Sugiyanti, Umi
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Digital Preservation of Traditional Games: The Role of Community Pioneers in Yogyakarta Sugiyanti, Umi; Pambudi, Agung
Knowledge Garden: International Journal of Library Studies Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Brawijaya University Library

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.knowledgegarden.2025.3.1.33

Abstract

Traditional games are an essential part of Indonesia's cultural heritage, yet they are gradually being replaced by digital entertainment, leading to concerns about their preservation. This study explores the role of community pioneers in Yogyakarta in preserving traditional games through digital initiatives. This study aims to identify and analyze digital strategies used by these pioneers to maintain the relevance of traditional games among younger generations. A qualitative research methodology with a case study approach was employed, involving field observations and interviews with key community pioneers across 14 districts (Kemantren) in Yogyakarta. The findings indicate that digital documentation, such as video tutorials and online content, is an effective strategy for preserving traditional games by making them accessible to a broader audience. Social media platforms, including YouTube, Facebook, and Instagram, are crucial in promoting traditional games and engaging younger generations. Additionally, community-led initiatives such as competitions, integrating traditional games into educational curricula, and training workshops have successfully revived interest in these games while fostering cultural awareness. The conclusion highlights that a combination of digital innovation and community engagement is vital for sustaining traditional games in the modern era. This study recommends further exploration of interactive digital technologies, such as augmented reality, to enhance the preservation and promotion of traditional games on a larger scale. The findings offer valuable insights for policymakers, educators, and cultural organizations in developing sustainable strategies to protect intangible cultural heritage in the digital age.
Inovasi Literasi Informasi di Perpustakaan dengan Layanan E-Learning Space di Era Pandemi COVID-19 Sugiyanti, Umi; Junandi, Sri
Buletin Perpustakaan Vol. 6 No. 1 (2023): Buletin Perpustakaan Volume 6 Nomor 1, Mei 2023
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 membuat segala tatanan kehidupan yang ada di masyarakat menjadi berubah. Kebiasan-kebiasaan baru muncul dalam sendi kehidupan masyarakat. Kebijakan pemerintah untuk menghindari dampak meluasnya COVID-19, kegiatan pembelajaran dan penelitian di perguruan tinggi dialihkan dengan kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Upaya yang dilakukan agar perpustakaan tetap dapat dimanfaatkan pemustaka, pustakawan berusaha menyesuaikan diri dengan berinovasi memberikan layanan yang sesuai dengan keadaan. Semua kegiatan layanan dilakukan secara online termasuk kegiatan literasi informasi dilakukan dengan menggunakan media pembelajaran online (e-learning space). Literasi informasi online dijalankan dengan berfokus pada proses penelitian, yaitu membantu mahasiswa dalam penyusunan tugas akhir. Sistem literasi informasi online dijalankan dengan memakai komputer, laptop, atau handphone android yang sudah terkoneksi internet. Pustakawan menggunakan email, sosial media, dan aplikasi zoom. Selain itu pustakawan memberikan fasilitas baru, yang merupakan hasil karya sendiri bersama tim TI fakultas, yaitu suatu platform kolaborasi dengan dosen dan mahasiswa. Platform kolaborasi ini menggunakan ezproxy perguruan tinggi setempat, sehingga mahasiswa dan dosen dapat mengakses dimanapun dan kapanpun. Kegiatan literasi informasi online ini dapat mempermudah dan memperlancar proses pembelajaran di perguruan tinggi, sehingga dapat membantu penelitian dosen dan mahasiswa dalam menyelesaikan studi dengan tepat waktu.
Peran pustakawan cerdas di Perguruan Tinggi dalam ikut membentuk masyarakat cerdas Sugiyanti, Umi
Media Informasi Vol 29 No 2 (2020): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mi.v29i2.4116

Abstract

Pustakawan perguruan tinggi dituntut untuk lebih meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan wawasannya. Kegiatan untuk menambah pengetahuan dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti : banyak membaca-menulis, sering mengikuti seminar, workshop, call for papers, bergabung dalam grup diskusi sosial media, belajar secara mandiri melalui Internet, dan lain-lain. Pemustaka dalam suatu perguruan tinggi sebagian besar generasi milenial. Perilaku generasi milenial sekarang ini sudah memasuki era society 5.0 (Perilaku masyarakat super cerdas). Mereka menginginkan layanan yang cepat, praktis, dan efisien. Pustakawan harus mengikuti arus generasi masyarakat yang dilayaninya, agar layanan yang diberikan sesuai dengan keinginan pemustaka. Peran pustakawan cerdas untuk masyarakat perguruan tinggi dengan memberikan layanan yang relevan dengan generasi milenial salah satunya yaitu layanan digital library mobile. Pemustaka hanya dengan mengunduh aplikasi lewat Playstore, sudah dapat meminjam dan membaca ebook tanpa harus mendatangi perpustakaan. Kegiatan lain yang dilakukan yaitu pustakawan berkolaborasi dengan peneliti (dosen dan mahasiswa). Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan tutorial literasi informasi di meja layanan, yaitu: memberikan teknik kepenulisan tugas akhir, cara menggunakan SPSS, Mendeley, Zotero, membantu cek plagiarisme, sosialisasi sumber-sumber informasi, menyediakan referensi yang relevan, memberikan rujukan jurnal, dan memberikan layanan informasi lainnya. Layanan ini dapat memperlancar proses belajar-mengajar dan meningkatkan kualitas hasil penelitian di perguruan tinggi. Peran pustakawan cerdas untuk masyarakat kampung dengan mendampingi dan mengajar anak-anak di saat Jam Belajar Masyarakat (Pukul 18.30-20.30). Kegiatan remaja dan Taman Pendidikan Al[1]Qur'an (TPA) digiatkan kembali. Taman baca masyarakat (TBM) didirikan untuk melengkapi kegiatan literasi di masyarakat. Masyarakat menjadi cerdas dalam berliterasi, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan.
Mengaplikasikan teknologi holografi dan artificial intelligence (ai) di Perpustakaan digital Sugiyanti, Umi
Media Informasi Vol 28 No 2 (2019): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mi.v28i2.4139

Abstract

Perpustakaan digital adalah salah satu inovasi di era Teknologi Informasi dan Komunikasi. Beberapa perpustakaan digital sudah menerapkan perpustakaan digital mobile. Perpustakaan digital yang mempunyai koleksi digital yang tersimpan dalam server dan dapat dibaca lewat peralatan komputer / desktop maupun mobile phone / gadget yang sudah terkoneksi Internet. Pemustaka bisa memanfaatkan perpustakaan digital di mana saja dan kapan saja, tidak terbatas ruang dan waktu. Dalam ekosistem digital dan society 5.0, perpustakaan terus berinovasi dengan memberi gambaran tentang perpustakaan digital masa depan. Perpustakaan digital mobile sekarang ini akan diintegrasikan dengan teknologi holografi dan Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan. Teknologi holografi yang memancarkan cahaya berupa tokoh gambar atau video berbentuk manusia akan berinteraksi dengan pemustaka. Dengan menggunakan smart phone berbasis android , IOS dan komputer yang dilengkapi dengan teknologi holografi dan terhubung Internet, pemustaka sudah bisa mengakses perpustakaan digital di manapun dan kapanpun. Pemustaka akan dimanjakan dengan fitur-fitur yang interaktif di dalam perpustakaan digital tersebut. Buku yang mereka pinjam tidak harus mereka baca, tetapi bisa dibacakan oleh aplikasi dan animasi tokoh manusia dengan fasilitas hologram yg sudah dipadukan dengan AI. Berbasiskan teknologi holografi dan AI tidak hanya membacakan isi buku, tetapi bisa berinteraksi dan dapat melakukan tanya jawab dengan pemustaka, lewat suara dan gestur tubuh pemustaka.