Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Model Numbered Head Together Dalam Meningkatkan Pemahaman Strategi Dakwah Dan Perkembangan Islam Basari
Jurnal Syntax Transformation Vol 1 No 06 (2020): Jurnal Syntax Transformation
Publisher : CV. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jst.v1i6.92

Abstract

Berdasarkan hasil observasi, nilai evaluasi pada tahun 2018/2019 hanya 27,5% (11 siswa) dari 40 siswa yang dinilai sudah memahami tentang Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di Indonesia. Untuk menjawab persoalan-persoalan tersebut perlu diterapkan suatu cara alternatif mempelajari PAI yang kondusif dengan suasana yang cenderung rekreatif sehingga memotivasi siswa untuk mengembangkan potensi kreativitasnya. Salah satu alternatif yang bisa digunakan adalah dengan penerapan Model Numbered Head Together (NHT). Dengan penggunaan teknik ini diharapkan agar materi pelajaran PAI dapat mudah dipahami dan dapat meningkatkan motivasi serta prestasi belajar siswa terhadap mata pelajaran PAI. Langkah-langkah penting dalam penelitian yang meliputi perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection) mesti dipahami dengan benar. Keyakinan seorang penelitian tentang babak sisklus yang mesti dilewati sehingga masalah di kelas dapat dipecahkan. Dalam penelitian ini prosedur tindakan mengadopsi prosedur Kemmis dan Mc Taggart dimana tindakan dan observasi dijadikan satu kesatuan. Dari hasil penelitian dan pembahasan, bahwa penerapan Model Numbered Head Together (NHT) dalam pembelajaran PAI pada materi “Memahami Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di Indonesia” di Kelas XII TKJ 1 SMK Negeri 1 Jamblang Kabupaten Cirebon dapat disimpulkan aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada materi “Memahami Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di Indonesia” di kelas XII TKJ 1 SMK Negeri 1 Jamblang Kabupaten Cirebon pada tiap siklusnya mengalami peningkatan, pada siklus I aktivitas belajar siswa menunjukkan kategori cukup (48 %); pada siklus II aktivitas belajar siswa menunjukkan kategori baik (80%). Kinerja guru dalam kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada materi “Memahami Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di Indonesia”, menunjukkan peningkatan, pada siklus I menunjukkan rata-rata 46 % (cukup), pada siklus II naik, dan menunjukkan rata -rata 92 % (baik sekali). Hasil belajar siswa pada setiap siklusnya mengalami peningkatan, hasil awal menunjukkan skor rata-rata: 56,75 sedangkan hasil pada siklus I naik menjadi skor rata-rata: 72,50. Pada siklus II naik menjadi skor rata-rata: 84,38.
Analysis of an Integrated QEEG-Neurofeedback System Utilizing Active Stimuli for Non-Pharmacological Intervention in Enhancing Neurobehavioral Function Mahatidana, Pradipta; Musridharta, Eka; Basari
International Journal of Electrical, Computer, and Biomedical Engineering Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62146/ijecbe.v2i2.47

Abstract

Quantitative Electroencephalogram (QEEG) and Neurofeedback (NF) are employed in the diagnosis and treatment of neurobehavioral deficits associated with various clinical conditions. These approaches enable the exploration of EEG usage within the context of neurobehavioral electrophysiology. This study aims to elucidate the fundamental evidence supporting NF and to outline strategies for its further development and application in ameliorating neurobehavioral deficits. Numerous research studies have demonstrated the efficacy of NF in enhancing neurobehavioral functions, including attention, language, memory, visuospatial abilities, and executive function. This study intends to develop an NF system that includes the establishment of a robust approach to QEEG transformation and database. The closed-loop QEEG-NF system under development incorporates active visual and auditory stimuli that leverage stochastic phenomena. The efficacy of the QEEG NF treatment was confirmed with a statistically significant increase in alpha brain wave percentages post-treatment (p = 0.018), indicating that the system effectively enhances alpha brain wave production.
PERFORMA OPTIMASI POLA ELEKTRODA DALAM ELECTRICAL IMPEDANCE TOMOGRAPHY (EIT) Ramandha, Armelia; Basari
Jurnal Informatika dan Rekayasa Elektronik Vol. 7 No. 2 (2024): JIRE NOPEMBER 2024
Publisher : LPPM STMIK Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36595/jire.v7i2.1224

Abstract

Abstrak Electrical Impedance Tomography (EIT) adalah teknik pencitraan medis yang merekonstruksi gambar berdasarkan distribusi konduktivitas jaringan biologis. EIT memiliki keunggulan seperti portabilitas, resolusi temporal yang baik, biaya rendah, non-invasif, bebas ionisasi, dan bebas radiasi, namun memiliki resolusi spasial yang lebih rendah dibandingkan dengan teknik pencitraan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pola elektroda dan teknik rekonstruksi guna meningkatkan kualitas gambar EIT. Sistem EIT yang digunakan terdiri dari AD5933 untuk pengukuran impedansi, multiplexer 16-pin untuk pemilihan elektroda, Arduino Nano untuk kontrol multiplexer, dan Raspberry Pi untuk pemrosesan data dan rekonstruksi gambar. Perangkat lunak berbasis Tkinter dan pyEIT dikembangkan untuk memudahkan pengguna dalam memilih pola elektroda (Adjacent, Cross, Opposite) dan algoritma rekonstruksi (Back-Projection (BP), Jacobian (JAC), GREIT). Simulasi dilakukan untuk menilai kesamaan antara gambar yang direkonstruksi dengan ground truth menggunakan nilai Structural Similarity Index Measure (SSIM). Hasil simulasi menunjukkan bahwa rekonstruksi JAC dengan pola elektroda adjacent menghasilkan nilai SSIM tertinggi sebesar 0,9427, sementara hasil eksperimen menunjukkan bahwa rekonstruksi BP dengan pola elektroda adjacent menghasilkan nilai SSIM tertinggi sebesar 0,9399. Pola elektroda cross menghasilkan noise berlebihan dan nilai SSIM rendah, sedangkan pola elektroda opposite memerlukan penyesuaian lebih lanjut. Total data yang dihasilkan berbeda dan mempengaruhi waktu pengukuran, dengan urutan elektroda adjacent memiliki data terbanyak dengan waktu akuisisi terpanjang. Hasil penelitian ini memberikan panduan dalam memilih urutan elektroda dan teknik rekonstruksi terbaik untuk meningkatkan kualitas gambar pada sistem EIT.