Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kontekstualisasi Rukun Islam Terhadap Pilar Moderasi Beragama Munir, Abdulloh; Anwar, Mohamad Johaeri Irhas
Tafáqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman Vol. 13 No. 1 (2025): Juni
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM BANI FATTAH (IAIBAFA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/tafaqquh.v13i1.3671

Abstract

Rukun Islam dapat dikontekstualkan ke dalam praktik moderasi beragama sebagai pilarnya. Tujuan penelitian adalah mengungkap makna rukun Islam sebagai pilar dan wujud moderasi beragama. Metodenya berupa deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data berupa reduksi data, data display dan verifikasi. Hasilnya menunjukkan bahwa syahadat dapat diindera sebab menunjukkan kewajiban hidup baik berelasi dengan sesama manusia agar berpikiran objektif, moderat dan mampu mempertimbangan segala konsekuensi dari apa yang diinderakan sesuai pengetahuan dan pengalaman seseorang. Salat bermakna adanya perselisihan atau perbedaan tidak menyebabkan perpecahan dalam beragama, melainkan menjadi rahmat di lingkungan hidup sosial-agamanya agar tercipta keseimbangan. Puasa sebagai pengendalian diri dalam bersosial di masyarakat untuk menciptakan rasa aman, persatuan dan persaudaraan umat beragama. Zakat menjadi konsep pengentasan kemiskinan untuk pemerataan kesejahteraan, membentuk persatuan dan persaudaraan. Haji mengindikasikan adanya kesejajaran atau egaliter di hadapan Allah SWT tanpa harus memandang jabatan dan strata sosial untuk mencapai tujuan hidup beragama dan bersosial masyarakat dicontohkan melalui sa’i dan tawaf. Kata Kunci : Moderasi Beragama, Pilar, Rukun Islam
KLASIFIKASI BIDANG ILMU PADA PUBLIKASI TERINDEKS WEB OF SCIENCE MENGGUNAKAN METODE NAÏVE BAYES Munir, Abdulloh; Riansyah, Andi; Haviana, Sam Farisa Chaerul
Prosiding Seminar Riset Mahasiswa Vol 1, No 1: Maret 2023
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecepatan dalam mengakses di internet menjadikan jurnal ilmiah berkembang pesat dan banyak. Adanya permasalahan seperti menemukan jurnal sesuai dengan bidang ilmu. Dari permasalahan tersebut perlu metode pengklasifikasian pencarian jurnal sesuai isi topik yang dituju, salah satunya dengan metode data mining klasifikasi dengan naïve bayes. Data Mining adalah proses menemukan pola bertujuan melakukan klasifikasi, prediksi, dan klaster. Naïve Bayes merupakan metode atas dasar probabilitas statistika dengan menerapkan teorema bayes, memprediksi peluang hasil yang akan didapatkan dengan memperhitungkan berdasarkan data pengalaman dimasa sebelumnya. Tujuan penelitian ini yaitu menerapkan metode naïve bayes dalam pengklasifikasian jurnal ke dalam 5 bidang ilmu dapat merumuskan masalah berupa memudahkan pengelompokan jurnal ilmiah sesuai akan topik. Hasil akhir pada penelitian ini yaitu menghasilkan output kesesuaian judul dari artikel dalam SINTA yang sudah terindeks Web of Science dalam 5 bidang ilmu tersebut. Dengan hasil dari pengujian sistem nilai akurasi 44,2%, recall 24% dan presisi 20,2%.Keyword : Klasifikasi, 5 Bidang Ilmu, Web of Science, Naïve Bayes, SINTA. 
Between Ḥifẓ al-ʿIrḍ (the Protection of Dignity) and Algorithmic Visibility: A Maqāṣid al-Sharīʿah Approach to Digital Modesty in the Age of Self-Commodification M. Ilham; Muh. Darwis; Munir, Abdulloh; Sudirman; Muhammad Irfan Hasanuddin
Mazahibuna: Jurnal Perbandingan Mazhab VOLUME 8 ISSUE 1, APRIL 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/mazahibuna.vi.64536

Abstract

This article investigates the ethical challenges posed by algorithmic visibility in contemporary digital platforms through the lens of maqāṣid al-sharīʿah, with particular emphasis on the reconceptualization of ḥifẓ al-ʿirḍ (the protection of dignity). While existing studies on digital ethics predominantly rely on secular frameworks, limited attention has been given to how Islamic legal-ethical principles respond to the commodification of the self in platform-mediated environments. This study aims to address this gap by examining how Qur’anic values of modesty (ḥayāʾ) and concealment (sitr) can be reformulated within algorithmic systems that incentivize exposure and self-disclosure. Employing qualitative library research, this study integrates Qur’anic exegesis, contextualist hermeneutics, and a maqāṣid al-sharīʿah approach to develop a normative framework for digital conduct. The findings demonstrate that ḥifẓ al-ʿirḍ must be expanded beyond its classical focus on physical morality to include the governance of digital visibility and self-representation, while also revealing a structural tension between the ethical imperative of dignity preservation and the economic logic of digital platforms that commodify personal identity. This article proposes the concept of digital modesty as an ethical framework rooted in maqāṣid al-sharīʿah, positioning it as a form of ethical resistance against self-commodification, while reaffirming the continued relevance of Islamic legal principles and offering a contextualized normative guide for navigating privacy, intimacy, and visibility in algorithm-driven environments.