Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KECEPATAN PELARUTAN PIROKSIKAM HASIL PEMBENTUKAN DISPERSI PADAT DENGAN PEG 4000 DAN PEG 6000 Ajeng Padma Kumala
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Piroksikam merupakan obat analgetika – antipiretika dan anti inflamasi yang memiliki kelarutan dalam air sangat kecil. Mekanisme absorpsinya difusi pasif, maka kecepatan pelarutan bahan obat menjadi langkah penentu dalam proses absorpsinya. Untuk mengatasi permasalahan kelarutan tersebut dilakukan usaha dengan pembentukan dispersi padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kecepatan pelarutan tablet piroksikam hasil pembentukan dispersi padat dengan PEG 4000 dan PEG 6000.Metode: Tablet piroksikam dibuat dengan variasi kadar PEG 4000 dan PEG 6000 yaitu FI (0% PEG),F II (2,5 % PEG 4000), F III (5,0 % PEG 4000), F IV (7,5 % PEG 4000), F V (2,5 % PEG 6000), FVI (5,0 % PEG 6000), dan F VII (7,5 % PEG 6000). Pembentukan dispersi padat piroksikam dengan PEG 4000 dan PEG 6000 dengan metode peleburan, hasil leburan didinginkan dan dipadatkan sambil diaduk kuat. Hasil dispersi padat dan bahan tambahan kecuali bahan pelicin digranulasi dengan bahan pengikat solutio gelatin 10%. Massa granul yang diperoleh diayak ukuran 12 mesh dan dikeringkan pada suhu 50oC. Granul kering yang diperoleh diayak ukuran 14 mesh dan dicampur homogen dengan talk dan magnesium stearat. Kemudian dilakukan uji sifat alir granul meliputi waktu alir, sudut diamdan indeks pengetapan. Selanjutnya campuran granul yang diperoleh ditablet dengan mesin tablet single punch pada tekanan tetap. Tablet yang diperoleh diuji sifat fisik tablet meliputi keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur dan penetapan kandungan zat aktif.Hasil: Diperoleh menunjukkan bahwa pembentukan dispersi padat piroksikam dengan PEG 4000 danPEG 6000 dapat memperbaiki sifat alir granul dan sifat fisik tablet, kecuali waktu hancur tablet. Dispersi padat piroksikam dengan PEG 4000 dan PEG 6000 juga meningkatkan kecepatan pelarutan tablet piroksikam secara bermakna terhadap tablet piroksikam tanpa pembentukan dispersi padat(p<0,05). Hasil yang memberikan kecepatan pelarutan yang tercepat adalah tablet hasil pembentukan dispersi padat piroksikam dengan PEG 4000 kadar 7,5%
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DALAM PENANGANAN DEMAM PADA ANAK TERHADAP TINGKAT PENDIDIKAN IBU DI APOTEK CITRA GADING FARMA YOGYAKARTA Ajeng Padma Kumala; Ade Hikmah
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Demam merupakan salah satu penyakit yang sering diderita anak. Kasus demam pada anak tidak dapat diabaikan begitu saja. Demam pada anak juga menimbulkan fobia bagi orang tua. Para peneliti melaporkan 80% orang tua cemas ketika anak mengalami demam, dikarenakan pengetahuan orang tua tentang demam masih kurang. Salah satu faktor yang mempengaruhi pengetahuan adalah tingkat pendidikan. Observasi peneliti di Apotek Citra Gading Farma terdapat sekitar 90 ibu perbulan yang membeli obat dengan riwayat demam pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran persentase pengetahuan ibu dan hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat pendidikan ibu dalam penanganan demam pada anak di Apotek Citra Gading Farma. Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non eksperimental dengan teknik simple random sampling. Jumlah responden sebanyak 50 orang menggunakan kuesioner tertutup. Data yang dikumpulkan berupa data primer. Hasil dan Kesimpulan : Hasil penelitian menunjukkan ibu berpendidikan SD dengan pengetahuan baik sebanyak 1 orang (100%). Ibu berpendidikan SMP dengan pengetahuan baik sebanyak 5 orang (38,5%), cukup sebanyak 8 orang (61,5%). Ibu berpendidikan SMA dengan pengetahuan baik sebanyak 9 orang (37,5%), cukup sebanyak 14 orang (58,3%), kurang sebanyak 1 orang (4,2%). Ibu berpendidikan Perguruan Tinggi dengan pengetahuan baik sebanyak 10 orang (83,3%), cukup sebanyak 2 orang (16,7%). Data diolah dengan SPSS uji korelasi kendalls’tau_b, hasil sig 0,081 > 0,05, H0 diterima maka kesimpulan dalam penelitian ini tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan responden dengan tingkat pendidikan.
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT KORTIKOSTEROID DI APOTEK HS 23 PERIODE FEBRUARI – APRIL 2018 Ajeng Padma Kumala; Widianingtyas
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.v0i0.38

Abstract

Kortikosteroid merupakan obat yang mempunyai khasiat dan indikasi klinis yang sangat luas, bahkan sering disebut sebagai life saving drug. Kortikosteroid merupakan obat yang sangat banyak dipakai dalam dunia kedokteran. Manfaat dari kortikosteroid cukup besar, tetapi efek samping yang tidak diharapkan cukup besar dan merugikan kesehatan. Efek samping yang cukup serius meliputi, diabetes mellitus, osteoporosis, hipertensi dan gangguan lambung. Dewasa ini penggunaan bat kortikosteroid meningkat. Banyak pasien membeli obat dari golongan kortikosteroid dalam jumlah banyak dan intensitas yang sering. Oleh sebab itu, peneliti melakukan penelitian untuk mengevaluasi pengetahuan pasien tentang obat kortikosteroid di Apotek Hs 23. Peneliti melakukan penelitian di Apotek Hs 23 karena tingkat penggunaan obat kortikosteroid tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif non eksperimental dengan menggunakan kuesioner. Setelah data dari kuesioner terkumpul kemudian data diolah lebih lanjut ke dalam pengecekan jawaban dan dianalisis secara deskriptif analitik. Dari hasil penelitian didapatkan hasil skor jawaban benar rata-rata 58,25%, termasuk kategori tingkat pengetahuan rendah karena skor jawaban < 60%. Tingkat penggunaan obat kortikosteroid di Apotek Hs 23 relatif tinggi yaitu 66,25%.