Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Missio Ecclesiae

REAFIRMASI MONOTEISME TRINITARIAN TERHADAP KONSEP HENOTEISME DIKALANGAN ORANG KRISTEN Manintiro Uling
Missio Ecclesiae Vol. 9 No. 1 (2020): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v9i1.109

Abstract

Artikel ini memaparkan mengenai konsep monoteisme Trinitarian sebagai sebutan lain, dari doktrin Trinitas yang merupakan Theisme Kristen, sebagaimana yang diwahyukan Alkitab. Akan tetapi, pada kenyataannya pemahaman sebagian orang Kristen terhadap monoteisme Trinitarian seringkali tanpa disadari terjebak pada konsep henoteisme. Mengakui atau menyembah satu Allah, tetapi tidak menyangkali keberadaan allah-allah lain, sehingga muncullah klaim bahwa Allah yang disembahnya adalah Allah yang unggul, daripada “allah-allah” lain. Itulah sebabnya pentingnya menegaskan kembali pemahaman monoteisme Trinitarian bagi setiap orang Kristen. Kajiannya akan menggunakan studi literatur Injili, berdiskusi dengan literatur dari non Injili untuk mengumpulkan berbagai data dari buku, dan jurnal yang relevan dengan topik yang dibahas. Ternyata monoteisme Trinitarian, bukanlah henoteisme. Henoteisme merupakan produk mitologi Yunani kuno, fenomena agama, tidak bersumber dari Alkitab dan bukanlah Allah sejati.
IMPLIKASIPRAKTIS-RELASIONAL DOKTRIN TRITUNGGAL: REFLEKSI INJILI Manintiro Uling
Missio Ecclesiae Vol. 8 No. 2 (2019): Oktober
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v8i2.149

Abstract

Orang Kristen ada dan hadir di tengah-tengah dunia yang plural. Sebab, pluralitas itu niscaya dalam hidup manusia. Realitas kemajemukan tidak bisa dihindari dan ditolak, sehingga berbeda itulah hidup, menerima perbedaan itulah indahnya hidup. Hidup bersama, meskipun berbeda dalam banyak hal, saling menerima satu dengan yang lain, demikianlah semestinya hidup dijalani. Akan menjadi Ironis, jika gaya hidup yang eksklusif, tertutup, dan isolatif, bahkan separatis yang ditampilkan. Namun faktanya, fenomena hidup yang eksklusif, tertutup dan cenderung hanya mau berbaur dengan yang sefaham, segolongan, dan sekeyakinan saja menjadi ciri khas sekelompok orang yang ekstrem atau singkatnya yang biasa disebut dengan gerakan radikalisme dan fundamentalisme.
Kristologi Berdasarkan Injil Yohanes Sianipar, Yohanes; Takaliuang, Jammes J.; Uling, Manintiro
Missio Ecclesiae Vol 14 No 1 (2025): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v14i1.309

Abstract

Kristologi adalah doktrin Kristus mengenai Pribadi dan Karya-Nya. Kristologi merupakan ajaran yang fundamental dalam Kekristenan. Pusat penyembahan kekristenan adalah Kristus. Alkitab merupakan sumber utama dalam memahami kebenaran yang mutlak tentang Kristologi. Dalam Alkitab dijelaskan bahwa Yesus Kristus memiliki dua natur dalam satu Pribadi yaitu ilahi dan insani. Yesus adalah Allah dan manusia sejati. Sejarah Gereja mencatat tentang persoalan mengenai Dwi natur Kristus yang bertentangan dengan Alkitab yaitu ada yang menekankan Keilahian saja dan pihak yang lain hanya menekankan kemanusiaan-Nya saja. Dan sampai saat ini pun perdebatan tentang Kristologi masih terus menerus dikumandangkan. Penulis menggunakan metode deskriptif dengan mengumpulkan literatur untuk dapat mengetahui konsep Kristologi yang benar berdasarkan Injil Yohanes dan juga mengumpulkan data-data literatur agar mengetahui fakta-fakta tentang konsep kristologi yang berkembang. Selain itu juga penulis menggunakan metode hermeneutika dengan menggunakan pendekatan kajian gramatikal, konteks, dan sejarah dalam menafsirkan ayat-ayat yang ada di Injil Yohanes terkait dwi natur Kristus. Adapun tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengajaran Kristologi berdasarkan Injil Yohanes, supaya orang percaya memiliki konsep yang benar mengenai Kristologi. Hasil penelitian yang diperoleh adalah berkenaan dengan Pra-eksistensi Yesus menyatakan: Keberadaan Yesus telah ada sejak pada mulanya, Yesus Kristus bersama-sama dengan Allah dan Dia adalah Allah, Yesus Kristus menjadikan atau menciptakan segala sesuatu dan eksistensi Yesus sudah ada sebelum Abraham ada. Yesus Kristus adalah Allah. Yesus Kristus Allah yang berinkarnasi menjadi manusia. Hak Prerogatif Ilahi Yesus Kristus menyatakan bahwa Yesus adalah Allah yang memberi kehidupan dan memiliki otoritas. Kesatuan Allah Bapa dan Yesus Kristus. sil penelitian karya ilmiah ini guna membentengi iman orang percaya terhadap pengajaran-pengajaran saksi Yehova, Gnostik dan polemikus-polemikus islam yang tidak meyakini akan dwi natur Kristus.