Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KOMPOSISI MAKROFAUNA TANAH PADA BEBERAPA LAHAN PERTANIAN DI DESA SUMILLAN KECAMATAN ALLA KABUPATEN ENREKANG Hasyimuddin, Hasyimuddin; Nurman, Nurman; Alir, Rahmat Fajrin; Muspa, Ade; Turrahmi, Mawaddah
Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol 11, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.845 KB) | DOI: 10.26418/jpmipa.v11i2.36539

Abstract

Land is a place to live various types of biota, one of which is soil fauna. Soil fauna has an important role in maintaining soil fertility and health. The purpose of this study was to determine the diversity of soil macrofauna on Agricultural land in the Sumillan Village, Alla District, Enrekang Regency. This research was conducted in July - September 2019 at three different locations. Sampling was done using fit fall trap and hand shorting methods. The results showed that there were 3 soil macrofauna phyla, namely Annelida, Artrophoda and Molluscs. Each phylum is divided into 5 classes, namely Clitellata, Insecta, Chilopoda, Aracnida and Gastropoda, 10 Orders, 14 Families and 21 species. Soil macrofauna species found were Lumbricus teresteris, Lumbricus castaneus Pheretima hamayana, Lasius niger, Lasius sp, Minimum monomorium, Soloenopsis sp, Gryllus bimaculatus, Gryllus sp 1, Gryllus sp 2, Blatella niger, Lasius sp, Minimum monomorium, Soloenopsis sp, Gryllus bimaculatus, Gryllus sp 1, Gryllus sp 2, Blatella sp, Macrotermes sp fuscipen, Leptosia nina, Scolopendra alternans, Pardosa milvina, Euryopis saukea, Vaginula sp and Achatina fulica.Abstrak Tanah merupakan tempat hidup berbagai jenis biota, salah satunya adalah fauna tanah. Fauna tanah memiliki peran penting dalam menjaga kesuburan dan kesehatan tanah. Tujuan dari penelitian ini adalalah untuk mengetahui keanekaragaman makrofauna tanah pada lahan pertanian di Desa Sumillan Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Juli - September 2019 pada tiga lokasi berbeda. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode fit fall trap dan hand shorting. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 filum makrofauna tanah yaitu Annelida, Artrophoda dan Molusca. Masing-masing filum ini terbagi dalam 5 kelas yaitu Clitellata, Insecta, Chilopoda, Aracnida dan Gastropoda, 10 Ordo, 14 Family dan 21 spesies. Spesies makrofauna tanah yang ditemukan yaitu Lumbricus teresteris, Lumbricus castaneus Pheretima hamayana, Lasius niger, Lasius sp, Monomorium minimum, Soloenopsis sp, Gryllus bimaculatus, Gryllus sp 1, Gryllus sp 2, Blatella sp, Macrotermes sp, Chelisoches sp, Paederus sp, Paederus fuscipen, Leptosia nina, Scolopendra alternans, Pardosa milvina, Euryopis saukea, Vaginula sp dan Achatina fulica.Kata Kunci: Desa Sumillan, Keragaman Jenis, Makrofauna Tanah
Analisis Komparatif Penilaian Kualitas Air di Sungai Tangka menggunakan Indeks BMWP ASPT dan Indeks EPT Nurman, Nurman; Muspa, Ade; Turrahmi, Mawadda; Suhartono, Suhartono
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 5 No 2 (2025): Mei-Agustus
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v5i2.56925

Abstract

Analisis kualitas air sungai dengan menggunakan bioindikator sangat penting dilakukan dengan menggunakan indeks yang tersedia guna memahami hubungannya dengan perubahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas indeks BMWP ASPT dan indeks keanekaragaman EPT dalam mengevaluasi kualitas air Sungai Tangka, menganalisis kesesuaian dan keterkaitan hasil dari kedua indeks tersebut dan menyediakan data komprehensif tentang kualitas air berdasarkan kedua indeks. Pengambilan sampel dilakukan pada 5 stasiun dengan total 45 titik sampling di Sungai Tangka. Makroinvertebrata yang teridentifikasi dianalisis dengan menggunakan indeks BMWP ASPT dan indeks keanekaragaman makroinvertebrata untuk mengevaluasi kualitas air Sungai Tangka. Hasil kategorisasi kualitas air dari kedua indeks akan dibandingkan secara deskriptif untuk menilai kesesuaiannya dengan kondisi Sungai Tangka. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas air Sungai Tangka masih sangat bersih dan tidak tercemar. Kedua indeks menunjukkan hasil yang konsisten dengan mayoritas stasiun diklasifikasikan dalam kategori sangat baik berdasarkan skor ASPT (>6) dan jumlah takson EPT (>7 famili). Namun, di stasiun 1 yang menujukkan nilai kelimpahan EPT terendah, skor ASPT tetap menunjukkan kualitas sangat baik yang mengindikasikan bahwa BMWP-ASPT lebih inklusif karena mempertimbangkan semua famili makroinvertebrata, sedangkan indeks EPT lebih sensitif hanya terhadap ordo tertentu.
KEANEKARAGAMAN KEPITING BIOLA (Uca SPP.) DI EKOSISTEM MANGROVE TONGKE- TONGKE SINJAI TIMUR KABUPATEN SINJAI Turrahmi, Mawadda; Muspa, Ade; Nurman; Baso, Rihlaeni Duha A.; Amrullah, Syarif Hidayat
Jurnal Biogenerasi Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11, no 1, 2026, (Januari - Maret 2026)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v11i1.8128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai keanekaragaman kepiting biola (Uca spp.) di kawasan mangrove Tongke-Tongke, Sinjai Timur. Pengambilan sampel dilakukan di empat stasiun pengamatan menggunakan pengamatan langsung yang dikombinasikan dengan teknik pengambilan sampel bertujuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga spesies kepiting biola, yaitu Uca rosea, Uca perplexa, dan Uca jocelynae, yang tersebar tidak merata di seluruh stasiun pengamatan. Analisis indeks ekologi menunjukkan keanekaragaman spesies yang rendah di Stasiun I (H' = 1,07) dengan keseragaman yang tinggi (E = 0,97), sedangkan Stasiun II juga menunjukkan keanekaragaman yang rendah (H' = 0,61) tetapi dengan keseragaman yang sedang (E = 0,55). Tidak ditemukan kepiting biola di Stasiun III dan IV, yang terletak di dekat permukiman penduduk dan kawasan ekowisata. Parameter lingkungan yang diukur meliputi suhu (29,96–30,94 °C), pH (7,4–7,5), salinitas (26,5–27,6‰), oksigen terlarut (DO; 5,29–6,0 mg/L), dan jenis substrat mulai dari lempung berpasir hingga lempung liat berpasir. Temuan ini menunjukkan bahwa keberadaan kepiting biola dapat berfungsi sebagai bioindikator kesehatan ekosistem mangrove, dengan distribusinya sangat dipengaruhi oleh karakteristik substrat dan kondisi lingkungan, terutama di daerah yang mengalami gangguan antropogenik minimal.