Haryono, Didied
Advanced Material And Tomography Laboratory, Faculty Of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa , Jl. Jenderal Sudirman Km 3, Cilegon – Banten 42435

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Investigation on Structural and Optical Properties of ZnO Film Prepared by Simple Wet Chemical Method Sholehah, Amalia; Mulyadi, Rendi; Haryono, Didied; Muttakin, Imamul; Rusbana, Tb Bahtiar; Mardiyanto, Mardiyanto
IPTEK Journal of Proceedings Series No 4 (2018): The 3rd International Conference On Materials and Metallurgical Engineering and Technol
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23546026.y2018i4.3838

Abstract

ZnO thin layer has a broad potential application in electronic and optoelectronic devices. In this study, vertically align ZnO layers were deposited on ITO glass using wet chemistry method. The seed layers were prepared using electrodeposition technique at 3°C. The growing process was carried out using chemical bath deposition at 90°C. To improve the structural properties, two different hydrothermal treatment variations were applied separately. From the experiment, it is shown that the hydrothermal process using N2 gas has given better results, compared to the conventional treatment.
Simulasi Monitoring Proses Flotasi Kolom Dengan Electrical Capacitance Volume Tomography Haryono, Didied; Nugraha, Harisma; Faishal, Hermansyah Emir
Jurnal Furnace Vol 4, No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Department of Metallurgical Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flotasi merupakan proses pemisahan mineral berharga dari pengotornya. Monitoring proses flotasi saat ini hanya bisa dilakukan pada sumbu x-y. Untuk memonitoring pada sumbu x, y dan z digunakan teknologi tomografi yaitu Electrical Capasitance Volume Tomography (ECVT). Untuk melihat kemampuan sistem ECVT dalam memonitoring proses flotasi dilakukan simulasi dengan software komputasi OpenFOAM. Tahap pertama simulasi ini adalah melakukan studi literatur tentang simulasi CFD dan Simulasi ECVT untuk menentukan batasan simulasi. Tahap kedua yaitu melakukan simulasi CFD flotasi kolom dengan variabel; ukuran gelembung dan kecepatan injeksi udara atau laju alir udara. Tahap ketiga melakukan simulasi ECVT dengan objek gelembung statis dan tahap terakhir melakukan simulasi integrasi ECVT-CFD. Pada gelembung 3, 6 dan 9 layers didapatkan distribusi permitivitas dari objek yang berada didalam sensor yang ditampilkan dalam bentuk peta warna. Pada daerah warna yang lebih cerah menandakan daerah gelembung. Dengan distribusi permitivitas relatif Daerah gelembung 3, 6 dan 9 layer berturut-turut 0,2584, 0,2563, dan 0.,2495. Sedangkan daerah warna yang lebih gelap (merah) menandakan daerah air dengan dtsribusi permitivtas ralatif adalah 1. Pada simulasi gelembung dinamis diperoleh volume gelembung untuk setiap laju udara yang diberikan 3, 4, dan 5 liter/menit yaitu 13.319 mm3, 15.733 mm3 dan 22.337 mm3. Jumlah gelembung hasil simulasi flotasi kolom pada laju alir udara 3,4 dan 5 liter/menit adalah 14,75%, 15,63% dan 19,34%. Sedangkan hasil eksperimen 14,06%, 15,23%, dan 18,55%. Berdasarkan hasil tersebut simulasi flotasi kolom yang dilakukan mampu menghasilkan gelembung dengan kondisi yang hampir sama dengan eksperimen.
Inspeksi Cacat Sambungan Las Pelat Baja Karbon Rendah menggunakan Magnetic Induction Tomography dengan Sensor Planar 2 Channel Fitriani, Annisa Nur; Haryono, Didied; Al-huda, Mahfudz
Jurnal Furnace Vol 4, No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Department of Metallurgical Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelasan logam merupakan proses fabrikasi untuk membuat sambungan antara dua atau lebih logam dengan memanaskannya hingga mencapai titik leleh logam tersebut dengan atau tanpa penggunaan tekanan dan logam pengisi. Kualitas hasil lasan dipengaruhi oleh ada tidaknya cacat pada hasil lasan. Cacat adalah diskontinuitas dengan ukuran melebihi batas dari spesifikasi dan standar yang telah ditentukan. Diskontinuitas las merupakan interupsi pada struktur lasan seperti ketidakhomogenan sifat mekanik, metalurgi, atau fisika pada material atau lasan. Salah satu metode untuk mengetahui keberadaan diskontinuitas adalah dengan pengujian tidak merusak (non- destructive test). Metode pengujian tidak merusak yang umum digunakan untuk menginspeksi hasil lasan adalah radiografi dan ultrasonik. Saat ini, salah satu metode yang sedang dikembangkan untuk pengujian tidak merusak adalah Magnetic Induction Tomography (MIT). Selain karena bersifat non-intrusive dan contacless, kelebihan MIT adalah aman dari bahaya radiasi dan relatif murah. Penelitian ini menggunakan sensor MIT fleksibel dengan koil pemancar dan koil penerima terbuat dari koil tembaga. Kedua koil dililit sebanyak tiga kali hingga membentuk koil spiral berdiameter 5 mm. Sampel yang digunakan adalah pelat baja A53 yang telah diberi cacat buatan. Eksperimen dilakukan dengan menggeser sensor secara perlahan searah sumbu-x melewati lokasi diskontinuitas. Diskontinuitas yang diinspeksi adalah cacat lubang berdiameter 1-4 mm serta cacat retak dengan orientasi arah horizontal dan vertikal. Perubahan fase yang diperoleh untuk cacat lubang berdiameter 1, 2, 3, dan 4 mm berturut-turut adalah 2.1o, 8.7 o, 10.1 o, dan 19.5 o. Sedangkan perubahan fase tertinggi yang diperoleh untuk cacat retak horizontal dan vertikal berturut-turut adalah 14 o dan 3 o.
Pengaruh Waktu dan Media Quenching Pada Metode Hot Dip Galvanizing terhadap Kualitas Produk Lapisan, Struktur Mikro, dan Sifat Kekerasan Baja Karbon Rendah Adhitya Trenggono; Didied Haryono; Alvandito Wahyu Kuncoro
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 2 (2016): Maret 2016
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v1i2.1549

Abstract

Baja karbon rendah SPCC-SD dengan standar JIS G3141 merupakan jenis baja yang digunakan  untuk pembuatan struktur baja, pipa, otomotif dan fabrikasi lainnya. Baja karbon rendah ini memiliki sifat mekanik yang baik. Akan tetapi baja ini dapat mengalami korosi yang tidak dapat dicegah. Salah satu cara memproteksi baja dari serangan korosi adalah dengan metode hot dip galvanizing. Metode ini dilakukan dengan cara mencelupkan baja ke dalam lelehan zinc pada temperatur 450-460oC, dan menghasilkan lapisan intermetalik Fe-Zn yang memproteksi baja dari korosi. Tahap pre-treatment, lamanya waktu hot dip, temperatur batch hot dip dan media quenching akan mempengaruhi hasil lapisan yang terbentuk. Penelitian ini menggunakan tungku pencelupan dengan batch hot dip galvanizing. Proses hot dip galvanizing ini dilakukan pada berbagai variasi waktu pencelupan 2, 3, dan 4 menit, serta menggunakan media quenching berupa natrium dichromate, air, udara, dan oli. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa baja dengan waktu celup 3 menit memiliki tampak rupa yang paling baik, dan media pendingin natrium dichromate sebagai passivasi tahan terhadap white rust. Ketebalan lapisan yang sesuai standar ASTM A123 terdapat pada media quenching air dan waktu hot dip 3 menit dengan tebal yang dihasilkan sebesar 65 μm. Nilai kekerasan paling tinggi, yaitu sebesar 57,75 HRB. Berdasarkan analisa struktur mikro dapat diketahui bahwa terbentuk empat fasa intermetalik Fe-Zn, yaitu eta, zeta, delta, dan gamma yang beragam bentuk dan tebalnya.