Maghfoer, Mochamad Dawam
Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH SINAR LAMPU FLOURESCENT DAN LAMA PENYINARAN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT NANAS (Ananas comosus (L.) Merr.) cv. ‘Smooth Cayyene’ Primadani, Rizal; Maghfoer, Mochamad Dawam
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/646

Abstract

Nanas merupakan komoditas hortikultura yang mempunyai permintaan pasar yang tinggi. Salah satu cara meningkatkan produktivitas nanas dengan penggunaan kultivar baru dari hasil persilangan. Persilangan tanaman nanas menghasilkan biji yang mempunyai sifat lambat berkecambah. Perlu adanya teknologi untuk mempercepat pertumbuhan bibit nanas yakni dengan teknik pemberian cahaya. Tujuan penelitian untuk mendapatkan warna sinar lampu flourescent dan lama penyinaran yang optimal bagi pertumbuhan bibit nanas. Penelitian dilaksanakan di Ruang Germinasi Research PT. GGP, Terbanggi Besar, Lampung Tengah, Lampung pada bulan Januari hingga Maret 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF). Faktor pertama adalah warna sinar lampu Flourescent (MBM: merah biru merah dan BMB: biru merah biru). Faktor kedua adalah lama penyinaran (3, 9, 15, dan 21 jam/hari). Disamping itu juga terdapat perlakuan kontrol. Pengamatan meliputi tinggi tanaman, lebar daun, jumlah daun, luas daun, klorofil, panjang akar dan bobot tanaman. Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara sinar lampu dan lama penyinaran terhadap lebar daun, jumlah daun, luas daun, dan bobot segar tanaman. Perlakuan sinar lampu MBM dengan lama penyinaran yang semakin panjang (21 jam) secara nyata meningkatkan pertumbuhan bibit nanas. Pada perlakuan sinar lampu BMB dengan lama penyinaran sampai dengan 15 jam secara nyata meningkatkan pertumbuhan bibit nanas. Perlakuan sinar lampu MBM menghasilkan jumlah daun, luas daun dan berat tanaman yang lebih besar dan berbeda nyata pada umur 45 hst. Perlakuan lama penyinaran yang semakin panjang menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik dan berbeda nyata pada semua parameter. Tanaman yang diperlakukan sinar lampu dan lama penyinaran menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik dari pada kontrol.
PENGARUH NAUNGAN DAN PEMBERIAN PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa (L.)) Maghfoer, Mochamad Dawam; Soelistyono, Roedy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/649

Abstract

Pakcoy merupakan sayuran yang mempunyai nilai komersial dan prospek yang cukup baik. Agar bisa ditanam dengan baik pada daerah yang beriklim tropis, perlu dilakukan penyesuaian iklim mikro agar sesuai dengan iklim tempat asal tanaman pakcoy. Cahaya matahari yang cukup terik di Indonesia kurang baik untuk pertumbuhan pakcoy, oleh karena itu dalam pembudidayaan tanaman pakcoy perlu dilakukan penaungan. Selain itu, hal yang dilakukan untuk meningkatan produktivitas tanaman pakcoy adalah dengan mengaplikasikan pupuk kandang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh naungan dan pemberian pupuk kandang serta menguji hubungan antara kedua perlakuan terhadap hasil dan kualitas tanaman pakcoy. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April – Mei 2015 di Dusun Dadapan, Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) yang diulang 3 kali, dengan petak utama berupa naungan (N) yang terdiri dari 0% (N0), 25% (N1), 50% (N2) dan pemberian pupuk kandang (B) menjadi sub plot yang terdiri dari tanpa pupuk kandang (B0), pupuk kandang sapi (B1), pupuk kandang kambing (B2), pupuk kandang ayam (B3). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara perlakuan naungan dan pupuk kandang pada variabel panjang tanaman pada saat umur pengamatan 35 hst. Perlakuan pemberian naungan menunjukkan perbedaan yang nyata terhadap panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, indeks klorofil, bobot segar total per tanaman dan bobot segar total per m2. Perlakuan pupuk kandang menunjukkan perbedaan nyata terhadap seluruh variabel.