Najoan, Herman
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KINERJA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DALAM REKONSTRUKSI DAN REHABILITASI PASCA BENCANA DI RELOKASI PANDU KECAMATAN MAPANGET KOTA MANADO Sampe, Stefanus; Polii, Akiela Tesalonika Ester; Najoan, Herman
Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 13, No 1 (2023): Dinamika Governance - APRIL
Publisher : Universitas of Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jdg.v13i1.3737

Abstract

The impact of the flash floods that occurred in early 2014 in manado caused tens of thousands of people to become victims and evacuated, and resulted in dozens of houses being damaged. Reconstruction and rehabilitatiton through the construction of relocation housing in Manado is also a reference as is the vision of the Manado City government, namely sustainable regional development through the Regional Disaster Manajement Agency. IN its implemention, it has many effects, including avoiding people from disaster- prone aeras as well as creating newregion and social life. This study aims to determine the performance of the Manado City Regional Disaster Management Agency (BPBD) in Post- Disaster Reconstruction at Pandu Relocation, Mapanget District, Manado City. The data analysis technique used is a qualitative descriptive technique in accordance with the data and facts in the field, intended to thoroughly examine the research problem. The results of this study indicate that the BPBD in the construction of relocation housing has not been expected. In this case, it is caused by problems that arise, among others, related to inadequate tools/facilities. From the results of measuring the performance level of activity cycle indicators, it was found that olny 650 household heads lived out of the 2054 units built. Coupled with the limited human resources responsible for manado relocation housing. AbstraksiDampak banjir bandang yang terjadi pada awal tahun 2014 di manado menyebabkan puluhan ribu orang menjadi korban dan mengungsi, serta mengakibatkan puluhan rumah rusak. Rekonstruksi dan rehabilitasi melalui pembangunan rumah relokasi di Manado juga menjadi acuan sebagaimana visi pemerintah Kota Manado yaitu pembangunan daerah yang berkelanjutan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Dalam pelaksanaannya banyak dampaknya, antara lain menghindarkan masyarakat dari wilayah rawan bencana serta menciptakan kawasan dan kehidupan sosial baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado dalam Rekonstruksi Pascabencana di Relokasi Pandu Kecamatan Mapanget Kota Manado. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif kualitatif sesuai dengan data dan fakta di lapangan, dimaksudkan untuk menelaah masalah penelitian secara menyeluruh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa BPBD dalam pembangunan rumah relokasi belum sesuai harapan. Dalam hal ini disebabkan oleh permasalahan yang muncul antara lain terkait dengan alat/fasilitas yang kurang memadai. Dari hasil pengukuran tingkat kinerja indikator siklus kegiatan diketahui bahwa dari 2.054 unit yang dibangun hanya ada 650 kepala keluarga yang tinggal. Ditambah lagi dengan keterbatasan sumber daya manusia yang bertanggung jawab atas relokasi perumahan manado.
Peran Pemerintah Desa Dalam Efektivitas Penyaluran Pupuk Bersubsidi Di Desa Kanonang Lima Lumenta, Sarah Frety Theresia; Najoan, Herman; Rengkung, Franky R.D.
POLITICO: Jurnal Ilmu Politik Vol. 15 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35797/fbhcd917

Abstract

Program pupuk bersubsidi merupakan salah satu kebijakan pemerintah dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian melalui penyediaan pupuk dengan harga yang terjangkau bagi petani. Keberhasilan implementasi kebijakan tersebut sangat dipengaruhi oleh efektivitas penyaluran di tingkat desa, sehingga pemerintah desa memiliki peran strategis sebagai penghubung antara pemerintah, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan petani penerima manfaat. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Pemerintah Desa Kanonang Lima dalam menunjang efektivitas penyaluran pupuk bersubsidi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pemerintah desa, penyuluh pertanian, ketua kelompok tani, serta petani penerima pupuk bersubsidi. Analisis data menggunakan teori peran Bruce J. Biddle yang meliputi indikator expectation, identities, dan behaviors. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah desa telah menjalankan fungsi koordinasi, pendataan petani melalui RDKK, sosialisasi kebijakan, serta fasilitasi penyelesaian berbagai kendala distribusi pupuk. Namun efektivitas penyaluran masih dipengaruhi keterbatasan kuota pupuk bersubsidi, keterlambatan distribusi, dan perlunya pembaruan data penerima secara berkala. Penelitian merekomendasikan peningkatan koordinasi antarinstansi, optimalisasi pemutakhiran data petani, peningkatan sosialisasi, serta penguatan pengawasan distribusi agar penyaluran pupuk bersubsidi menjadi lebih efektif.   Kata Kunci: Pemerintah Desa; Efektivitas; Pupuk Bersubsidi; Distribusi; Kelompok Tani.   ABSTRACT The subsidized fertilizer program is one of the Indonesian government's policies aimed at improving agricultural productivity by providing affordable fertilizers for farmers. The effectiveness of this policy largely depends on the distribution process at the village level, where the village government plays a strategic role in coordinating stakeholders and ensuring proper implementation. This study aims to analyze the role of the Kanonang Lima Village Government in supporting the effectiveness of subsidized fertilizer distribution. A qualitative descriptive approach was employed. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving village officials, agricultural extension officers, farmer group leaders, and beneficiary farmers. Data analysis was conducted using Bruce J. Biddle's Role Theory, consisting of expectation, identities, and behaviors. The findings indicate that the village government has performed important roles in farmer registration through the Farmer Group Definitive Needs Plan (RDKK), coordination with agricultural extension officers, dissemination of information, and facilitation of problem solving during fertilizer distribution. Nevertheless, several obstacles remain, including limited fertilizer quotas, delays in distribution, and the need for regular beneficiary data updates. The study recommends strengthening institutional coordination, improving beneficiary data accuracy, enhancing program socialization, and reinforcing distribution supervision to improve the effectiveness of subsidized fertilizer distribution.   Keywords: Village Government; Effectiveness; Subsidized Fertilizer; Distribution; Farmers.