p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Studi Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meningkatkan Modal Bernalar dari Ruang akdemis Kampus: - Marzuki, Muhamad
Fikroh: (Jurnal Studi Islam) Vol. 8 No. 1 (2024): Juni: Fikroh Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/fikroh.v8i1.1389

Abstract

Di kampus-kampus pun komunitas akademika terjangkit virus pragmatisme dan lebih cendrung mengabdi pada lembaga-lembaga kapitalisme dalam bentuk dunia kerja. Uang menjadi ukuran kebahagiaan manusia tanpa ditopang nalar kritis melampauinya. Bila uang sudah menjadi pandangan hidup, menumpuk untangpun tidak menjadi masalah asalkan ego bisa kenyangkan untuk sementara. Dan nalar sudah tidak lagi berdaya atas nafsu jangka pendek, termasuk kaum yang dianggap terpelajarpun bisa kena. Dalam menganalisis data-data yang diperoleh, penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dengan menggunakan metode tersebut penulis dapat memberikan gambaran hubungan yang terdapat pada penomena yang diselidiki secara sistimatis dengan menyatakan hasil yang bukan berupa angka. Sedangkan kualitatif akan memadukan hasil yang diperoleh dari analisis data dengan analisis secara kualitatif. Kampus dapat dijadikan agen yang sangat penting untuk mengkonstruksi sistem pemikiran akal sehat dan daya nalar yang tinggi, hal ini bisa dianalisis dari pandangan Pierre Bourdieu terkait kondisi struktur masyarakat dapat dipengaruhi kondisi dan kualitas sumber daya yang dimilikinya. Waktu empat tahun mahasiswa berada dikampus adalah waktu yang sebenarnya cukup untuk mensosialisaikan nilai-nilai kebiasaan akademis yang menjurus pada konstruksi berpikir, membentuk akal sehat dan nalar kritis. Jika empat tahun mahasiswa dibiasakan berpikir dengan akal sehat dan nalar kritis, maka karakter berpikir dan pola prilaku menetap di dalam diri mahasiswa, dan akan menjadi kapital intelektual. Meningkatkan Modal Bernalar dari Ruang akdemis Kampus. Kata Kunci: Kampus, nalar, akadmis, mahasiswa, Pierre Bourdieu
Universalisme Sains: Tinjauan Kritis Pervez Hoodbhoy Terhadap Hubungan Islam Dan Sains Marzuki, Muhamad
Fikroh Jurnal Studi Islam Vol. 9 No. 1 (2025): Juni 2025: Fikroh Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/fikroh.v9i1.2371

Abstract

Hubungan antara Islam dan sains seringkali menjadi topik perdebatan yang kompleks. Dalam konteks ini, Pervez Hoodbhoy mengajukan pandangan kritis yang menolak relevansi hubungan langsung antara Islam dan sains. Menurut Hoodbhoy, proyek “sains Islami” yang digagas di dunia Muslim, termasuk dalam kerangka Islamisasi pengetahuan, justru merugikan perkembangan sains modern dengan mencoba menghubungkan prinsip-prinsip ilmiah dengan nilai-nilai agama yang tidak dapat diuji secara empiris. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi kritik Hoodbhoy terhadap konsep “sains Islami” dan mempertegas pentingnya universalisme sains modern, yang menekankan penerapan prinsip-prinsip ilmiah secara global tanpa dipengaruhi oleh tafsiran agama tertentu. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah tinjauan literatur kritis terhadap karya-karya Hoodbhoy dan literatur terkait. Temuan utama menunjukkan bahwa pendekatan semacam ini tidak hanya menghambat kemajuan ilmu pengetahuan di dunia Muslim, tetapi juga memperkuat ketidakseimbangan dalam pengembangan pendidikan dan penelitian. Implikasi dari kritik ini adalah perlunya reformasi pendidikan ilmiah di negara-negara Muslim dengan fokus pada kebebasan akademik dan inovasi.