Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

UJI DETERMINAN SIKAP KESIAPSIAGAAN PEREMPUAN DI DESA KAWASAN SEMERU SUMBER WULUH LUMAJANG DALAM MENGHADAPI ERUPSI DAN BANJIR LAHAR DINGIN Ratnanik, Ratnanik; Luklukaningsih, Zuyina; Widayanti, Sukasih Ratna; Prasetyo, Jarot; Hadi, Abdul; Trisilo, Rismanto Gatot; Christanti, Paramita Lea
Widya Dharma Journal of Business - WIJoB Vol. 1 No. 02 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : FAKULTAS EKONOMI DAN PSIKOLOGI UNWIDHA KLATEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.92 KB) | DOI: 10.54840/wijob.v1i2.43

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji model apakah nilai nilai pengetahuan kesiapsiagaan towards dan perceived behavior control dalam teori Planned Behavior memiliki pengaruh positif terhadap sikap kebencanaan ibu ibu di lereng Semeru Jawa Timur. Desain penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif yang menjelaskan hubungan kausal antara satu variabel gayut dengan dua variabel bebas yang diuji. Uji hipotesis dirumuskan dalam model menggunakan uji multivariat. Populasi dalam riset seluruh ibu-ibu di lereng semeru. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling sebanyak 100 responden ibu-ibu di lereng Semeru. Hasil akhir dari model diperoleh identifikasi terdapat pengaruh positif pengetahuan kebencanaan dan perceived behavior control terhadap sikap kebencanaan. Riset kedepan bisa diperluas uji pengaruh sikap terhadap perilaku serta dikembangkan disain riset melalui penelitian eksperimen Keywords: pengetahuan, perceived behavior control, sikap, kebencanaan
KAJIAN OPTIMALISASI DISTRIBUSI JARINGAN AIR BERSIH (STUDI KASUS PDAM DELTA TIRTA SIDOARJO UNIT IPA KRIAN): Study on Water Distribution Network Optimization (A Case Study in the Sidoarjo Drinking Water Company of the Subdistric of Krian) Ratnanik, Ratnanik; Triatmadja, Radianta; Kamulyan, Budi
Spektrum Sipil Vol 5 No 1 (2018): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v5i1.130

Abstract

Hasil simulasi WaterNet jaringan eksisting dengan aliran berubah diketahui bahwa kinerja sistem jaringan tidak optimal yaitu masih terdapat aliran laminer pada pipa sebanyak 26 pipa dan sisa tekanan pada simpul pelayanan rendah yaitu 9,88 mH2O, seperti pada lokasi desa Sirapan, Kemangsen dan Jagalan. Optimalisasi jaringan eksisting dilakukan dengan metode memperbesar pipa yang berdiameter kecil dari node sub Jagalan ke node pelanggan, dan membangun tangki baru serta menaikkan elevasi tangki pada daerah pelayanan Perumtas III dimana pompa 2(dua) beroperasi. Pompa 2 yang beroperasi pada daerah pelayanan Perumtas III diatur debit dan headnya sesuai dengan daya tampung tangki baru. Setelah diadakan optimalisasi hasilnya lebih baik apabila dibandingkan dengan kondisi eksisting karena adanya penghematan operasional pompa rata-rata selama 14 jam dibanding dengan kondisi eksisting waktu operasional pompa 24 jam. Tekanan sisa pada node setelah optimalisasi menjadi lebih baik karena terjadi peningkatan tekanan di semua node meskipun sedikit yaitu 11.53 mH2O.
Training of Disaster Risk Reduction (DRR) Facilitators for Prospective Volunteer Students of Widya Dharma University Klaten Darupratomo, Darupratomo; Suryani, Yulinda Erma; Ratnanik, Ratnanik; Aini, Syarifah Aini; Suranto, Much.; Dwina, Indry
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5, No 4 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.316 KB) | DOI: 10.20961/shes.v5i4.69110

Abstract

Bencana alam gempa bumi tahun 2006 di Yogyakarta dan sekitarnya menimbulkan banyak korban jiwa. Besarnya jumlah korban disebabkan oleh kerasnya goncangan gempa dan gempa bumi susulan yang kekuatannya jauh lebih besar. Pasca gempa, penduduk masih mencari korban di reruntuhan bangunan, terperangkap dan tertimpa bangunan. Berdasarkan fenomena yang terjadi di masyarakat, maka kami sebagai civitas akademika tergerak memberikan Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana (PPRB) kepada calon fasilitator mahasiswa Unwidha yang akan diterjunkan ke Desa di seluruh Kabupaten Klaten. Tujuan pengabdian ini adalah untuk  mengurangi  besarnya  korban  jiwa  ketika  terjadi  bencana  di Kabupaten Klaten, dan dapat mengurangi Risiko fatal yang diakibatkan bencana di bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan. Metode yang dilakukan adalah penyampaian materi dengan ceramah disertai tanya jawab dari peserta, kemudian demonstrasi dan praktik. Kegiatan program pengabdian kepada masyarakat ini menghasilkan prosedur operasional manajemen pengurangan Risiko bencana dan terwujudnya Relawan Tangguh Bencana yang dapat mengimplementasikan manajemen pengurangan Risiko bencana.
Community Participation In Disaster Risk Reduction “Peseduluran Village” Suryani, Yulinda Erma; Darupratomo, Darupratomo; Ratnanik, Ratnanik; Anghraini, Kuntum Ria; Ambarsari, Dwi Wanito; Nisfa, Syafira
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5, No 4 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (914.676 KB) | DOI: 10.20961/shes.v5i4.69101

Abstract

Gunung api merapi adalah gunung aktif yang berada di dua provinsi yaitu DIY dan Jawa Tengah. DIY berada di Kabupaten Sleman, Jawa Tengah berada di 3 kabupaten yaitu Kabupaten Magelang, Boyolali dan Klaten. Kecamatan yang paling berdampak Ketika ada letusan gunung api Merapi adalah kecamatan yang berada di lereng gunung api merapi yaitu kecamatan Kemalang, Kebonarum dan Prambanan. Pengurangan risiko bencana memerlukan peran aktif masyarakat yang hidup dan tinggal di wilayah yang mempunyai kerentanan tinggi terhadap bencana. Bencana gunung api Merapi bukan sesuatu yang harus ditakuti, bencana dapat dipelajari penyebab dan risikonya. Masyarakat di Kecamatan Kemalang harus hidup sadar, siaga dan berdampingan dengan bencana. Masyarakat Klaten mampu membuat sebuah model pengurangan risiko bencana yang dapat digunakan sebagai acuan ketika menghadapi bencana, yaitu desa Peseduluran. Desa paseduluran adalah desa di daerah bencana menjalin hubungan layaknya sedulur dengan desa bebas bencana, sehingga bila terpaksa mengungsi maka tujuannya ke tempat sedulurnya. 13 “desa paseduluran” yang telah terbentuk di antaranya Desa Bawukan Kecamatan Kemalang dengan Desa Brajan Kecamatan Prambanan, Desa Sidorejo Kecamatan Kemalang dengan Desa MendenKecamatan Kebonarum, Desa Kendalsari Kecamatan Kemalang dengan Desa Karangduren, dan Desa Basin dengan Desa Pluneng Kecamatan Kebonarum.