Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

ANALISIS SOSIOLOGIS TERHADAP KEDUDUKAN HAKIM PEREMPUAN (Persfektif Imam Hanafi dan Ibnu Jarir Ath-Thabari) Fajriani, Nuranisa; Musgamy, Awaliah
Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab Vol. 1, No. 1, Januari 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/shautuna.v1i1.12425

Abstract

Jurnal ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pendapat Imam Hanafi dan Ibnu Jarir ath-Thabari serta menganalisis dan mengemukakan kondisi social yang ditimbulkan ketika perempuan menjadi hakim. Penulis menggunakan penelitian studi kepustakaan yang berpijak pada pengolahan data yang diambil dari sejumlah literatur. Sumber data yang diambil adalah data sekunder dan data primer. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun teknik analisis data yang dilakukan dengan cara kualitatif. Setelah mengadakan pembahasan mengenai penelitian ini, penulis menemukan perbedaan antara pendapat dari dua tokoh ulama klasik yaitu Imam Hanafi dan ath-Thabari. Dalam penulisan ini pendapat Imam Hanafi yang diperoleh adalah perempuan boleh menjadi hakim namun hanya dalam bidang muamalah saja (perdata) yang didasarkan pada qiyas/istihsan mengenai hukum kesaksian. Tetapi berbeda dengan pendapat ath-Thabari yang membolehkan perempuan menjadi hakim secara mutlak yang didasarkan pada qiyas mengenai setiap orang boleh berfatwa, maka selama orang tersebut memiliki syarat untuk berfatwa maka ia boleh berfatwa, begitu pula juga menjadi hakim selama syaratnya terpenuhi, karena berfatwa dan menjadihakim adalah sama-sama menjelaskan mengenai hukum Allah swt. Pendapat dari ulama lain juga banyak, namun penulis mengambil pendapat kedua imam tersebut yang sama-sama mendukung perempuan menjadi hakim namun yang berbeda hanya jenis kasus yang ditanganinya saja.Dari penulisan ini, penulis melihat kondisi dan penerapan hakim perempuan di Indonesia sendiri yang notabenenya sudah banyak yang menggeluti profesi ini, bahkan sangat berdampak pada perilaku sosial serta adanya perubahan nilai-nilai sosial yang terjadi di lingkungan mereka. Selama mereka mampu mengemban amanah dari pemerintah juga tidak melalaikan pekerjaan, kodrat, dan kewajibannya sebagai perempuan, baik yang sudah menikah maupun yang belum menikah dengan adanya pembagian waktu antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok, dalam hal ini lingkungan keluarga maupun masyarakatumumnya.Kata Kunci :Hakim, Perempuan, Imam Hanafi Dan Ibnu Jarir Ath-Thabari
EPISTEMOLOGI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB KOMUNIKATIF: TELAAH PEDAGOGIS, ANDRAGOGIS, DAN HEUTAGOGIS Musgamy, Awaliah
AL-WARAQAH Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 1 No. 2 (2020): Volume 1 No 2 Desember 2020
Publisher : IAIN Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/awrq.v1i2.2505

Abstract

Communicative Arabic learning is an Arabic learning approach that places Arabic as its basic function as a means of communication. In its implementation, Arabic learning is a continuous process starting from pedagogical, andragogical, and heutagogical learning which cannot be separated from the four components of epistemology which in this case include sources, structures, methods and validity. Through the epistemology of communicative Arabic learning which is examined through pedagogical, andragogical, and heutagogical, it is seen that the Arabic learning process needs to be done by positioning Arabic learning as a constructive process in directing students to be able to communicate actively.
Pembelajaran Bahasa Arab Pada Anak: Perspektif Teori Pembelajaran Kognitivistik Jean Piaget Rusydi, Muhammad; Musgamy, Awaliah
AL-WARAQAH Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 No 1 Juni 2023
Publisher : IAIN Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/awrq.v4i1.4859

Abstract

Arabic Learning in children is a pedagogical process that directs children in the early days of their growth in perceiving Arabic as a language of communication, both spoken and written. In addressing this process, Jean Piaget has provided a theoretical framework on how an Arabic learning process can take place actively by referring to the activation of cognitive processes that exist in children, which in this case are built on several forms, namely, a) assimilation as a process of changing the Arabic learning environment to fit the existing scheme in children, b) accommodation as a process of changing the existing schema in children to suit the Arabic learning environment, c) equilibrium as a process of achieving children who can handle new information in Arabic learning through the process of assimilation and accomodation, d) disequilibrium as a process where there is an imbalance in children's cognitive processes which in turn becomes a challenge for them in accelerating cognitive development in Arabic learning, e) and organization as a process of unifying various schemes by children into a system of Arabic learning  that is coherent with each other. Jean Piaget's cognitivistic learning theory can be one of the theoretical basics and practical frameworks for educators in Arabic learning in children who have their own characteristics compared to adolescents or adults, especially in their respective cognitive structures.
Gender Mainstreaming in Arabic Literature Musgamy, Awaliah; Rusydi, Muhammad; Kurniati, Kurniati
Jurnal Al Bayan : Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Al Bayan: Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/albayan.v12i2.6468

Abstract

Arabic literature is a means of gender mainstreaming which is very rich in gender issues. This is based on the social fact that Arab society in its historical footsteps has a stereotype as a community that is very thick with its patriarchal culture. Consequently, the social condition which is less responsive to gender influences the birth of Arabic literary works in various types in which gender issues such as marginalization of women, subordination of women to men, violence, negative stereotypes, and others. This article is qualitative research by using feminist Arabic literary criticism as a perspective, gender mainstreaming in Arabic literature is carried out by tracing the gender issues that exist in Arabic literature in its various forms. Through feminist Arabic literary criticism, various theories of feminist literary criticism consisting of ideological criticism, gynocritical criticism, socialist criticism, psychoanalytic criticism, ethnic criticism, and lesbian criticism, are applied in transforming and reconstructing gender-responsive relations between men and women.
ANALISIS PERKEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENDIDIKAN DI INDONESIA Asriyanti, Satri; Musgamy, Awaliah
Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Kependidikan (On Progress)
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum merupakan komponen fundamental dalam sistem pendidikan yang menentukan arah, isi, serta mutu pembelajaran. Artikel ini menyajikan kajian literatur terhadap 15 jurnal ilmiah yang membahas dinamika perkembangan kurikulum di Indonesia, mulai dari masa pasca-kemerdekaan hingga era Kurikulum Merdeka. Fokus utama kajian meliputi transformasi kurikulum, tantangan implementasi, dampak terhadap kualitas pendidikan, serta perbandingan dengan sistem kurikulum negara lain. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun reformasi kurikulum mencerminkan kebutuhan zaman dan globalisasi, implementasinya masih menghadapi hambatan seperti rendahnya kesiapan guru, keterbatasan infrastruktur, dan kurangnya konsistensi kebijakan. Kajian ini menekankan pentingnya penyusunan kurikulum yang kontekstual, berkelanjutan, serta melibatkan kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk mencapai transformasi pendidikan yang bermakna dan berkualitas. Kata kunci: Kurikulum pendidikan, kajian literatur, implementasi kurikulum, mutu pendidikan, reformasi pendidikan Indonesia
QUANTUM LEARNING SEBAGAI PROSES PEMBELAJARAN BAHASA ARAB AKTIF, INOVATIF, KREATIF, EFEKTIF DAN MENYENANGKAN Musgamy, Awaliah
Al-Daulah : Journal of Criminal Law and State Administration Law Vol 6 No 1 (2017): (June)
Publisher : Jurusan Hukum Tatanegara Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ad.v6i1.4871

Abstract

Pembelajaran bahasa Arab harus diaplikasikan sebagai suatu proses pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan untuk mengatasi kelesuan pembelajaran bahasa Arab selama ini. Tugas terbesar yang harus dilakukan oleh seorang guru adalah mengubah persepsi para siswa bahwa bahasa Arab itu sulit dan termasuk momok bagi mereka sehingga penerapan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan diharapkan akan menghilangkan sterotip siswa tersebut dengan sendirinya. Quantum Learning mengasumsikan bahwa proses pembelajaran seperti sebuah orkestra yang tergabung dari beberapa komponen tapi mampu menghasilkan alunan nada yang menghibur bukan hanya mereka yang tergabung dalam orkestra tersebut tapi termasuk mereka yang ada di sekitarnya. Oleh karena itu, untuk mewujudkan pembelajaran bahasa Arab yang yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan, segala potensi yang ada dalam pembelajaran bahasa Arab harus dimaksimalkan.
KRITIK SASTRA ARAB TRANSFORMATIF DAN PEMBELAJARANNYA: PENGARUSUTAMAAN FEMINISME POSTMODERN BERBASIS HEUTAGOGIS Rusydi, Muhammad; Suhadi, Suhadi; Musgamy, Awaliah
AN-NISA Vol. 16 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/an.v16i2.5262

Abstract

Abstract: The presence of transformative Arabic literary criticism learning can provide a forum for language reinforcement as a gender-responsive value transformation medium. In this process, transformative Arabic literary criticism can provide a model for how the various roles of language as a text can be transformed to reinforce the role of women who have been trapped in gender-unresponsive stereotypes. Learning transformative Arabic literary criticism as a forum for mainstreaming heutagogic-based postmodern feminism is an alternative value transformation in the world of education. In this effort, there are several strategies that can be done which in this case are, 1) enrichment of gender-responsive heutagogic-based scientific literature in transformative Arabic literary criticism, 2) strengthening the paradigm of heutagogic-based postmodern feminism studies in transformative Arabic literary criticism, 3) and opening access to mainstreaming the results of heutagogic-based postmodern feminism studies in various dimensions of social life.  The presence of transformative Arabic literary criticism learning can provide a forum for language reinforcement as a gender-responsive value transformation medium.Keywords:  Arabic Literary, Postmodern Feminism, HeutagogicAbstrak: Hadirnya pembelajaran kritik sastra Arab transformatif dapat memberikan wadah penguatan bahasa sebagai media transformasi nilai yang responsif gender. Dalam proses tersebut, kritik sastra Arab transformatif dapat memberikan suatu model bagaimana berbagai peran bahasa sebagai sebuah teks dapat ditransformasikan untuk menguatkan peran perempuan yang selama ini banyak terjebak pada sterotip yang tidak responsif gender. Pembelajaran kritik sastra Arab transformatif sebagai wadah pengarusutamaan feminisme postmodern berbasis heutagogis merupakan suatu alternatif transformasi nilai dalam dunia pendidikan. Dalam upaya tersebut, ada beberapa strategi yang dapat dilakukan yang dalam hal ini adalah, 1) pengayaan literatur keilmuan berbasis heutagogis yang responsif gender dalam kritik sastra Arab transformatif, 2) penguatan paradigma kajian feminisme postmodern berbasis heutagogis dalam kritik sastra Arab transformatif, 3) serta pembukaan akses pengarusutamaan hasil kajian feminisme postmodern berbasis heutagogis dalam berbagai dimensi kehidupan sosial. Kata Kunci: Sastra Arab, Feminisme Postmodern, Heutagogis
Management of Arabic Language Learning Based on Self-Regulated Learning and Its Application at The Modern Islamic Boarding School Musgamy, Awaliah; Rusydi, Muhammad
International Journal of Social Learning (IJSL) Vol. 4 No. 3 (2024): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher in cooperation with Indonesian Social Studies Association (APRIPSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ijsl.v4i3.284

Abstract

The background of the research shows that the strategy carried out by the modern Islamic boarding school in the implementation of Arabic language learning management based on self-regulated learning is a distinctive scientific phenomenon. This study examines the application of self-regulated learning-based Arabic language learning management. As a field research through qualitative research with a phenomenological paradigm, the research data was obtained through interviews, observations, documentation, and reference searches to be further processed and analyzed through reduction, exposure, and conclusion of data. The study results show that the components of self-regulated learning, which in this case consist of motivation regulation, planning, effort regulation, attention focusing, task strategies, using additional resources, and self-instruction, can be identified which are applied to sit students as creative learning subjects. The conclusion shows that applying various self-regulated learning components contributes to shaping students' creativity in participating in Arabic language learning.