Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Efektivitas Konseling Kristen Melalui Pendidikan Dalam Keluarga Kristen Arianus Hermanus Illu; Leniwan Darmawati Gea
Jurnal Teologi Injili Vol. 1 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.261 KB) | DOI: 10.55626/jti.v1i1.6

Abstract

Konseling Kristen memegang peranan penting dalam hidup orang percaya yang selalu diperhadapkan dengan banyak persoalan hidup. Karena banyaknya masalah yang dihadapi serta sulitnya jalan keluar yang diperoleh, maka melalui konseling Kristen orang percaya dibimbing ke arah penyelesaian masalah hidup menurut kehendak Allah. Melalui bimbingan itulah pendidikan Kristen memperoleh tempat yang penting sebagai wujud ketidakterpisahannya dengan konseling Kristen. Sinergitas itu tampak melalui tujuan masing-masing bidang tersebut, sebab sama-sama bertujuan membimbing orang percaya untuk menyadari akan dosa dan mengenal Tuhan Yesus Kristus. Dengan demikian, maka konseling Kristen jelas efektif melalui pendidikan Kristen. Ruang lingkup kedua bidang tersebut amat luas, sehingga tulisan ini akan difokuskan pada dan dalam ruang lingkup keluarga Kristen sebagai wadah untuk pengaktualisasiannya.
Pendidikan Kristen dalam Bingkai Multikulturalitas Bangsa Indonesia: Suatu Perspektif terhadap Amanat Agung dalam Matius 28:19-20 Leniwan Darmawati Gea
Jurnal Teologi Injili Vol. 1 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.696 KB) | DOI: 10.55626/jti.v1i2.12

Abstract

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya akan keberagaman etnis, budaya dan agama. Karena itulah Indonesia adalah bangsa yang bercorak multikultural. Dalam konteks yang demikian itulah Kekristenan hadir dan eksis dengan penuh ketegangan dan kontradiksi dalam mengupayakan tujuan bersama. Pihak-pihak lain pun berada dalam ketegangan yang serupa, namun ada yang berupaya menyeragamkan perbedaan tersebut dengan mengancam multikulturalitasnya. Dampaknya adalah radikalisme yang mendiskriminasi kaum minoritas dari berbagai sisi. Meskipun demikian, penyeragaman bukanlah cara kekristenan bereksistensi, sebab kekristenan sendiri berdimensi multikultural. Dimensi itulah yang menjadi penekanan Amanat Agung Tuhan Yesus dalam Matius 28:19-20. Corak pendidikan yang ditekankan dalam teks tersebut penting, sebab bersinergi dengan konteks multikulturalitas bangsa Indonesia. Oleh karena itulah peneliti merujuk pada teks tersebut sebagai bahan penelitian, sekaligus sebagai salah satu upaya yang ditawarkan untuk merawat keberagaman melalui eksistensi pendidikan Kristen. Pokok pentingnya adalah bahwa, pendidikan Kristen harus berdimensi multikultural, dengan tujuan utamanya yaitu memuridkan dunia bagi Kristus. Untuk tujuan penelitian tersebut, maka peneliti menggunakan metode penelitian pustaka sebagai bahan kajian.
Tantangan Humanisme bagi Pendidikan Agama Kristen Abad 21 dan Tanggap Teologisnya Leniwan Darmawati Gea; I Putu Ayub Darmawan
Jurnal Shanan Vol. 5 No. 1 (2021): Maret
Publisher : UKI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.639 KB) | DOI: 10.33541/shanan.v5i1.2621

Abstract

Education aims to shape human beings to grow in a better direction, in accordance with what is expected in social life. That is why educational institutions design curricula necessary for this purpose. However, in its development, a big challenge arises behind the good goals that were originally expected, namely from the ideology of humanism which makes humans become autonomous with all their abilities and advantages, so that humans no longer need God in all aspects of their life. This fact is a big challenge for Christian education which leads to the truth of God, so it is very necessary to be addressed. From these problems, the authors conducted research with a literature analysis approach. There are two dangers of humanism for Christian religious education. First, humans become the main center of education so that humans leave the importance of spiritual life and knowledge of God; Second, the misconception about sin, where sin is seen not as a big problem that needs to be resolved. In the midst of these challenges, Christianity must be critical of the curricula in force so as to maintain efforts to internalize Christian values ​​through education.
Faktor Keberhasilan dan Kegagalan Kepemimpinan Kristen dan Implikasinya bagi Pemimpin Kristen Masa Kini Leniwan Darmawati Gea; Deni; Sulianus Susanto
Jurnal Teologi Injili Vol. 2 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55626/jti.v2i1.26

Abstract

Fokus penelitian ini terkait denghan keberhasilan dan kegagalan pemimpin sering kali amat memengaruhi hidup manusia yang telah sedemikian terorganisir. Terkait itu maka penelitian ini bertujuan memotret faktor-faktor keberhasilan dan kegagalan kepemimpinan, serta menyoroti implikasinya bagi pemimpin Kristen masa kini. Beberapa implikasi terkait topik yang diteliti adalah, implikasi teologis yang menekankan segi teologis kepemimpinan Kristen yang penting bagi seorang pemimpin; implikasi etis yang menekankan tentang segi etis seorang pemimpin yang berhasil; serta implikasi paedagogik yang juga merupakan segi penting untuk mendidik seorang pemimpin yang berhasil.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode library research dengan menyelidiki serta menganalisa literatur-literatur yang terkait erat dengan topik yang diteliti.
Keseimbangan Kerja dan Ibadah, serta Peran Penggembalaan: Studi terhadap Tenaga Kerja Indonesia di Wilayah Osaka-Jepang Leniwan Darmawati Gea; Ayub Abner Martinus Mbuilima; Sherly Mudak
Jurnal Teologi Injili Vol. 3 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55626/jti.v3i1.48

Abstract

Penelitian ini dilakukan terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Osaka-Jepang dengan pokok masalah yang penting, yaitu mengenai keseimbangan antara kerja dan ibadah yang sering terhambat oleh intensitas kerja yang terlalu tinggi. Mengenai itu, tujuan penelitian ini adalah memberikan pemahaman kepada para TKI tentang pentingnya ibadah serta kerja sesuai porsinya masing-masing, agar keduanya tidak saling mengorbankan. Menurut penelitian, para TKI yang diwawancarai lebih berorientasi pada kerja dan cenderung mengorbankan waktu ibadah, oleh karena itu diperlukan peran penggembalaan untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan paradigma fenomenologi melalui pengamatan dan wawancara secara langsung untuk menemukan pokok masalah yang diteliti. Sesuai dengan hasil penelitian, maka penulis menawarkan beberapa pola penggembalaan, yaitu: memperlengkapi pemahaman para TKI tentang vitalitas ibadah; penjangkauan melalui ibadah online; membimbing para TKI kepada terapi rohani secara mandiri; mengadakan konseling online.
Fenomena Radikalisme Agama di Ruang Publik: Suatu Potensi dan Tantangan Bagi Kaum Muda Kristen Romelus Blegur; Leniwan Darmawati Gea; Aprilyanto Silitonga
HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 4, No 1 (2022): Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46817/huperetes.v4i1.124

Abstract

The focus of this research is on religious radicalism as a public phenomenon that affects the breakdown of interreligious relations. The radicals put a very strict emphasis on differences in religious doctrines to the point where they closed the space for meeting with adherents of other religions. This research aims to urge churches and believers to always be alert and anticipate potential radicalism from Christians, especially the younger generation who are vulnerable to being affected by the dangers of radicalism which poses a threat to inter-religious tolerance. This study uses descriptive research methods, by describing the situation of religious radicalism which is increasingly prevalent. The sources used as references in this writing are articles and related reference books. The factors that contributed to the growth of radicalism were sociology, psychology, and ideology. Related to that, several things that are necessary in an effort to counteract its influence on young Christians are educating awareness of togetherness in religious diversity, building dialogic awareness, and organizing peaceful actions. These points can be a contribution to the thinking and practice of the church in caring for diversity while counteracting the dangers of radicalism that can affect young Christians.Fokus penelitian ini adalah tentang radikalisme agama sebagai fenomena publik yang berpengaruh pada kerusakan relasi antar agama. Kaum radikal memberi penekanan yang sangat ketat pada perbedaan doktrin agama hingga menutup ruang perjumpaan dengan sesama pemeluk agama lain. Penelitian ini bertujuan menghimbau gereja dan orang percaya untuk selalu siaga dan mengantisipasi potensi-potensi radikalisme dari kalangan Kristen, khususnya generasi muda yang rentan dipengaruhi oleh bahaya radikalisme yang menjadi ancaman bagi toleransi antar umat agama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif, dengan mendeskripsikan situasi radikalisme agama yang kian marak terjadi. Sumber-sumber yang menjadi acuan dalam penulisan ini adalah artikel dan buku-buku referensi terkait. Faktor-faktor yang turut mempelopori tumbuhnya paham radikal, yaitu sosiologi, psikologi dan ideologi. Terkait itu, beberapa hal yang perlu sebagai upaya untuk menangkal pengaruhnya terhadap kaum muda Kristen adalah mendidik kesadaran akan kebersamaan dalam keberagaman agama, membangun kesadaran dialogis, dan menggalang aksi damai. Pokok-pokok tersebut dapat menjadi sumbangan bagi pemikiran dan praksis gereja dalam merawat keberagaman sembari menangkal bahaya radikalisme yang dapat memengaruhi kaum muda Kristen.
Urgensi Tugas Gembala Dalam Pemuridan Bagi Pertumbuhan Jemaat: Suatu Konfirmasi Atas Urgensi Pendidikan Dalam Gereja Leniwan Darmawati Gea; Ruslin Ruslin; Romelus Blegur
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 4, No 1 (2023): SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/sg.v4i1.211

Abstract

AbstractCongregational growth is an important goal in congregational life, and that's why the church is trying to achieve this target. One of the important and urgent efforts is discipleship. Discipleship is important because, through it, the congregation is educated to become similar to Christ in the growth of their faith. The most important and foremost foundation of discipleship is Christ and His work which is then prepared, carried out and continued through the process of discipleship. The church should preserve this process through the role of the pastor, but it seems that this is still a problem for the church. Therefore, the main point of the investigation regarding this issue is whether the pastor understands the importance of a pastor's status and the urgency of his responsibility in education through discipleship. This study uses the library research method with reference to library sources. The results of this study are: first, discipleship is a vehicle for education in the church. Second, in its realization, the role of the church pastor is very necessary. Third, discipleship confirms education as an urgent matter for church growth. The author hopes that the results of the research can be an important contribution to pastors in their efforts to develop congregational growth. AbstrakPertumbuhan jemaat merupakan tujuan penting dalam hidup berjemaat, karena itulah gereja pun berupaya untuk mencapai target tersebut. Salah satu upaya yang penting dan mendesak adalah pemuridan. Pemuridan penting sebab melaluinya jemaat dididik untuk menjadi serupa dengan Kristus dalam pertumbuhan iman mereka. Landasan terpenting dan terutama dari pemuridan adalah Kristus dan karya-Nya yang kemudian disiapkan, dilaksanakan, dan dilanjutkan melalui proses pemuridan. Proses inilah yang seharusnya tetap dilestarikan oleh gereja melalui peran gembala jemaat, namun tampaknya masih menjadi masalah gereja. Karena itu yang menjadi pokok penyelidikan terkait masalah tersebut adalah apakah gembala sudah memahami pentingnya status gembala, serta urgensi tanggung jawabnya dalam pendidikan melalui pemuridan?  Penelitian ini menggunakan metode library research dengan rujukan pada sumber-sumber pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah: pertama, pemuridan adalah wadah bagi pendidikan dalam gereja. Kedua, dalam perwujudannya, peran gembala jemaat sangat diperlukan. Ketiga, pemuridan mengonfirmasi pendidikan sebagai hal yang urgen bagi pertumbuhan jemaat. Harapan penulis agar hasil dari penelitian dapat menjadi kontribusi penting bagi gembala dalam upayanya mengembangkan pertumbuhan jemaat. 
Pendekatan Kotekstualisasi Misi Bagi Kaum Milenial Manintiro Uling; Yatmini Yatmini; Leniwan Darmawati Gea
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual Vol 1 No 1 (2022): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/mak.v1i1.166

Abstract

Topik kontektualisasi misi selalu relevan untuk dibahas, karena setiap era memiliki budaya masing-masing, termasuk era Milenial sudah pasti di dalamnya terdapat generasi di era tersebut. Ini penting untuk dipahami oleh gereja sebagai agen misi Allah bagi dunia. Kontekstualisasi juga merupakan upaya untuk memahami cara-cara komunitas Kristen menghayati Injil di tengah budaya non-Kristen dan tentang bagaimana menyeberangkan Injil ditengah-tengah konteks. Karena itu, tujuan artikel ini, adalah mengusulkan atau mengupayakan pendekatan kontekstualisasi yang relevan bagi generasi milenial. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini menggunakan studi lieratur. Penelitian studi literatur adalah penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan dan mengidentifikasi sumber-sumber primer dan sekunder baik berupa buku, skripsi, tesis dan artikel-artikel terkini. Untuk memfokuskan pembahasan maka penulis membuat dua pertanyaan untuk mengarahkan pembahasan: apa yang dimaksud dengan kaum milenial atau generasi milenial? dan pendekatan kontekstualisasi misi apa yang akan diusulkan? Berdasarkan kajian yang sudah dilakukan maka temuan yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah bahwa generasi milenial memiliki karakteristik yang unik, karena pengaruh kemajuan teknologi dan informasi dunia digital, sehingga masyarakatnya pun disebut sebagai masyarakat nitizen dengan budaya popular yang berkembang. Disamping itu juga, pandangan dunia yang mereka miliki inheren dengan pengaruh dunia maya sebagai tempat mengaktualisasi diri. Itulah sebabnya diperlukan pendekatan relasionalitas, inkarnatif dan eklesiastik, termasuk memanfaatkan media teknologi informasi untuk memberitakan Injil keselamatan.
Tanggung Jawab Misioner Guru Kristen Dalam Dunia Pendidikan Kana Kana; Leniwan Darmawati Gea; Sri Ernawati; Wike Mary Agmy
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual Vol 1 No 2 (2022): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/mak.v1i2.217

Abstract

Education is an important part of the Christian mission because the Lord Jesus himself emphasized it in the Great Commission as a command that must be carried out. This task is for all Christians who are responsible for transmitting God's truth from generation to generation through teaching. The aim of this research is to focus on Christian teachers as a profession and part of all God's people, who are allowed to be preachers and teachers of God's truth to sinners. The hope is that Christian teachers will not only act as professional workers, but more than that they must carry out their missionary duties as a manifestation of God's call to them. The research method used is the library method. The results of this research are that teachers are a noble task because they carry out the main responsibility of the church, namely education as part of the mission. In this regard, the status as a Christian teacher is God's call which confirms his missionary function and responsibility, namely bringing students or students to the knowledge of the Lord Jesus Christ.
Manfaat dan Tantangan Moral Penggunaan Internet dalam Budaya Digital di Dunia Pendidikan, serta Tanggapan Etis Kristen Leniwan Darmawati Gea; Kana Kana
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual Vol 2 No 1 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/mak.v2i1.234

Abstract

Penelitian ini bertujuan menyelidiki manfaat dan tantangan moral yang umumnya terjadi dikalangan pengguna internet dalam konteks dunia pendidikan. Internet pada satu sisi memberikan manfaat yang baik, tetapi juga dapat menjerumuskan para penggunanya, khususnya para pelajar kepada penyimpangan moral. Beberapa penyimpangan moral yang sering terjadi di dunia pendidikan seperti plagiarisme, akses situs porno, cyber bullying, penyebaran berita bohong. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan, dan sumber pustaka yang digunakan adalah artikel jurnal online. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa penyalahgunaan internet yang tidak sesuai dengan manfaatnya menurut nilai-nilai etis Kristen merupakan penyimpangan moral dan terlebih lagi merupakan dosa. Untuk menyikapinya, diperlukan sikap etis Kristen dengan cara menanamkan nilai-nilai Kristen agar para pelajar sebagai pengguna internet dapat menggunakannya sesuai dengan kebenaran Allah.