Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kejayaan Kerajaan Mataram Islam dan Pengaruhnya untuk Nusantara pada Masa Pemerintahan Sultan Agung Tahun 1613-1645 M Handayani, Mira; Malik, Muhammad Iqbal; Yasin, Veri Fadhli; Maulana, M Hilmi Yasa
INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan Vol 2 No 2 (2024): INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam (YPI) AN NUR INSANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70424/insani.v2i2.121-138

Abstract

Indonesia memiliki sejarah yang sangat menarik untuk dikaji. Banyaknya kerajaan-kerajaan yang pernah berdiri diIndonesia, menjadikan Indonesia negeri yang kaya akan historis. Salah satu kerajaan yang terkenal adalah kerajaan yang  berada di Jawa, yaitu Kerajaan Mataram Islam. Kerajaan Mataram Islam merupakan salah satu kerajaan bercorak islam yang dahulu pernah berjaya dalam sejarah Indonesia. Kerajaan yang diperkirakan telah berdiri semenjak abad ke-15 ini berpusat di Kota Gede, Yogyakarta. . Pada masa itu Kesultanan Mataram Islam mengalami masa kejayaan dimasa kepemimpinan Sultan Agung Hanyakrakusuma (1613-1645), Kesultanan Mataram telah aktif memperluas wilayahnya hampir seluruh pulau Jawa dan sangat disegani bagi Kerajaan-Kerajaan atau bangsa lainnya. Selain itu, kerajaan Mataram Isam dibawah pemerintahan Sultan Agung juga memiliki pengaruh dan akultuasi yang cukup besar terhadap nusantara. Salah satunya yaitu kehidupan beragama, dimana agama Islam  pada masa itu menjadi agama terbesar di Kesultanan Mataram Islam, tidak hanya itu akulturasi Mataram Islam juga mencakup sosial ekonomi, budaya dan politik diberbagai wilayah nusantara. Meliputi; Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Madura, hingga Sukadana atau Kalimantn Barat.
JARIMAH QADZAF (TUDUHAN ZINA) DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA ISLAM: IMPLIKASI TERHADAP HAK ASASI MANUSIA Dhimas, Muhammad; Dzakwan Mtd, Mhd Daffa; Dalimunthe , Nadya Rahma; Nabila Siregar , Annisa Sasa; Aisywani, Meutia; Handayani, Mira; Yusuf Hamdani, Ahmad
Bureaucracy Journal : Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance Vol. 5 No. 1 (2025): Bureaucracy Journal : Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance
Publisher : Gapenas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53363/bureau.v5i1.532

Abstract

The crime of qadzaf, as a criminal act of accusing someone of adultery without valid evidence according to Islamic law, has significant implications for the protection of human rights (HAM). The enforcement of qadzaf law aims to protect personal honor, dignity, and social stability from the threat of baseless accusations. This article discusses the crime of qadzaf as a form of protection of the right to honor, the right to a sense of security, and the right to a peaceful life, as guaranteed in international law, especially Article 12 of the Universal Declaration of Human Rights and Article 14 paragraph (2) of the International Covenant on Civil and Political Rights. Although the law of qadzaf is often seen as restricting freedom of opinion, its basic principle actually balances the right to expression with the social responsibility to protect the honor of others. With a philosophical approach based on maqashid sharia, this article emphasizes that the application of the law of qadzaf is a preventive and restorative legal mechanism that remains relevant in guaranteeing human rights in the contemporary era.