Latar Belakang: Pelayanan Kesehatan Primer (PHC) mendorong penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) di Indonesia, namun capaian Standar Pelayanan Minimum yang belum optimal, khususnya pada pelayanan ibu dan anak, menegaskan perlunya penguatan layanan serta adaptasi mekanisme pelayanan dan perilaku masyarakat. Tujuan: Mengetahui dan menganalisis implementasi kebijakan Integrasi Layanan Primer (ILP) pada Pelayanan Kluster 2 (Pelayanan Ibu dan Anak) di Puskesmas BPR Ranau Tengah, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional pada dua populasi: ibu yang mengunjungi layanan Klaster 2 (n=92) dan tenaga kesehatan pelaksana layanan Kluster 2 (n=30). Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square untuk menilai hubungan antarvariabel. Hasil: Tingkat pengetahuan, sikap, dan aksesibilitas pelayanan ILP berhubungan signifikan dengan perilaku adaptasi masyarakat (p=0,000). Ketersediaan SDM kesehatan dan pengetahuan tenaga kesehatan berhubungan signifikan dengan implementasi pelayanan Kluster 2 (p=0,001). Kesimpulan: Implementasi ILP pada Pelayanan Kluster 2 dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap, dan akses masyarakat serta ketersediaan dan kompetensi tenaga kesehatan, sehingga penguatan edukasi, pelatihan SDM, dan penyempurnaan akses layanan diperlukan untuk mendukung adaptasi masyarakat dan efektivitas pelayanan.