Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI SEGITIGA MELALUI PENDEKATAN PENEMUAN TERBIMBING SISWA SMP Nasruddin, N.; Mashuri, Sufri; Nafiah, Umi
Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmu Pendidikan: e-Saintika Vol 4, No 2: July 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.095 KB) | DOI: 10.36312/e-saintika.v4i2.169

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar matematika dengan penerapan pendekatan penemuan terbimbing yang dilaksanakan di kelas VIIC SMPN 1 Loea. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan 27 siswa kelas VIIC SMPN 1 Loea sebagai subjek penelitian. Prosedur PTK pada penelitian ini terdiri atas planning, implementating, observating, dan reflection. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar matematika pada materi segitiga mengalami peningkatan setelah dilakukan tes akhir. Pada siklus pertama, persentase keterlaksanaan skenario pembelajaran sebesar 81,25%, sedangkan rata-rata hasil belajar sebesar 72,96 dengan persentase ketuntasan sebesar 66,67%. Pada siklus kedua, persentase keterlaksanaan pembelajaran sebesar 100%, sedangkan rata-rata hasil belajar sebesar 81,25 dengan persentase ketuntasan sebesar 88,89%. Bedasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa.Improvement of Mathematics Learning Outcomes in Triangle Material Through Guided Discovery Approaches of Middle School StudentsAbstractThis study aims to improve mathematics learning outcomes by applying the guided discovery approach implemented in the VIIC class at SMPN 1 Loea. This research is a classroom action research (CAR) with 27 VIIC grade students at SMPN 1 Loea as research subjects. CAR procedures in this study consisted of planning, implementing, observing, and reflecting. The results showed that mathematics learning outcomes in the triangle material increased after the final test. In the first cycle, the percentage of feasibility learning scenarios was 81.25%, while the average learning outcome was 72.96 with a percentage of completeness of 66.67%. In the second cycle, the percentage of the feasibility of learning was 100%, while the average learning outcome was 81.25 with a percentage of completeness of 88.89%. Based on the results of these studies it can be concluded that the application of the guided discovery approach can improve student mathematics learning outcomes.
Peningkatan Hasil Belajar Matematika pada Materi Segitiga Melalui Pendekatan Penemuan Terbimbing Siswa SMP Nasruddin, N.; Mashuri, Sufri; Nafiah, Umi
Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmu Pendidikan: e-Saintika Vol. 4 No. 2: July 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/e-saintika.v4i2.169

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar matematika dengan penerapan pendekatan penemuan terbimbing yang dilaksanakan di kelas VIIC SMPN 1 Loea. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan 27 siswa kelas VIIC SMPN 1 Loea sebagai subjek penelitian. Prosedur PTK pada penelitian ini terdiri atas planning, implementating, observating, dan reflection. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar matematika pada materi segitiga mengalami peningkatan setelah dilakukan tes akhir. Pada siklus pertama, persentase keterlaksanaan skenario pembelajaran sebesar 81,25%, sedangkan rata-rata hasil belajar sebesar 72,96 dengan persentase ketuntasan sebesar 66,67%. Pada siklus kedua, persentase keterlaksanaan pembelajaran sebesar 100%, sedangkan rata-rata hasil belajar sebesar 81,25 dengan persentase ketuntasan sebesar 88,89%. Bedasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa.Improvement of Mathematics Learning Outcomes in Triangle Material Through Guided Discovery Approaches of Middle School StudentsAbstractThis study aims to improve mathematics learning outcomes by applying the guided discovery approach implemented in the VIIC class at SMPN 1 Loea. This research is a classroom action research (CAR) with 27 VIIC grade students at SMPN 1 Loea as research subjects. CAR procedures in this study consisted of planning, implementing, observing, and reflecting. The results showed that mathematics learning outcomes in the triangle material increased after the final test. In the first cycle, the percentage of feasibility learning scenarios was 81.25%, while the average learning outcome was 72.96 with a percentage of completeness of 66.67%. In the second cycle, the percentage of the feasibility of learning was 100%, while the average learning outcome was 81.25 with a percentage of completeness of 88.89%. Based on the results of these studies it can be concluded that the application of the guided discovery approach can improve student mathematics learning outcomes.
Hukum dan Masyarakat : Bullying dan Penegakan Hukum Di Indonesia Ahzar, Rizki Maulana; Arkanbariq, Anantya Aliyya; Nafiah, Umi
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i1.999

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta, berdasarkan kebutuhan untuk meningkatkan pemahaman warga mengenai berbagai bentuk bullying dan mekanisme penegakan hukumnya, terutama konteks digital. Tema ini dipilih karena kasus bullying, baik secara langsung maupun melalui media sosial yang meningkat dan dianggap sebagai hal wajar dalam interaksi sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan edukasi hukum yang melibatkan peran aktif masyarakat. Pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan hukum, diskusi interaktif, pembagian leaflet edukatif, serta pemberian pre test dan post test guna menilai peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman warga mengenai konsep bullying, dampak yang ditimbulkan, dasar hukum dalam KUHP, UU Perlindungan Anak, dan UU ITE, prosedur pelaporan ke KPAI dan kepolisian. Warga juga berkomitmen membentuk gerakan sadar hukum di tingkat kelurahan. Secara keseluruhan, kegiatan ini menegaskan pentingnya edukasi hukum masyarakat sebagai langkah preventif dalam menciptakan lingkungan bebas bullying.