Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

LENTERA MERAH : MODEL PERPUSTAKAAN JALANAN SEBAGAI BENTUK GERAKAN SOSIAL DALAM MEMBANGUN BUDAYA LITERASI MASYARAKAT DI TAMAN KOTA SINGARAJA BALI Rahman, Taufikur; Margi, I Ketut; Wirawan, I Gusti Made Arya Sutha
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 1, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i2.26841

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan latar belakang mahasiswa melakukan gerakan sosial dalam membangun budaya literasi masyarakat melalui Perpustakaan Jalanan Lentera Merah di Taman Kota Singaraja. 2) Mendeskripsikan model gerakan sosial yang ditawarakan Perpustakaan Jalanan Lentera Merah dalam membangun budaya literasi masyarakat di Taman Kota Singaraja. 3) Mendeskripsikan kendala yang dihadapkan Perpustakaan Jalanan Lentera Merah 4) Mendeksripkan tingkat kepuasan dan manfaat Perpustakaan Jalanan Lentera Merah dalam gerakan sosial membangun budaya literasi masyarakat di Taman Kota Singaraja. Konsep yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah tersebut yaitu Perpustakaan Jalanan Lentera Merah sebagai gerakan sosial, model gerakan, kendala, solusi, serta tingkat kepuasaan dan manfaat. Penelitian ini dilaksanakan di Perpustakaan Jalanan Lentera Merah di Taman Kota Singaraja pada tahun 2019, menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan deskriptif melalui langkah-langkah : penentuan informan yang terdiri dari penggagas, pengelola, pengunjung, pengelola perpustakaan daerah. Pengumulan data melalui observasi, wawancara, studi dokumen, dan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan langkah reduksi, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan 1) latar belakang gerakan ini adalah kurangnya fasilitas ataupun kegiatan literasi di Kota Singaraja yang dikenal dengan Kota Pendidikan. 2) model gerakan yang ditawarkan sangat beragam mulai mepalak baca buku gratis, menulis, diskusi (bedah buku), musikalisasi puisi, serta menggambar dan mendongeng. 3) kendala dan solusi dari segi teknis dan non-teknis. 4.) penelitian tingkat kepuasan dan manfaat pengunjung Perpustakaan Jalanan Lentera Merah dengan pengukuran skala likert didapatkan hasil bervariatif.Kata kunci: membangun budaya literasi, model gerakan sosial, Perpustakaan Jalanan Lentera Merah
KEPERCAYAAN RAKYAT DI SEKITAR LINGKARAN HIDUP MANUSIA SEBAGAI MEDIA KONTROL SOSIAL PADA MASYARAKAT BAYUNGGEDE, KINTAMANI, BANGLI, BALI (Potensinya sebagai Sumber Belajar Sosiologi di SMA) Windiasih, Ni Wayan; Sendratari, Luh Putu; Wirawan, I Gusti Made Arya Sutha
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 1, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i2.26832

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Latar belakang masyarakat Bayunggede menggunakan kepercayaan rakyat di sekitar lingkaran hidup manusia sebagai media kontrol sosial. (2) Jenis-jenis kepercayaan rakyat di sekitar lingkaran hidup manusia yang terdapat di Desa Bayunggede. (3) Cara pemanfaatan kepercayaan rakyat sebagai sumber belajar Sosiologi di SMA. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan tahap-tahap meliputi; (1) Lokasi penelitian dilakukan di Desa Bayunggede, Kintamani, Bangli, Bali. (2) Teknik penentuan informan menggunakan Purposive Sampling yaitu pengambilan dengan tujuan tertentu yakni dengan mempertimbangkan bahwa informan atau subjek penelitian dianggap memiliki kemampuan dan dapat memahami permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini. (3) Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. (4) Teknik penjamin keabsahan data menggunakan triangulasi data dan triangulasi metode. (5) Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) Latar belakang masyarakat Bayunggede menggunakan kepercayaan rakyat sebagai media kontrol sosial dilandasi dua faktor yaitu faktor ideologi dan sosiologi. (2) Pada masyarakat Bayunggede terdapat 20 kepercayaan rakyat di sekitar lingkaran hidup manusia yang berbentuk ungkapan kepercayaan rakyat dan tradisi. Ungkapan kepercayaan rakyat terdiri dari 13 ungkapan dan 7 tradisi. (3) Kepercayaan rakyat yang terdapat di Desa Bayunggede di manfaatkan sebagai sumber belajar Sosiologi sesuai dengan kurikulum 2013 dengan kompetensi dasar yaitu memiliki pengetahuan bagaimana melakukan strategi pemberdayaan komunitas dengan cara mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal di era globalisasi saat ini.Kata kunci: Kepercayaan rakyat, masyarakat Bayunggede, sumber belajar Sosiologi.
INTEGRASI SOSIAL UMAT BERAGAMA ISLAM DAN HINDU DI KELURAHAN KAMPUNG KAJANAN, BULELENG, BALI SEBGAI SUMBER BELAJAR SOSIOLOGI DI SMA Rozaq, Fathur; Mudana, I Wayan; Wirawan, I Gusti Made Arya Sutha
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 1, No 3 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i3.26847

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui bentuk-bentuk integrasi sosial umat beragama Islam dan Hindu di Kampung Kajanan, untuk mengetahui proses terjadinya integrasi sosial umat beragama Islam dan Hindu di Kampung Kajanan, untuk mengetahui aspek-aspek integrasi yang dapat dijadikan sumber belajar sosiologi di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah integrasi sosial antar umat beragama masyarakat Kampung Kajanan. teknik pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara, studi literatur dan validasi data menggunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitian ini menunjukan sebuah integrasi sosial umat beragama Islam dan Hindu di Kampung Kajanan. Proses-proses integrasi yang terjadi di Kampung Kajanan meliputi proses penanaman nilai oleh nenek moyang serta adanya masyarakat pendatang. Bentuk-bentuk integrasi sosial di Kampung Kajanan diataranya tradisi berbagi makanan, saling mengamankan ketika ada kegiatan, perkawinan silang, rukun tetangga dan paguyuban. Aspek-aspek yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar di SMA meliputi aspek afektif, kognitif dan psikomotor.Kata Kunci: Integrasi Sosial, Kampung Kajanan, Sumber Belajar
PERAN OSIS DALAM KEGIATAN SOSIAL KEAGAMAAN (Studi Kasus: di Madrasah Aliyah Syamsul Huda, Desa Tegal Linnggah, Sukasada, Buleleng, Bali) Haq, Abdul; Maryati, Tuty; Wirawan, I Gusti Made Arya Sutha
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 2, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v2i1.28046

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Mengapa OSIS Madrasah Aliyah Syamsul Huda terjun ikut berperan, (2) bentuk dan Implementasi kegiatan sosial keagamaan (3) implikasi kegiatan sosial keagamaan oleh OSIS Madrasah Aliyah Syamsul Huda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif. Subjek penelitian ini adalah OSIS Madrasah Aliyah Syamsul Huda terjun ikut berperan dalam kegiatan sosial keagamaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, teknik observasi langsung, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) OSIS Madrasah Aliyah Syamsul Huda terjun ikut berperan berbagai kegiatan sosial keagamaan di dalam ataupun di luar sekolah, (2) bentuk dan implementasi kegiatan sosial keagamaan apa yang dilakukan oleh OSIS Madrasah Aliyah Syamsul Huda pengabdian yang di maksud tugas dan kewajiban hamba sebagai abdi Allah, abdi masyarakat, tugas dan kewajiban seorang mukmin (3) implikasi kegiatan sosial keagamaan mampu mengurangi dampak negatif dalam kegiatan sehari-harinya serta meningkatkan hidup saling memahami.Kata Kunci: Osis, Implementasi dan Kegiatan sosial keagamaan.
Iklan Kosmetik Wajah Wanita dalam Katalog Oriflame (Potensinya sebagai Sumber Belajar Sosiologi dalam Rangka Menumbuhkan Literasi Media di SMA) Wahyuni, Komang Sri; Sendratari, Luh Putu; Wirawan, I Gusti Made Arya Sutha
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 1, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i2.26833

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) jenis-jenis kosmetik wajah wanita dalam katalog Oriflame yang digunakan siswi, (2) faktor penyebab siswi menggunakan katalog Oriflame, (3) aspek-aspek yang terdapat pada iklan kosmetik wajah wanita dalam katalog Oriflame yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar Sosiologi kelas X dalam rangka menumbuhkan literasi media di SMA. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di SMAN 1 Singaraja. Landasan teori yang digunakan yaitu konsep kosmetik wajah, konsep iklan, konsep pembelajaran sosiologi. Teknik penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukan (1) jenis-jenis kosmetik wajah yang digunakan siswi dikelompokkan menjadi empat preparat yaitu preparat untuk mata, preparat make up, preparat perawatan kulit, dan preparat sunscreen, (2) faktor penyebab siswi menggunakan katalog Oriflame yaitu keterangan produk cukup jelas, mengikuti atau meniru teman, getok tular, harga produk bervariasi, menghemat waktu, kualitas produk baik dan terpercaya, dan katalog yang menarik. (3) iklan kosmetik wajah wanita dalam katalog Oriflame dikaitkan dengan aspek kognitif, afektif dan psikomotor sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar Sosiologi yang sesuai dengan silabus dan kurikulum 2013.Kata kunci: Iklan, Kosmetik Wajah, Oriflame, Sumber Belajar Sosiologi
KEHIDUPAN SOSIAL SEORANG ANAK YANG BERPROFESI SEBAGAI PENAMBAL BAN DI SINGARAJABALI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SOSIOLOGI DI SMA Purnamasari, Sri Cahaya; Margi, I Ketut; Wirawan, I Gusti Made Arya Sutha
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 1, No 3 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i3.26848

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Latar belakang anak memilih pekerjaan sebagai penambal ban; (2) Pola kerja anak; (3) Kehidupan sosial anak; dan (4) Aspek-aspek apa saja yang terdapat dalam penelitian anak yang berprofesi sebagai penambal ban yang memiliki potensi sebagai sumber belajar sosiologi di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif. Subjek penelitian ini adalah anak di bawah umur yang bekerja sebagai penambal ban. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, teknik observasi langsung, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Latar belakang anak memilih pekerjaan sebagai penambal ban dipengaruhi oleh dua faktor yaitu, faktor keluarga dan faktor ekonomi; (2) Anak bekerja dari pukul 11.00 wita sampai pukul 01.00 wita, sedangkan pada hari libur anak bekerja dari pukul 07.00 wita sampai pukul 02.00 wita. Selama bekerja ada beberapa tahap yang dilakukan yaitu, mempersiapkan alat-alat untuk bekerja, membuka tempat tambal ban, serta menutup dan membereskan alat-alat kerja; (3) Kehidupan sosial anak yang berprofesi sebagai penambal ban yaitu, (a) Kehidupan sosial di Sekolah, anak sering melanggar tata tertib sekolah dan tidak memiliki hubungan baik dengan guru; (b) Kehidupan sosial di Tempat tinggal, kurangnya interaksi anak dalam mengikuti kegiatan kompleks seperti pengajian dan gotong-royong; (c) Kehidupan sosial di Keluarga, anak yang berprofesi sebagai penambal ban termasuk anak yang penurut dan peduli dengan keluarga; dan (d) Kehidupan sosial di Tempat kerja, anak yang berprofesi sebagai penambal ban tidak pilih kasih dalam berteman; (4) Aspek-aspek anak yang berprofesi sebagai penambal ban yang berpotensi sebagai sumber belajar sosiologi di SMA terdapat dalam tiga aspek yaitu ranah afektif, ranah kognitif, dan ranah psikomotor.Kata Kunci: Anak, Pola kerja, Kehidupan sosial, dan Potensi sumber belajar