Sukandar, S S
Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS STRATEGI PENGELOLAAN PELABUHAN PERIKANAN PANTAI SUNGAI RENGAS KABUPATEN KUBU RAYA-KALIMANTAN BARAT Almutahar, Arief Maulana; Sutjipto, Darmawan Okto; Sukandar, S S
Jurnal Mahasiswa Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.242 KB)

Abstract

Penelitian strategi pengelolaan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) bertujuan untuk mengetahui faktor SWOT(kekuatan, kelemahan, peluang ancaman), skenario dan merumuskan strategi pengelolaan Pelabuhan Perikan Pantai Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya – Kalimatan Barat:  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan teknik pengambilan data: Primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi pasif, wawancara, partisipasi langsung dan studi pustaka. Matriks SWOT merupakan alat analisis yang digunakan untuk mengidentisifikasi kekuatan, peluang, kelemahan dan ancaman. Setelah mengetahui hal tersebut pemimpin dapat menetukan sebuah arahan strategi suatu organisisasi. QSPM (Quantitative Strategies Planning Matrix) adalah alat yang direkomendasikan bagi para ahli strategi untuk menentukan kemenarikan relatif (relative attractiveness) dari strategi yang bervariasi. Nilai IFAS (Internal Factors Strategic Summary) yang diperoleh variabel kekuatan (1,6088) lebih besar dari pada kelemahan (1,4204). EFAS (Eksternal Strategic Analysis Summary) variabel peluang (1,3256) lebih besar dari ancaman (1,0164).Hasil tersebut menempatkan PPP Sungai Rengas pada kuadran I dengan strategi SO (Streght-Opportunities). Berdasarkan perolehan total nilai yang dihasilkan setiap strategi melalui analisa QSPM didapatkan 5 strategi yang memiliki daya tarik untuk implementasikan, antara lain : (1) Meningkatakatkan produksi perikanan, (2) Segmentasi pasar, (3) Penertiban penjualan ikan PPP Sungai Rengas, (4) Pembangun usaha di lingkungan pelabuhan, (5) Peningkatan dan menstabilkan pasokan BBM. Kata Kunci : Strategi, IFAS, EFAS, SWOT, QSPM
TINGKAH LAKU PEMIJAHAN, PEMBENIHAN, PEMBESARAN IKAN KERAPU TIKUS (Cromileptes altivelis) DI BALAI BUDIDAYA AIR PAYAU SITUBONDO Lailatul P, Dwi Ivanda; Tumulyadi, A Agus; Sukandar, S S
Jurnal Mahasiswa Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.71 KB)

Abstract

Ikan kerapu tikus (Cromileptes altivelis) merupakan ikan bernilai ekonomis tinggi. Produksinya berasal dari penangkapan dan budidaya. Saat ini tidak banyak yang memahami tentang tingkah laku ikan kerapu tikus. Oleh karena itu perlu adanya pengkajian tentang tingkah laku ikan kerapu tikus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkah laku ikan kerapu tikus secara keseluruhan yang meliputi pemijahan, pembenihan, dan pembesaran. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Budidaya Air Payau (BBAP) Situbondo dengan menggunakan metode deskriptif,  analisa data yang digunakan adalah analisa komparatif yaitu membandingkan antara hasil pengamatan dengan literatur. Berdasarkan hasil penelitian, ikan kerapu tikus merupakan ikan hermaprodit protogini yang mengalami perubahan kelamin dari betina ke jantan setelah betina berumur 2 tahun dengan berat 2,5 kg. Pemijahan ikan kerapu terjadi pada bulan gelap (antara tanggal 25-5) antara pukul 22.00-02.00 wib pada suhu perairan 29 oC dan jumlah perbandingan jantan dan betina 1:2.  Ikan kerapu yang hendak memijah menjadi lebih sensitif terhadap suara dan cahaya. Ikan kerapu betina perutnya terlihat buncit, warna tubuhnya cerah dan pergerakannya lambat. Ikan kerapu jantan pergerakannya lebih agresif daripada ikan kerapu betina. Ikan kerapu jantan akan bergerak mengikuti ikan kerapu betina dan berenang bersama. Telur yang dihasilkan berkisar 100.000 – 300.000. Masa inkubasi telur 18-20 jam dengan tingkat penetasan 80% dan survival rate 5 %. Larva kerapu tikus bersifat pelagis, pemberian pakan disesuaikan dengan bukaan mulut larva. Pakan yang diberikan berupa minyak cumi pada D1-D14, zooplankton jenis artemia pada D15-D40, fitoplankton jenis rotifera pada D15-35, pelet pada D17 -D50 dan rebon pada D40-D50.  Faktor lingkungan yang dibutuhkan pada pengamatan larva yaitu : suhu 29 oC, pH 7 , salinitas 32 ppt , dan nilai amoniak < 0,01 ppm. Pembesaran ikan kerapu tikus di karamba jaring apung (KJA) dipelihara mulai ukuran 10 cm (D70) dengan masa pemeliharaan 15 bulan.  Pemberian pakan dilakukan satu kali sehari berupa ikan selar. Ikan kerapu tikus makan dengan menyergap pakannya sebelum pakannya menuju ke dasar. Lingkungan di karamba jaring apung mempunyai suhu  perairan 29-31 oC dan salinitas 33 ppt. Kata Kunci : tingkah laku ikan, kerapu tikus
PENGARUH PANJANG JARING, UKURAN KAPAL, PK MESIN DAN JUMLAH ABK TERHADAP PRODUKSI IKAN PADA ALAT TANGKAP PURSE SEINE DI PERAIRAN PRIGI KABUPATEN TRENGGALEK – JAWA TIMUR Suryana, Solicha Annisa; Rahardjo, Iman Prajogo; Sukandar, S S
Jurnal Mahasiswa Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.899 KB)

Abstract

Skripsi yang berjudul Pengaruh Panjang Jaring, Ukuran Kapal, PK Mesin, dan Jumlah ABK Terhadap Produksi Ikan Pada Alat Tangkap Purse Seine di Perairan Prigi, Trenggalek, Jawa Timur dilaksanakan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Prigi, Trenggalek, Jawa Timur pada bulan Juli 2012 Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mengetahui pengaruh panjang jaring, GT kapal, PK mesin dan jumlah ABK terhadap produksi ikan, dan mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap produksi ikan. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara dan deskriptif dengan data primer sebagai dasar pengambilan data. Data yang telah didapat dianalisa dengan metode analisa regresi linier sederhana dan regresi linier berganda. Dari hasil regresi masing-masing faktor yaitu Panjang Jaring, Ukuran Kapal, PK Mesin dan Jumlah ABK terhadap Produksi Ikan di dapatkan nilai R2 = 0,92 untuk panjang jaring dengan penambahan hasil sebesar 3.811 kg  per kapal tiap 10 trip dengan persamaan y = 7, 306x, untuk jumlah ABK nilai R2=0,88 dengan penambahan hasil 3758 kg per kapal tiap 10 trip dengan persamaan y = 155x, untuk PK mesin nilai R2=0,912 penambahan hasil sebesar 3697 kg per kapal tiap 10 trip dengan persamaan y = 28,6x, sedangkan GT kapal mempunyai nilai R2= 0,912dan penambahan hasilnya 3750 kg per kapal tiap 10 trip dengan persamaan y = 118,9x. Dari hasil pengujian maka faktor yang paling berpengaruh terhadap hasil produksi ikan adalah panjang jaring dengan hasil penambahan produksi ikan 3.811kg per kapal tiap 10 kali trip penangkapan.   Kata Kunci : panjang jaring, ukuran kapal, PK mesin, jumlah ABK,  produksi ikan, dan purse seine
PENDUGAAN POTENSI IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) DI PERAIRAN PACITAN, JAWA TIMUR Harianto, S Sugeng; Martinus, M M; Sukandar, S S
Jurnal Mahasiswa Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.847 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Dinas Kelautan dan Perikanan Pacitan kecamatan Sidoharjo Kabupaten Pacitan Propinsi Jawa Timur pada bulan September 2011. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui nilai potensi lestari perikanan tongkol di Perairan Pacitan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan metode analisit.. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah data premier yaitu wawancara langsung dan data sekunder berupa data statistik Dinas Kelautan dan Perikanan Pacitan mulai tahun 2001 sampai dengan tahun 2010. Analisa data dalam penelitiain ini menggunakan analisa scaefer, fox dan walterhilborn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Alat tangkap yang dominan mendapatkan tangkapan ikan tongkol dan menjadi alat tangkap standart perhitungan konversi alat tangkap di Pacitan adalah Purse seine. Analisa hasil dari ketiga model didapatkan untuk model Schaefer dan model Fox diperoleh nilai dari variable b adalah positif sebesar 0,0944 dan untuk model fox nilai variable d adalah 0,0076, jika kedua variabel tersebut memiliki hasil positif, maka kedua model ini tidak dapat digunakan dalam analisis perikanan tongkol. Sedangkan untuk analisa model Walter-Hilborn didapat laju pertumbuhan intrinsik (r) sebesar 0,836 per tahun dengan daya dukung lingkungan (k) 630,149 ton/tahun dan nilai koefisien penangkapan (q) 0,0134. Nilai biomas ikan tongkol pada tahun 2010 adalah sebesar 344,8 ton, potensi cadangan ikan tongkol pada tahun 2010 adalah sebesar 172,4 ton, pertumbuhan stok biomas yaitu sebesar 130,52 ton dan hasil tangkapan pada tahun 2010 adalah sebesar 194,4 ton.   Kata Kunci : potensi, tongkol, scaefer, fox, walter hilborn
PENGARUH RASIO GAYA APUNG DAN GAYA TENGGELAM SURFACE GILL NET TERHADAP HASIL TANGKAPAN DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN DESA KRANJI KECAMATAN PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN Ningsih, Tsalis Kurnia; Martinus, M M; Sukandar, S S
Jurnal Mahasiswa Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 2 (2013): JURNAL PEMANFAATAN SUMBERDAYA PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.098 KB)

Abstract

Tampilan gill net di dalam perairan dipengaruhi oleh gaya internal dan gaya eksternal yang bekerja pada alat tangkap. Gaya-gaya tersebut diantaranya gaya berat, gaya apung dan gaya hidrodinamika. Bekerjanya gaya tersebut akan mempengaruhi tampilan gill net didalam air. Oleh karena itu perlu adanya pengkajian tentang rasio gaya apung dan tenggelam terhadap surface gill net. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui pengaruh perbedaan gaya apung dan gaya tengelam surface gil net terhadap hasil tangkapannya. Penelitian ini dilaksanakan di Pangkalan Pendaratan Ikan Desa Kranji Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan dengan menggunakanan metode deskriptif, analisa data yang digunakan adalah analisa komparatif yaitu membandingkan antara hasil pengamatan dengan literature dan menggunakan Rancangana Acak Kelompok (RAK) dengan uji Anova. berdasarkan hasil penelitian, penentuan besar kecilnya gaya apung dan gaya tenggelam pada gill net bergantung pada sasaran hasil tangkapan. Gill net yang dioperasikan di permukaan harus memiliki total gaya apung yang lebih besar dari total gaya tenggelamnya. Ikan-ikan yang tertangkap kebanyakan dengan cara terbelit atau terpuntal. Anova yang diperoleh yaitu Fhitung ˂ Ftabel, maka H0 diterima yang artinya dengan adanya perbedaan gaya apung dan tenggelam pada surface gill net yang ada di Desa Kranji tidak berpengaruh terhadap hasil tangkapannya. Analisis hasil dari uji anova tidak berbeda nyata dengan perbandingan gaya apung dan gaya tenggelam pada jaring insang permukaan, dikarenakan perbedaan ketegangan dan terbukanya tubuh jaring di perairan tidak begitu besar sehingga kemampuan untuk menangkap ikan baik secara terjerat atau terpuntal dari ketiga sampel tidak berbeda. Ikan dominan tertangkap diantaranya adalah ikan kembung (Restreliger kanagurta), ikan layang (Decapterus ruselli), ikan layur (Trichiulus savala) dan ikan gulamah (Pseudocienna amovescis).   Kata kunci : gill net, gaya apung, gaya tenggelam, hasil tangkapan
PENGARUH PERBEDAAN UKURAN UTAMA (PRINCIPAL DIMENSION) PUKAT TARIK CANTRANG TERHADAP HASIL TANGKAPAN DI PERAIRAN BRONDONG-LAMONGAN Rohmah, Founy Anika; Sukandar, S S; Adi, D. Bambang Setiono
Jurnal Mahasiswa Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 2 (2013): JURNAL PEMANFAATAN SUMBERDAYA PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.648 KB)

Abstract

Semakin pesatnya perkembangan teknologi penangkapan serta adanya larangan penggunaan alat tangkap trawl, maka nelayan lamongan terutama di perairan Brondong banyak yang menggunakan pukat tarik cantrang. Demi mendapatkan hasil tangkapan yang banyak para nelayan memodifikasi ukuran utama pada pukat tarik cantrang yang mereka gunakan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pada ukuran pukat tarik cantrang yang berbeda ukuran utama serta yang paling dominan sehingga hasil tangkapan bertambah. Metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini, pengambilan sampel menggunakan metode Proportionate Stratified Random Sampling. Penelitian dilakukan di dua tempat yaitu Desa Brondong dan Desa Kandangsemangkon. Analisis data yang digunakan ada dua yaitu regresi sederhana dan regresi berganda. Dari hasil analisis regresi sederhana dan berganda terdapat persamaan hasil yaitu bagian pukat tarik cantrang yang paling berpengaruh terhadap hasil tangkapan adalah penambahan panjang tali penarik, dalam regresi sederhana mempunyai pengaruh terhadap hasil tangkapan sebesar 0,396 kg jika ada penambahan 1 m pada panjang tali penarik. Pada regresi berganda jika panjang tali penarik ditambah 1 m maka hasil tangkapan akan meningkat sebesar 0,323 kg. Jadi, bagian yang paling dominan mempengaruhi hasil tangkapan adalah panjang tali penarik.   Kata Kunci: ukuran utama cantrang, pengaruh ukuran utama, hasil tangkapan