Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Metode Analytical Hierarchy Process dalam Penentuan Kualitas Lipa' Le'leng Kabupaten Bulukumba Mansyur, St. Hajrah; Marni, Rini Alfia; As'ad, Ihwana
Buletin Sistem Informasi dan Teknologi Islam (BUSITI) Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/busiti.v5i1.2239

Abstract

Lipa’ Le’leng merupakan sarung adat khas Suku Ammatoa di Kajang, Kabupaten Bulukumba, yang memiliki nilai budaya dan ekonomi tinggi. Seiring berkembangnya teknologi dan meningkatnya minat pasar terhadap produk budaya, permintaan terhadap Lipa’ Le’leng semakin meningkat, termasuk dari masyarakat di luar komunitas Suku Kajang. Namun, ketiadaan standar kualitas baku dalam proses produksi menyebabkan variasi kualitas yang dapat memengaruhi kepuasan pelanggan. Oleh karena itu, penelitian ini mengembangkan sistem pendukung keputusan berbasis web menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan kualitas Lipa’ Le’leng berdasarkan empat kriteria utama, yaitu jenis benang, tingkat kepekatan warna, motif, dan pengkilapan. Sistem ini dikembangkan dengan model Extreme Programming (XP), yang menekankan fleksibilitas dalam pengembangan perangkat lunak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu mengolah data kriteria dengan metode AHP untuk memberikan rekomendasi kualitas kepada calon konsumen. Pengujian menggunakan metode Black Box Testing menunjukkan bahwa sistem berjalan sesuai spesifikasi yang diharapkan. Dengan adanya sistem ini, diharapkan dapat meningkatkan transparansi kualitas produk dan memberikan kemudahan bagi calon pembeli dalam menentukan pilihan berdasarkan standar yang lebih objektif.
RUMAH COCOPEAT GOWA : INOVASI SOSIAL PENGEMBANGAN AGRISOCIOPRENEURSHIP MELALUI PEMANFAATAN SABUT KELAPA BERBASIS CLEANER PRODUCTION PADA KARANG TARUNA DI TOMBOLO Aristy, Dian; Arya Putra, Muhammad Dani; Mansyur, St. Hajrah; Suriyanti, Suriyanti; Nontji, Maimuna
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 30, No 1 (2024): JANUARI-MARET
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v30i1.55679

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertujuan mengurangi penumpukan limbah sabut kelapa dengan mengolahnya menjadi media tanam cocopeat serta mengaktifkan kembali Karang Taruna melalui pemberdayaan berbasis agrisociopreneurship dengan berbagai kegiatan seperti Connect and Empower, Skill Boost Camp, Guiding Journey, dan Impactful Echo dalam mengelola limbah sabut kelapa menjadi cocopeat yang mempunyai nilai jual. Kegiatan dilaksanakan selama empat bulan dengan empat tahap utama meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil yang dicapai setelah kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yaitu Karang Taruna MataAllo yang awalnya tidak aktif menjadi aktif kembali dengan adanya program Rumah Cocopeat Gowa, limbah sabut kelapa yang dihasilkan oleh pedagang es kelapa berkurang dari 3,08 ton menjadi 1,88 ton per minggu, Karang Taruna memiliki sumber pendapatan untuk operasional Karang Taruna, Pengetahuan pengolahan sabut kelapa menjadi cocopeat meningkat dari 0% menjadi 95%, pengetahuan proses packaging dan pelabelan meningkat dari 42% menjadi 90%, pengetahuan pemasaran produk di sosial media dan market place online meningkat dari 8% menjadi 95%, pengetahuan pembukuan keuangan meningkat dari 49% menjadi 92%. Pemberdayaan berbasis Agrisociopreneurship pemanfaatan limbah sabut kelapa pada Karang Taruna di Tombolo menjadi solusi yang relevan dan efektif untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh Karang Taruna tersebut. 
RUMAH COCOPEAT GOWA : INOVASI SOSIAL PENGEMBANGAN AGRISOCIOPRENEURSHIP MELALUI PEMANFAATAN SABUT KELAPA BERBASIS CLEANER PRODUCTION PADA KARANG TARUNA DI TOMBOLO Aristy, Dian; Arya Putra, Muhammad Dani; Mansyur, St. Hajrah; Suriyanti, Suriyanti; Nontji, Maimuna
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 30 No. 1 (2024): JANUARI-MARET
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v30i1.55679

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertujuan mengurangi penumpukan limbah sabut kelapa dengan mengolahnya menjadi media tanam cocopeat serta mengaktifkan kembali Karang Taruna melalui pemberdayaan berbasis agrisociopreneurship dengan berbagai kegiatan seperti Connect and Empower, Skill Boost Camp, Guiding Journey, dan Impactful Echo dalam mengelola limbah sabut kelapa menjadi cocopeat yang mempunyai nilai jual. Kegiatan dilaksanakan selama empat bulan dengan empat tahap utama meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil yang dicapai setelah kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yaitu Karang Taruna MataAllo yang awalnya tidak aktif menjadi aktif kembali dengan adanya program Rumah Cocopeat Gowa, limbah sabut kelapa yang dihasilkan oleh pedagang es kelapa berkurang dari 3,08 ton menjadi 1,88 ton per minggu, Karang Taruna memiliki sumber pendapatan untuk operasional Karang Taruna, Pengetahuan pengolahan sabut kelapa menjadi cocopeat meningkat dari 0% menjadi 95%, pengetahuan proses packaging dan pelabelan meningkat dari 42% menjadi 90%, pengetahuan pemasaran produk di sosial media dan market place online meningkat dari 8% menjadi 95%, pengetahuan pembukuan keuangan meningkat dari 49% menjadi 92%. Pemberdayaan berbasis Agrisociopreneurship pemanfaatan limbah sabut kelapa pada Karang Taruna di Tombolo menjadi solusi yang relevan dan efektif untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh Karang Taruna tersebut.