Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KEBAHAGIAAN PADA REMAJA WANITA YANG BERULANG-ULANG PUTUS CINTA Rebecca Pramudianti
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v9i2.22447

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji kebahagiaan yang dimiliki pada remaja wanita yang berulang kali mengalami putus cinta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek adalah dua orang remaja wanita berusia 20 tahun dan 19 tahun yang mengalami putus cinta lebih dari lima kali dan hal tersebut membuatnya mengalami sakit hati yang mendalam. Penggalian data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan menggunakan teknik analisis tematik theory driven. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa remaja wanita yang mengalami putus cinta berulang sempat mengalami sakit hati mendalam dan kecewa hingga ia mengambil keputusan untuk tidak ingin berpacaran lagi bahkan ingin menutup hatinya. Kebahagiaan yang dimiliki mulai nampak ketika seseorang dapat memiliki resiliensi dalam menghadapi permasalahan, memiliki temperance, serta sikap optimisme untuk kehidupan yang akan datang.
Kepemimpinan Transformasional Dan Organizational Citizenship Behavior (OCB) Pada Karyawan Produksi PT Patria Prima Jaya Kab. Semarang Rebecca Pramudianti; Sutarto Wijono
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v4i2.4978

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya  hubungan positif dan signifikan antara kepemimpinan transformasional dengan organizational citizenship behavior. Penelitian ini dilakukan pada karyawan produksi di PT Patria Prima Jaya yang berjumlah 55 karyawan yang menggunakan teknik simple random sampling. Variabel kepemimpinan transformasional diukur menggunakan skala MLQ (Multi-Factor Leadership Questionnaire)  yang diadaptasi oleh Xiaoxia dan Jing dan dimodifikasi oleh penulis  sesuai dengan komponen idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, individualized consideration milik Bass dan variabel OCB diukur menggunakan skala Organizational Citizenship Behavior Scale yang dikembangkan oleh Podsakoff, MacKenzie, Moorman, and Fetter yang dimodifikasi oleh penulis sesuai dengan teori OCB Organ dimensi conscientiousness, sportsmanship, civic virtue, courtesy, altruism. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman's Rho, didapatkan hasil r sama dengan 0,635 (p lebih kecil dari 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara kepemimpinan transformasional dengan OCB di PT Patria Prima Jaya
Tolerance as a Foundation of Mental Health among Indonesian Youth in the Digital Era: The Role of Multicultural Intelligence and Cross-Ethnic and Interreligious Friendship Huwae, Arthur; Ristanti, Clara Bonita Dinar; Winantu, Dyah Widhi; Pramudianti, Rebecca; Pongdatu, Laurenzia Putri Salo; Kiranadevi, Safira Yuniar; Yuliana, Alya Inas
Grief and Trauma Vol. 4 No. 1 (2026): Grief and Trauma
Publisher : Scidacplus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59388/gt.v4i1.818

Abstract

The digital era presents both challenges and potential threats to the sustainability of local cultural values in Indonesia. Rapid developments in information technology have contributed to shifts in traditional wisdom, which in some cases are marked by an increased tendency toward intolerance. Such phenomena have the potential to damage national identity and disrupt social harmony in a multicultural society. From a psychological perspective, intolerance can be mitigated through the enhancement of cognitive understanding of diversity via multicultural intelligence, as well as the realization of prosocial behavior through the development of cross-ethnic and interreligious friendships. Therefore, this study aims to examine the role of multicultural intelligence and cross-ethnic and interreligious friendships as predictors of tolerance among university students in the digital era. A quantitative approach with a multiple linear regression design was employed. The study involved 1,038 students from diverse ethnic and religious backgrounds, selected using a convenience sampling technique. The research instruments included the Cultural Intelligence Scale, the Cross-Ethnic and Interreligious Friendship Scale, and the Tolerance Scale. The results indicated that multicultural intelligence and cross-ethnic and interreligious friendships significantly predicted tolerance (F = 633.814, p < 0.01). These findings suggest that tolerance can be cultivated through enhancing individuals’ understanding of diversity and through positive social interactions with people from different ethnic and religious backgrounds. The implications of this study emphasize the importance of implementing educational programs based on cross-ethnic, interreligious, and cultural literacy within academic environments on a continuous basis. Such programs are expected to support young people in consistently internalizing and practicing tolerance in diverse social contexts.