terbit dalam kurun lima tahun terakhir dan dapat diakses pada Google Scholar serta pemeringkatan Sinta. Cukup banyak tumbuhan dan hewan yang telah dijadikan obyek penelitian tetapi banyak yang masih perlu diungkap lebih dalam. Hasil penelitian pun seharusnya tidak sekedar dijadikan artikel untuk dipublikasi pada jurnal ilmiah, tetapi juga dikembangkan lebih jauh menjadi bahan pembelajaran. Kondisi seperti ini sekaligus menunjukkan potensi kawasan hutan sebagai sumber belajar biologi, tidak sekedar untuk meningkatkan pengetahuan tetapi juga untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis.
KERAGAMAN JENIS PAKAN DAN STATUS HABITAT BEKANTAN (Nasalis larvatus) DI EKOSISTEM RIPARIAN SUNGAI KATINGAN, KALIMANTAN TENGAH Ariyani, Helma; Fithria, Abdi; Soendjoto, Mochamad Arief
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i6.9060

Abstract

Bekantan merupakan satwa endemik Kalimantan yang statusnya hampir punah. Salah satu cara menjaga kelestarian satwa ini dengan mempertahankan habitat yang memiliki potensi sebagai pakan bekantan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis sumber pakan bekantan, menganalisis keragaman jenis pohon habitat bekantan, dan menganalisis status habitat bekantan di ekosistem riparian sungai Katingan, Kalimantan Tengah. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode accidental sampling untuk pengambilan data pohon pakan, pengambilan data vegetasi dilakukan dengan metode jalur. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu (1) Pohon pakan bekantan di peroleh sebanyak 13 jenis pohon, presentasi terbesar bekantan adalah memakan daun sebesar 38% dan family yang terbanyak dimanfaatkan bekantan untuk makan adalah Myrtaceae sebesar 22%, (2) keragaman jenis vegetasi habitat bekantan di sungai Katingan pada tingkat tiang didapatkan H’ sebesar 3,14 sedangkan pada tingkat pohon didapatkan H’ sebesar 2,82 yang artinya keanekaragaman pada tingkat tiang dikategorikan tinggi dan vegetasi pohon dikategorikan sedang, (3) status habitat bekantan di hutan riparian di luar kawasan konservasi Taman Nasional Sebangau dengan tipe habitat penggunaan lain, dan tidak mendukung terhadap konservasi.
Macroscopic Fungi in Grassland and Rubber Plantation Habitat Types in Special Purpose Forest Areas of Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia Lefi, Elsa Lenia; Soendjoto, Mochamad Arief; Fitriani, Adistina; Riefani, Maulana Khalid
Biota Vol 17 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In addition to secondary natural forests, other habitat types that also exist in the Special Purpose Forest Area of Universitas ​​Lambung Mangkurat (KHDTK ULM) are grasslands and rubber plantations. While previous studies have documented macroscopic fungal species in secondary natural forests, there has been no documentation on fungi in the last two habitat types. This study aimed to analyze macroscopic fungal species present in these two habitat types and the substrates they inhabit. Fungal species and their substrates were recorded on a 250 m x 8 m track between May and September 2024. Each track was placed at threelocations representing grasslands and three locations representing rubber plantations. In total, ten fungal species were found in grasslands and 7 species in rubber plantations. The similarity index of the fungal communities in the two habitats was categorized as very low (23.53%). Additionally, more fungal species were found on substrates such as dead trunks (rotten wood) compared to those found in the soil
KEPRAKTISAN APLIKASI ANDROID ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA Rahman, Aulia; Soendjoto, Mochamad Arief; Dharmono, Dharmono
Journal of Banua Science Education Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbse.v5i1.333

Abstract

Inovasi sumber belajar menggunakan aplikasi android berbasis potensi lokal yang terdapat pada suatu daerah merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah dalam pembelajaran mata kuliah etnobotani. Penelitian pengembangan ini bertujuan menguji aplikasi android etnobotani tumbuhan obat terhadap keterampilan berpikir kritis mahasiswa. Tahap-tahap pengembangan meliputi evaluasi diri, uji pakar, uji perorangan, uji kelompok kecil, uji lapangan. Jenis data yaitu data deskriptif, menggunakan instrumen keterbacaan, keterlaksanaan aplikasi android dan respon mahasiswa digunakan untuk kepraktisan isi, kepraktisan harapan dan aktual. Hasil penelitian menunjukan aplikasi android etnobotani tumbuhan obat yang telah dikembangkan dinyatakan sangat praktis berdasarkan uji perorangan aplikasi android ini dinyatakan sangat baik dengan rata-rata 93,59%. Aplikasi android etnobotani tumbuhan obat terhadap keterampilan berpikir kritis mahasiswa yang telah dikembangkan dinyatakan praktis karena hasil respon mahasiswa dengan rata-rata nilai 89,19% dengan kriteria sangat baik, hasil keterlaksanaan aplikasi android rata-rata 90,09% dengan kriteria sangat setuju. Berdasarkan hal tersebut aplikasi android yang dikembangkan sangat praktis digunakan dan memudahkan mahasiswa dalam pembelajaran.
The validity of the popular science book on Rubiaceae in the Special Purpose Forest Area of Lambung Mangkurat University Hendra, Hendra; Soendjoto, Mochamad Arief; Halang, Bunda
Practice of The Science of Teaching Journal: Jurnal Praktisi Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : HAFECS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58362/hafecspost.v4i2.143

Abstract

Popular science books (PSB) on Rubiaceae in the Special Purpose Forest Area of ​​Lambung Mangkurat University (KHDTK ULM) are not available, let alone validated. PSB is a form of teaching material that supports critical thinking skills. This study aims to test the validity of the PSB on the Rubiaceae Family in KHDTK ULM as a learning resource in the Phanerogamae course. PSB contains 15 species of the Rubiaceae family as learning objects. The subjects were three experts (validators). They work as ULM lecturers and one of them teaches the Phanerogamae course. Validation was carried out on eight linguistic aspects with 14 assessment criteria. The average scores for the aspects of coherence (89.6%), readability (91.7%), use of vocabulary (100%), understanding of sentence meaning (83.3%), use of doubtful words (91.7%), application and implication (91.7%), use of definitions or explanations (83.3%), and other styles (83.3%). The PSB is categorized as highly valid and can be used as teaching material or a learning resource for the Phanerogamae course. Practicality and effectiveness tests are recommended to ensure the PSB is truly suitable for use. Abstrak. Buku sains popular (BSP) tentang Rubiaceae di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Universitas Lambung Mangkurat (KHDTK ULM) tidak tersedia, apalagi tervalidasi. BSP merupakan salah satu bentuk bahan ajar yang mendukung keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas BSP tentang Famili Rubiaceae di KHDTK ULM sebagai sumber belajar pada mata kuliah Phanerogamae. Buku ini mengandung 15 spesies famili Rubiaceae sebagai obyek pembelajaran. Subjeknya tiga ahli (validator). Mereka berprofesi sebagai dosen ULM dan salah satunya pengampu mata kuliah Phanerogamae. Validasi dilakukan terhadap delapan aspek kebahasaan dan 14 kriteria penilaian. Nilai rerata aspek koherensi (89,6%), keterbacaan (91,7%), penggunaan kosa kata (100%), pemahaman atas makna kalimat (83,3%), penggunaan kata-kata meragukan (91,7%), aplikasi dan implikasi (91,7%), penggunaan definisi atau penjelasan (83,3%), serta gaya lain (83,3%). BSP tersebut terkategori sangat valid, sehingga dapat digunakan sebagai bahan ajar atau sumber belajar pada mata kuliah Phanerogamae. Uji kepraktisan dan uji keefektifan direkomendasikan untuk dilaksanakan sehingga BSP tersebut benar-benar layak digunakan.