Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Visionist

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Bekerja di Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Restalia, Dwi; Haninun, Haninun; Zami, Ahmad Nabil Zam
VISIONIST Vol 14, No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jmv.v14i1.4865

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh iklan susu formula, pengetahuan ibu, dan sikap suami terhadap pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja di Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Rendahnya capaian ASI eksklusif pada ibu bekerja menjadi perhatian penting karena berdampak pada kesehatan dan tumbuh kembang bayi. Faktor eksternal seperti paparan iklan susu formula serta faktor internal berupa tingkat pengetahuan ibu dan dukungan suami diduga berperan dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Populasi penelitian adalah ibu bekerja yang memiliki bayi usia 0–6 bulan di Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, dengan jumlah sampel sebanyak 42 responden yang ditentukan melalui teknik non-probability sampling. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi pustaka. Analisis data menggunakan regresi linear berganda untuk menguji pengaruh parsial maupun simultan variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan susu formula berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pemberian ASI eksklusif. Sebaliknya, pengetahuan ibu dan sikap suami berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemberian ASI eksklusif. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berkontribusi sebesar 41% terhadap variasi pemberian ASI eksklusif, sementara 59% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan pengetahuan ibu serta penguatan dukungan suami merupakan faktor penting dalam meningkatkan keberhasilan ASI eksklusif, sementara paparan iklan susu formula berpotensi menurunkan praktik pemberian ASI eksklusif. Oleh karena itu, disarankan agar instansi terkait memperkuat edukasi laktasi, meningkatkan keterlibatan suami dalam program promosi kesehatan, serta melakukan pengawasan terhadap promosi susu formula agar tidak bertentangan dengan kebijakan perlindungan ASI eksklusif.
Strategi Manajemen Kerjasama Pengamanan Objek Vital Kepolisian Daerah Lampung Dengan Baik Karlina, Dewi; Haninun, Haninun
VISIONIST Vol 14, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jmv.v14i2.4694

Abstract

Selama ini diketahui bahwa masih ada Objek Vital Tertentu yang menggunakan jasa pengamanan dari Polri tanpa didasari oleh perjanjian kerjasama dalam pengamanan. Sehingga kegiatan pengamanan yang dilakukan pada suatu objek vital terkesan tidak transparan dan kurangnya pertangungjawaban pelaksanaan pengamanan baik itu dari pihak pengelola objek vital maupun dari Polri sendiri.. Adapun rumusan masalah dalan penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana strategi manajemen kerjasama pengamanan objek vital Kepolisian Daerah Lampung dengan Bank Lampung?. 2) Bagaimana manajemen standar operasional pelaksanaan kerjasama pengamanan objek vital Kepolisian Daerah Lampung dengan Bank Lampung?. 3) Apasaja yang menjadi hambatan strategi manajemen kerjasama pengamanan objek vital Kepolisian Daerah Lampung dengan Bank Lampung?  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data yang digunakan meliputi data skunder dan data primer. Teknik yang digunakan teknik purposive sampling dalam menentukan informan.  Hasil penelitian menunjukan bahwa: Analisis strategi manajemen kerjasama pengamanan objek vital Kepolisian Daerah Lampung dengan Bank Lampung belum sepenuhnya efektif. Faktor penentu dalam strategi manajemen kerjasama pengamanan objek vital Kepolisian Daerah Lampung dengan Bank Lampung berdasarkan Teori SWOT Kekuatan dukungan dan koordinasi antara pihak pengelola dengan Satuan Pengamanan, penambahan personil petugas keamanan dan anggota dari Ditpamobvit, dukungan mobil patroli dimana mengingat area cukup luas, jumlah anggota keamanan yang masih di perlukan, lampu penerangan sebagai alat bantu pengawasan, alat proteksi seperti finger point dan HT, alat deteksi seperti metal detector dan search miror. Strategi yang dapat di lakukan dalam manajemen kerja sama pengamanan objek vital Kepolisian Daerah lampung dengan lebih dapat berkoordinasi anatara Ditpamobvit Polda Lampung dengan pihak pengelola Bank Lampung.  Adapun implikasi dari penelitian ini: Pola sistem yang terkandung dalam sistem pengamanan Obviter oleh Ditpamobvit Polda Lampung tidak disebutkan secara jelas dan tersurat dalam peraturan kebijakan pamobviter sehingga perlu dibuat peraturan kebijakan yang mengatur tentang perlindungan terhadap area obviter. Hubungan kordinasi antara pengelola obviter dengan aparat keamanan internal perlu ditingkatkan dan sarana prasarana pengamanan di srea Bank Lampung relatif terbatas seperti: jumlah personil, kamera pengawas (CCTV), mobil patroli maupun kendaraan patroli roda dua, lampu penerangan, alat komunikasi, alat deteksi (metal detector, search mirror/alat deteksi manual), pagar keliling kawasan dan teknologi sistem keamanan. Oleh karena itu setiap komponen tersebut perlu dilengkapidan diperbaiki sesuai dengan jumlah dan kualitas yang diperlukan.