Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH CORPORATE SOCIAL REPONSIBILITY, PROFITABILITAS, UKURAN PERUSAHAAN DAN CAPITAL INTENSITY TERHADAP AGRESIVITAS PAJAK (Studi Empiris pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di BEI Periode Tahun 2013-2015) Azzahra Dita Reminda; Amries Rusli Tanjung; Volta Diyanto
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Ekonomi Vol 4, No 2 (2017): Wisuda Oktober 2017
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to find out the effect of corporate social responsibility, profitability, firm size, and capital intensit on the extent of tax aggresiveness. Independent variables used in this study are corporate social responsibility, profitability, firm size, and capital intensity while the dependent variable in this study is tax aggresiveness are measured using Effective Tax Rate (ETR). The population in this study is the banking company on the Indonesian Stock Exchange listed in 2013-2015. The sample was determined by the purposive sampling method and obtain 30 companies. Type of data used was secondary data obtained from www.idx.co.id or corporate websites. Data analysis conducted with multiple regression model with help of software SPSS version 21,0. Of the result of the testing that has been done, that corporate social responsibility, profitability, and firm size has significant value on tax aggresiveness. Meanwhile capital intensity have no significant effect on tax aggresiveness. Based on total adjusted R-square result proved that variables of corporate social responsibility, profitability, firm size, and capital intensity effect on tax aggresiveness results of 43% while the rest of 57% were affected by other variables that were not performed in this study.Keywords: Corporate Social Responsibility, Profitability, Firm Size, Capital Intensity, Tax Aggresiveness
Pengaruh Kepemilikan Institusional dan Keberagaman Gender Dewan Direksi terhadap Penghindaran Pajak Reminda, Azzahra Dita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4910

Abstract

Pajak merupakan salah satu sumber utama penghasilan negara yang berperan penting dalam pembangunan nasional. Bagi perusahaan, pajak merupakan beban yang dapat mengurangi profit perusahaan. Banyak fenomena terkait praktik penghindaran pajak di Indonesia, sehingga isu ini masih relevan dalam dunia perpajakan. Praktik penghindaran pajak dipengaruhi oleh tata kelola perusahaan, khususnya struktur kepemilikan dan karakteristik dewan direksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh kepemilikan institusional dan keberagaman gender dewan direksi terhadap praktik penghindaran pajak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Objek penelitian ini merupakan perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2022 hingga 2024. Jumlah sampel penelitian yang didapatkan dari purposive sampling sebesar 69 data observasi. Penghindaran pajak diukur dengan menggunakan Effective Tax Rate (ETR), kepemilikan institusional diukur berdasarkan proporsi kepemilikan saham institusi dan keberagaman gender dewan direksi diukur berdasarkan proporsi direksi perempuan dalam dewan direksi. Penelitian ini menggunakan profitabilitas, leverage dan ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan institusional dan keberagaman gender tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak. Variabel kontrol berupa profitabilitas, leverage dan ukuran perusahaan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penghindaran pajak. Temuan ini mengindikasikan bahwa kepemilikan institusional dan keberagaman gender dewan direksi belum menjadi faktor penentu dalam kebijakan perpajakan perusahaan property dan real estate di Indonesia