Besi cor kelabu (BTK) penggunaannya di bidang permesinan sangat banyak, baik untuk pembuatan rumah maupun komponen mesin. Sifat besi cor kelabu sangat erat kaitannya dengan jumlah kandungan struktur mikro. Pembentukan struktur mikro sangat dipengaruhi oleh komposisi, proses perlakuan peleburan. Di lingkungan industri kecil dan menengah sektor coran logam di lingkungan Ceper pada umumnya menggunakan tanur kupola, namun karena proses peleburannya hanya menggunakan bahan baku besi cor bekas (cast iron scrap) dan kokas sebagai bahan bakarnya maka kualitas produknya masih belum memenuhi standard industri. Untuk meningkatkan mutu produk mereka agar sesuai dengan standard industri telah dilakukan penelitian untuk perbaikan teknik peramuan bahan baku agar dihasilkan yang sesuai standard dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pendekatan balik (reverse approach), artinya adalah bahwa analisa dimulai dari luaran, kemudian pelacakan balik ke teknologi proses. Hasil penelitian hasil casting di Ceper masih banyak ditemukan terjadinya pengerasan pada sudut ekor burung disebabkan karena laju pendinginan terlalu tinggi sehingga terbentuk sementit dan ledeburit dalam jumlah yang terlalu banyak.