Rasi'in, Rasi'in
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDIDIKAN ISLAM DAN ILMU PENGETAHUAN DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN DOKTER MUSLIM Rasi'in, Rasi'in
Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11 No 1 (2020): Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/atjpi.v11i1.6360

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep integrasi pendidikan Islam dan ilmu pengetahuan pada kurikulum pendidikan dokter UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mix Method yang menggunakan pendektan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan untuk menggali informasi berkaitan dengan proses pelaksanaan intergrasi keilmuan dan keislaman menurut persepsi dosen dan pengelola serta mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Kurikulum Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta secara umum sama dengan kurikulum Fakultas Kedokteran pada Perguruan Tinggi lainnya. Namun pada muatan lokal dan muatan keunggulan terdapat perbedaan sebagai ciri khusus bagi masing-masing Perguruan Tinggi tersebut.
MENAKAR STANDAR MADRASAH BERMUTU Rasi'in, Rasi'in
Kordinat: Jurnal Komunikasi antar Perguruan Tinggi Agama Islam Vol. 15 No. 1 (2016): Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Agama Islam
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kordinat.v15i1.6308

Abstract

Menakar Standar Madrasah Bermutu. Sebagai lembaga pendidikan Islam, madrasah mengalami pasang dalam perjalannya, terutama jika dilihat dari kedudukannya dalam perundangan. Sebelumnya madrasah merupakan lembaga pendidikan kelas dua sebagai subsistem pendidikan nasional. Namun semenjak lahirnya Undang-undang No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, madrasah memiliki kedudukan yang sama dengan lembaga pendidikan umum pada umumnya. Madrasah adalah sekolah umum berciri khas agama Islam. Madrasah Ibtidaiyah sama dengan SD, Madrasah Tsanawiyah sama dengan SMP, dan Madrasah Aliyah sama dengan SMA. Tamatan Ibtidaiyah dapat melanjutkan ke SMP, tamatan Madrasah Tsanawiyah dapat melanjutkan ke SMA, dan demikian sebaliknya, yang pada masa-masa sebelumnya tidak seperti itu. Dengan kata lain sebenarnya madrasah itu adalah sekolah umum plus. Dari sisi ini, sebenarnya madrasah memiliki modal yang lebih baik atau lebih maju disbanding dengan sekolah umum untuk menjadikan dirinya bermutu. Sekolah bermutu dapat dilihat dari visi, misi yang jelas, pengelola yang professional dan memiliki perencanaan yang bagus
Mengatasi Tantangan Pendidikan Akhlak Anak Usia Dini di Era Digital Zahira, Athaya Nadine; Putri, Farsya Nabila; Indah, Wa Ode Nur Tiara; Dinayah, Evelyna Iffah; Rasi'in, Rasi'in
Tinta Emas: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 4 No 2 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah Institut Pesantren Mathali'ul Falah Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/tintaemas.v4i2.1759

Abstract

Pendidikan akhlak bagi anak usia dini menghadapi tantangan besar di tengah arus digital yang begitu cepat dan terbuka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hambatan utama dalam proses pembentukan akhlak anak usia dini serta merumuskan strategi yang relevan dan efektif untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif yang mengkaji berbagai sumber ilmiah. Hasil analisis menunjukkan bahwa maraknya konten negatif di dunia maya, kecenderungan anak terhadap ketergantungan teknologi, minimnya figur teladan, serta lemahnya peran pengawasan orang tua dan guru menjadi faktor penghambat utama. Kendati demikian, teknologi digital juga memiliki potensi sebagai sarana pembelajaran nilai-nilai moral apabila dimanfaatkan secara tepat. Strategi yang dapat diterapkan meliputi pendekatan keteladanan, pembiasaan perilaku positif, penyampaian nasihat secara konsisten, perhatian individual, serta pengawasan yang terintegrasi dengan penggunaan teknologi. Simpulan dari studi ini menyatakan bahwa pendidikan akhlak perlu disesuaikan dengan kondisi era digital melalui pendekatan yang adaptif, kolaboratif, dan kontekstual demi membentuk karakter anak yang tangguh dan berakhlak luhur.