Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

RELASI ZIKIR TERHADAP KETENANGAN JIWA (Studi Analisis Majelis Taklim Al-Khasaniyah dan Al-Kamal Mojokerto) Rochmah, Lailatul; Abidin, Chasiru Zainal; Rohmad, M Ali
Mumtaz: Jurnal Studi Al-Quran dan Keislaman Vol 5, No 1 (2021): Mumtaz: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Keislaman
Publisher : Institut PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36671/mumtaz.v5i01.140

Abstract

Fenomena saat ini banyak masyarakat islam yang meyakini bahwa dengan berdzikir akan memperoleh kesehatan baik jasmani maupun rohani, dzikir dapat digunakan juga untuk terapi batin, seperti cemas, ketakutan, kegelisahan, frustasi, dan bahkan sampai akan melakukan bunuh diri. Tujuan penelitian ini adalah : Untuk mengetahui intensitas dzikir, ketenangan jiwa dan untuk menganalisis hubungan dzikir dengan ketenangan jiwa anggota Majlis Taklim Al-Khasaniyah dan Al-Kamal Mojokerto. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Intensitas anggota dzikir di majlis ta’lim Al-Khasaniyah dan Al-Kamal Mojokerto secara umum termasuk kategori sedang dengan skor rata-rata 36, hasil rata-rata tersebut terletak diantara skor 33-36 (2) Ketenangan jiwa anggota dzikir di majlis ta’lim Al-Khasaniyah dan Al-Kamal Mojokerto secara umum termasuk kategori sedang dengan skor rata-rata 35, hasil rata-rata tersebut terletak diantara skor 34-39. (3) Terdapat hubungan yang signifikan antara dzikir dengan ketenangan jiwa anggota majlis taklim Al-Khasaniyah dan Al-Kamal Mojokerto dengan nilai korelasi 0,610. Interprestasi hasil korelasi menunjukkan pada korelasi tingkat kuat. 
Pemahaman Pencegahan Perilaku Kekerasan Seksual di Kampus Saudah, Noer; Lestari, Indah; Frilasari, Heni; Abidin, Chasiru Zainal
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.10353

Abstract

Kekerasan seksual adalah sebuah pemaksaan yang dilakukan pada seseorang untuk tujuan komersial dan atau untuk tujuan tertentu. Kekerasan seksual ada berbagai macam bentuk yaitu bentuk fisik, non-fisik, verbal dan bentuk daring atau online. Tujuan penlitian ini untuk menganalisis pemahaman mahasiswa tentang perilaku kekerasan seksual di kampus Universitas Bina Sehat PPNI Kabupaten Mojokerto. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa tingkat satu sampai di kampus Universitas Bina Sehat PPNI Kabupaten Mojokerto berjumlah 144 mahasiswa. Teknik sampling penelitian ini adalah Acidental Sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 mahasiswa. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan Uji Distribusi Frekuensi. Hasil penelitian menunjukan pemahaman sangat baik 8 responden (13,3%) baik 7 responden (11,7%) cukup 43 responden (71,7%) kurang 2 responden (3,3%). Sebagian besar mahasiswa mempunyai pemahaman cukup tentang perilaku kekerasan seksual di kampus. Pemahaman mahasiswa tentang pencegahan dan penanganan perilaku kekerasan seksual di kampus, meliputi pengertian perilaku kekerasan seksual di kampus, bentuk-bentuk perilaku kekerasan seksual di kampus, faktor-fator perilaku kekerasan seksual di kampus, dampak kekerasan seksual di kampus serta pencegahan dan penanganan perilaku kekerasan seksual di kampus. Dengan begitu mahasiswa dapat terhindar dari korban maupun pelaku.
Enhancing Self-Awareness to Prevent Gender-Based and Sexual Violence on Campus through Interprofessional Education Intervention: Self-Awareness to Prevent Gender-Based and Sexual Violence on Campus Saudah, Noer; Abidin, Chasiru Zainal; Lestari, Indah; Andarini, Esti; Nadhiroh, A'im Matun; Frilasari, Heni; Lutfi Sandi, Yudisa Diaz
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 8 No 1 (January 2025)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woh.v8i1.1534

Abstract

Gender-based sexual violence on campus is a serious issue and is a less serious concern. Students tend to lack an understanding of sexual issues caused by the culture on campus that disfavors the victim by the theory of power relations and a feminist perspective. Students’ knowledge and awareness of gender-based sexual violence on campuses need to be improved. This study assesses students’ self-awareness due to health promotion provided through the Interprofessional Education (IPE) approach. A quasi-experiment with a pre-post-test design was conducted to evaluate 144 students through purposive sampling. The questionnaire adapted from the Situational Self-Awareness Scale (SSAS) was utilized to collect the data. There was a significant improvement in self-awareness (p < 0.001 and t-value= 25.68) after receiving IPE among students. Providing health education with an IPE approach is an effective strategy for raising undergraduate students' awareness of gender-based sexual violence on campus. This intervention may help develop the concept of cooperation and collaboration between health professionals to prepare and create standard measures for preventing and addressing cases of gender-based sexual violence on campus.
PREVALENCE AND IMPACT OF SEXUAL VIOLENCE ON ADOLESCENTS IN MOJOKERTO DISTRICT Saudah, Noer; Lestari, Indah; Abidin, Chasiru Zainal
International Journal of Nursing and Midwifery Science (IJNMS) Vol. 9 No. 3 (2025): VOLUME 9 ISSUE 3 DECEMBER 2025
Publisher : Departement Research and Community Engagement Bina Sehat PPNI Institute of Health Science, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29082/IJNMS/2025/Vol9/Iss3/774

Abstract

Sexual violence is a serious issue in maternity nursing as it directly impacts reproductive health, including physical trauma, damage to reproductive organs, unwanted pregnancies, and prolonged psychological trauma. This study aimed to measure the prevalence of sexual violence among adolescents in Mojokerto Regency and describe its forms and impacts. The research employed a descriptive design, conducted in Mojokerto Regency from July to September 2025. A total of 220 respondents were selected using accidental sampling. The study variables included the prevalence of sexual violence incidents and their impacts, measured using a questionnaire. Data were analyzed using frequency distribution. The results showed that 118 adolescents (53.7%) had experienced sexual violence. The most common type was verbal harassment (40.7%), followed by a combination of verbal and physical violence (29.6%), physical violence (17%), and chat calling (12.7%). The most significant impact experienced by victims was social (44.8%), followed by combined physical-psychological-social impacts (22.7%), psychological (12.7%), spiritual (8.4%), physical (7.2%), and physical-psychological (4.2%). The dominance of female victims reflects the influence of patriarchal culture and gender inequality. The prevalence of verbal violence indicates low public awareness that certain utterances constitute harassment. Sexual violence often leads to social isolation, necessitating holistic management to enable adolescents to recover in a safe and supportive environment.