Penelitian ini bertujuan menganalisis proses internalisasi nilai sam'an wa tha'atan dalam membentuk karakter kedisiplinan mahasantri di Ma'had Aly Al-Ukhuwah Sukoharjo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental. Sebanyak 11 informan dipilih secara purposif, terdiri atas dua pengasuh, empat musyrif/musyrifah, dan lima mahasantri. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipan selama tiga bulan, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi sam'an wa tha'atan berlangsung melalui tiga proses yang saling berkaitan, yaitu transmisi kognitif melalui pengajaran kitab dan keteladanan pengasuh, pembiasaan melalui tata tertib dan rutinitas asrama, serta penguatan melalui nasihat, penghargaan, teguran, dan sanksi edukatif. Pelanggaran tata tertib tidak semata-mata menunjukkan penolakan terhadap nilai, tetapi juga dipengaruhi kebiasaan sebelumnya, kondisi situasional, kelelahan, dan konformitas teman sebaya. Temuan penting penelitian adalah munculnya muraqabah secara induktif sebagai kesadaran spiritual yang membantu menjelaskan keberlanjutan perilaku disiplin ketika pengawasan eksternal berkurang. Selain itu, liqo' maftuh menyediakan ruang dialog bagi mahasantri untuk memperoleh penjelasan dan menyampaikan persoalan terkait aturan. Temuan tersebut menghasilkan pola internalisasi transmisi kognitif–pembiasaan–penguatan–muraqabah–disiplin berbasis kesadaran, dengan liqo' maftuh sebagai ruang dialog yang mendukung proses internalisasi.