Ayu, Rosa Devitha
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Media Edukasi Poster ISPA terhadap Pengetahuan Siswa di Desa Baru Batu, Kabupaten Pangkep Ayu, Rosa Devitha; Sa’ban, Zikrul; Aqida, Dyah Furnama; Malolo , Heldi Anjelina; Utami, Wulan Aprilia; Annisa, Zalsah Puteri; Rajab, Nur Afifah Basrani
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v5i1.401

Abstract

ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) merupakan salah satu perioritas masalah kesehatan masyarakat yang ada di Desa Bara Batu,Kacamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep. Menurut WHO, ISPA merupakan peringkat keempat dari 15 juta penyebab kematian pada setiap tahunnya. Sebagaian besar prevalensi ISPA menyerang anak atau orang tua. Cara penanganan ISPA yang efektif yaitu dengan melakukan edukasi terhadap pentingnya pencegahan dan bahaya yang ditimbulkan. Salah satu media edukasi yang tepat untuk siswa yaitu poster karena kalimat yang digunakan lebih ringan dan disertai gambar. Olehnya itu tujuan pengabdian ini untuk melihat perbedaan sebelum dan sesudah pembagian poster edukasi ISPA terhadap skor dan kategori pengetahuan siswa. Desain penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan rancangan one group pre dan post-test. Penarikan sampel menggunakan non probability random sampling dengan metode accidental sampling didapatkan 25 sampel. Hasil analisis menunjukkan karakteristik responden paling banyak pada umur 10-12 tahun yaitu 65,5% dan didominasi oleh perempuan sebanyak 65,5%. Hasil uji menunjukkan terdapat peningkatan skor pengetahuan dari 4,03±1,08 menjadi 5,55±1,24, p<0,001. Selain itu terdapat pula perubahan pengetahuan dari kurang baik menjadi baik yaitu 17 (58,6%), p<0,005. Sehingga disimpulkan bahwa, terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah pembagian poster edukasi ISPA terhadap skor dan kategori pengetahuan siswa SDN 33 Kalamesue Desa Bara Batu.
PERSEPSI REMAJA TENTANG DAMPAK PERUBAHAN IKLIM PADA KESEHATAN SEKSUAL DAN REPRODUKSI : STUDI KUALITATIF DI DESA PESISIR SULAWESI SELATAN Ayu, Rosa Devitha; Mohammad Fikri
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 21, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Krisis iklim saat ini telah menjadi perhatian kesehatan masyarakat, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah yang rentan, termasuk remaja. Penelitian ini dilakukan di Desa Kalukubodo, Kabupaten Takalar, yang merupakan wilayah terdampak bencana terkait perubahan iklim. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi remaja mengenai bagaimana krisis iklim dan peristiwa yang dipicu oleh perubahan iklim memengaruhi kehidupan mereka, dengan fokus pada kesehatan seksual dan reproduksi (KSR). Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui Focus Group Discussion dan wawancara mendalam melibatkan masing-masing tiga belas orang remaja perempuan dan laki-laki. Variabel yang diteliti meliputi peristiwa perubahan iklim yang dialami, dampak dan bentuk adaptasi yang dilakukan, data dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa remaja mengalami beberapa peristiwa terkait iklim, termasuk banjir rob, kekeringan, dan angin kencang. Namun menganggap peristiwa tersebut relatif minor dan tidak secara signifikan memengaruhi kesehatan seksual dan reproduksi mereka. Remaja perempuan mengatakan mereka mengakses layanan KSR di Puskesmas terdekat, khususnya untuk suplementasi zat besi, sedangkan remaja laki-laki menyatakan tidak pernah mengakses layanan terkait KSR. Para informan juga mengungkapkan bahwa tidak ada pelatihan/edukasi terkait dengan kesiapsiagaan bencana atau program konseling kesehatan reproduksi yang dilakukan di Desa mereka. Kurangnya pendidikan pencegahan ini meningkatkan kerentanan remaja mengingat tingginya angka pernikahan anak di Desa Kalukubodo. Kesimpulan: Meskipun dampak langsung dari peristiwa terkait iklim belum dirasakan oleh remaja,  kurangnya program edukasi KSR dan kesiapsiagaan bencana meningkatkan kerentanan remaja terhadap perubahan iklim. Sehingga diperlukan program terpadu yang ramah remaja dan berfokus pada pendidikan KSR serta kesiapsiagaan bencana untuk memperkuat ketahanan remaja.
Population Movement Patterns and Spatial Distribution of Dengue Hemorrhagic Fever Incidence in Makassar City Anugrah AR, Andi Muhammad Rezky; La Ane, Ruslan; Wisudawan, Owildan; Ayu, Rosa Devitha
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 17 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM)
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2026.17.1.80-94

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a major public health issue in Makassar City characterized by fluctuating transmission patterns. High population mobility and urban density are suspected contributors to the spatial distribution of the disease, yet studies integrating daily movement dynamics with DHF incidence remain limited. This study aims to analyze population movement patterns (motivation, frequency, distance) and their relationship to the distribution of DHF incidence in Makassar City. This cross-sectional observational study employed a spatial-temporal approach. A total of 111 respondents from nine urban villages (kelurahan) were selected via stratified random sampling based on endemicity levels. Associations between DHF history and mobility variables were tested using The Chi-Square (movement motivation) and The Wilcoxon tests (movement frequency and distance).  The results showed no statistically significant association between DHF history and movement motivation (Chi-square, p = 0.949), frequency (Wilcoxon, p = 0.435), or distance (Wilcoxon, p = 0.617). However, spatial analysis identified active population movement from high-endemicity to low-endemicity areas, potentially facilitating cryptic viral transmission through daily connectivity. Furthermore, land use analysis revealed that high-endemic areas are dominated by dense settlements with limited green open space (<10%). In conclusion, while individual movement variables show no statistical association with DHF history, the spatial connectivity suggests the need for cross-boundary dengue control. Priority should be given to surveillance and vector control at high-mobility activity hubs (e.g., schools, workplaces, and transit-linked areas) to disrupt transmission chains.