Perempuan rawan sosial ekonomi (PRSE) merupakan kelompok masyarakat rentan yang menghadapi keterbatasan akses terhadap sumber daya sosial dan ekonomi di tengah dinamika kehidupan perkotaan yang terus berubah. Dalam konteks Kota Bandung, meskipun tingkat kemiskinan menunjukkan tren penurunan dalam lima tahun terakhir, belum seluruh lapisan masyarakat merasakan hasil pembangunan secara merata. Kondisi ini menuntut kelompok PRSE untuk mengembangkan strategi adaptif dalam mempertahankan kesejahteraan keluarga sekaligus menavigasi berbagai ketidakpastian sosial dan ekonomi yang muncul di lingkungan perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi sosial yang dikembangkan oleh perempuan rawan sosial ekonomi dalam menavigasi dinamika kehidupan sosial-ekonomi melalui pendekatan realitas sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tiga informan perempuan PRSE yang dipilih secara purposive di Kelurahan Sukabungah, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis tematik Braun dan Clarke melalui tahapan transkripsi, pengkodean, kategorisasi, dan interpretasi tematik untuk mengungkap makna dari pengalaman sosial informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PRSE mengembangkan tiga strategi utama, yaitu: (1) membangun jaringan dan relasi sosial sebagai sumber dukungan material dan emosional; (2) menciptakan hubungan harmonis dengan keluarga serta lingkungan sekitar sebagai bentuk ketahanan sosial; serta (3) memanfaatkan akses terhadap program perlindungan sosial seperti bantuan pangan non tunai, layanan kesehatan, dan pendidikan sebagai penopang ekonomi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi sosial yang dijalankan PRSE berakar pada kekuatan relasi sosial, solidaritas komunitas, dan nilai-nilai gotong royong yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat perkotaan, yang secara kolektif membentuk ketahanan sosialekonomi perempuan di tengah ketimpangan sosial.