Hubungan antara Islam dan sains seringkali menjadi topik perdebatan yang kompleks. Dalam konteks ini, Pervez Hoodbhoy mengajukan pandangan kritis yang menolak relevansi hubungan langsung antara Islam dan sains. Menurut Hoodbhoy, proyek “sains Islami” yang digagas di dunia Muslim, termasuk dalam kerangka Islamisasi pengetahuan, justru merugikan perkembangan sains modern dengan mencoba menghubungkan prinsip-prinsip ilmiah dengan nilai-nilai agama yang tidak dapat diuji secara empiris. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi kritik Hoodbhoy terhadap konsep “sains Islami” dan mempertegas pentingnya universalisme sains modern, yang menekankan penerapan prinsip-prinsip ilmiah secara global tanpa dipengaruhi oleh tafsiran agama tertentu. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah tinjauan literatur kritis terhadap karya-karya Hoodbhoy dan literatur terkait. Temuan utama menunjukkan bahwa pendekatan semacam ini tidak hanya menghambat kemajuan ilmu pengetahuan di dunia Muslim, tetapi juga memperkuat ketidakseimbangan dalam pengembangan pendidikan dan penelitian. Implikasi dari kritik ini adalah perlunya reformasi pendidikan ilmiah di negara-negara Muslim dengan fokus pada kebebasan akademik dan inovasi.
Copyrights © 2025