Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pelapisan Krom pada Bahan Komposit dengan Proses Elektroplating Edy Susanto, Eko; Boediyanto; Sugiyanto
JURNAL FLYWHEEL Vol 8 No 2 (2017): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v8i2.694

Abstract

Pelapisan krom pada komposit bahan resin polypropylene meliputi tahapan pengerjaan : tahap pembersihan dan etsa ditentukan oleh komposisi larutan, temperatur dan waktu, tahap sensitasi dan aktivasi dipengaruhi oleh larutan stannous chloride (SnCl2) dan palladium chloride PdCl2(-H2PdCl4), temperatur dan waktu untuk meningkatkan sifat logam pengaktif dan konduktif, tahap elektroles nikel dipengaruhi oleh arus listrik, temperatur dan waktu untuk meningkatkan daya lengket lapisan krom dan tahap elektroplating krom dilakukan cara konvensional. Komposisi pelapisan krom: CrO3 350 gram, Consentrad H2SO 42 mililiter, Air 1 liter, Tegangan 6 volts DC, Arus 90 ampere/ft2, Temperature 400C. Kekerasan pelapisan krom pada polypropylene waktu proses1 menit 15,4 Hv dan waktu proses pelapisan 4 menit kekerasannya 21,4 Hv. Tebal pelapisan krom pada permukaan sampel resin polypropylene : waktu 1 menit tebal lapisan 0,31 µm dan waktu 4 menit tebal lapisan 0,46 µm. Waktu, besar arus dan temperatur proses elektroplating krom sangat berpengaruh pada kekerasan dan ketebalan lapisan.
Pengeringan Bahan Makanan Ringan Dengan Peralatan Pengering Berbahan Bakar Gas Elpiji Boediyanto; Edy Susanto, Eko
JURNAL FLYWHEEL Vol 8 No 2 (2017): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v8i2.698

Abstract

Dikeluarahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang masyarakat giat meningkatkan kesejahteraan perekonomiannya dengan mengoptimalkan bidang usahanya dan salah satunya pembuatan makanan ringan. Dalam upaya meningkatkan produksi makanan ringan dengan menggunakan alat pengering bahan baku dapat menyingkat waktu proses pengeringan. Adanya penyuluhan dan pelatihan penerapan alat pengering makanan ringan dalam upaya meningkatkan produktivitas industri, kepada kelompok pengusaha kecil di daerah tersebut mendapat tanggapan dan dukungan sangat besar. Penyuluhan membahas tentang manfaat tentang keuntungan pemakian alat pengering. Pelatihan dilakukan untuk membimbing pembuatan alat pengering dan pengoperasiannya. Dengan waktu pertemuan yang intensip dan terjadwal, hasilnya masyarakat mampu mengembangkan alat tersebut serta mampu mengoperasikannya.
Penerapan Keselamaan Kerja Pada Bengkel Sepeda Motor Di Kelurahan Polowijen Kecamatan Blimbing Malang Budijanto; Edy Susanto, Eko; Rahmadianto, Febi
JURNAL FLYWHEEL Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v9i2.705

Abstract

Dikeluarahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang masyarakat giat meningkatkan kesejahteraan perekonomiannya dengan mengoptimalkan bidang usahanya dan salah satunya mengadakan kegiatan pada bengkel sepeda motor. Dalam upaya meningkatkan dalam bidang pelayanan perbengkelan diperlukan upaya pelaksanaan manajemen yang profesional dan mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja yang optimal. Adanya penyuluhan dan pelatihan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja, kepada kelompok pemuda yang berusaha di bidang pebengkelan sepeda motor di daerah tersebut dan mendapat tanggapan dan dukungan sangat besar. Penyuluhan membahas tentang manfaat tentang keselamatan dan kesehatan kerja pada bengkel sepeda motor. Pelatihan dilakukan dengan intensip dan terjadwal, hasilnya masyarakat mampu menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja pada tempat kerjanya.
Pengaruh Kekasaran Pemesinan Terhadap Kerusakan Permukaan Rol Pada Proses Pembuatan Cooper Rod Dengan Metode Hot Roll Edy Susanto, Eko; Budiyanto
JURNAL FLYWHEEL Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v9i2.711

Abstract

Salah satu kerusakan pada produk copper rod disebabkan oleh kerusakan pada rol dan bentuk kerusakannya terdapat pada permukaannya. Tahapan pembuatan rol meliputi pemesinan,dan selanjutnya untuk pengerolan panas copper rod . Penelitian dilakukan terhadap bahan yang digunakan untuk rol, proses pemesinan, proses pengerolan panas copper rod dan pengujian laboratorium terhadap rol yang rusak. Penelitian dilakukan untuk mengetahui berapa kekasaran permukaan rol yang digunakan untuk pengerolan panas copper rod dan yang menyebabkan kerusakan pada permukaan rol. Pengujian kerusakan rol dimulai dari bahan rol, tingkat kehalusan permukaan rol hasil pemesinan, jenis dan penyebab kerusakan permukaan rol setelah digunakan untuk pengerolan hot working sampai rol rusak. Penyebab kerusakan rol akibat pengerolan panas setelah diketahui maka penyebab kerusakan tersebut bisa diminimalkan, sehingga umur pakai rol dapat ditingkatkan.
Pengaruh Pengerolan Panas Terhadap Kerusakan Permukaan Rol Pada Proses Pembuatan Cooperrod Edy Susanto, Eko; Rahmadianto, Febi
JURNAL FLYWHEEL Vol 10 No 2 (2019): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v10i2.745

Abstract

Salah satu kerusakan pada produk copperrod disebabkan kerusakan pada rol dan kerusakannya terdapat dipermukaannya. Kerusakan pada permukaan rol karena adanya retakretak halus akibat heat cracking. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kerusakan pada permukaan rol yang digunakan untuk pengerolan panas copperrod. Terjadinya kerusakan pada permukaan rol karena tingginya temperatur pada waktu reduksi pada proses pengerolan panas dan pengaruh sistem pendinginannya. Tidak meratanya pendinginan yang memakai soluble oil pada permukaan rol maka menyebabkan terjadinya tegangan yang tidak stabil pada permukaan dan akibatnya muncul retakan–retakan halus. Pada temperatur pengerolan 705 0C dan volume pendinginan 403,2 l/jam dengan tekanan 6 kg/cm2 , media pendingin memakai soluble oil dapat meningkatkan umur pakai rol nahan baja H13.
Analisa Kepuasan Pengelolaan Lingkungan Dengan Metode Taguchi F Rahmadianto; Edy Susanto, Eko; Pohan, G. Adityo
JURNAL FLYWHEEL Vol 10 No 2 (2019): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v10i2.750

Abstract

Lingkungan saat ini menjadi masalah yang seringkali dibahas, mulai cara memperbaiki, mengelola dan mencegah. Dalam hal ini, saya membahas masalah penataan sampah saat ini sangat penting, selain untuk kesehatan dan keindahan juga untuk kepentingan masyarakat luas dalam hal kebersihan lingkungan. Pengelolaan dalam sampah organic dan non organic dalam bengkel ini untuk menunjukkan mana sampah yang bisa dikelola kembali dan mana sampah yang untuk dihancurkan. Tujuan yang saya lakukan untuk menjaga kemungkinan yang akan terjadai dikemudian hari dari efek sampah bengkel ini. Lokasi bengkel yang ada ditepi jalan besar ini, yang membuat keindahan kota sangat berkurang bila sampah dari bekas sparepart motor itu berserakkan. Hal ini yang mendorong untuk menata kembali sampah-sampah yang ada di sekitaran bengkel. Oleh karena itu, perlu penataan ulang dalam hal pengelolaan sampah untuk mencegah kerusakan atau pencemaran yang terjadi disekitar bengkel.
Optimalisasi Laju Pengeringan Pada Alat Pengering Pakaian Yang Tidak Terpengaruh Waktu Dan Cuaca Edy Susanto, Eko; Rahmadianto, Febi; Pohan , Gerald Adityo
JURNAL FLYWHEEL Vol 12 No 2 (2021): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v12i2.4276

Abstract

Penggunaan energi matahari unruk proses pengeringan pakaian tidak dapat dihandalkan ketika musim hujan tiba.Dimana proses pengeringan menggunakan energi matahari. Penggunaan energi matahari unruk proses pengeringan pakaian tidak dapat dihandalkan dikarenakan Perubahan cuaca yang tidak menentu karena itu dibuatlah “Alat Pengering Pakaian”. Pembuatan alat pengering pakaian bertujuan untuk membantu proses pengeringan diwaktu cuaca tibak bagus. Alat pengering pakaian mempunyai dua fungsi yang berbeda yaitu alat pemanas dan lemari pemanas atau pengering pakian. Alat pemanas terdapat Hand Blower dengan kecepatan 6 Speed dengan tujuan agar pengguna dapat menyesuaikan kecepatan udara panas yang ingin dialirkan ke lemari pemanas untuk mendapatkan hasil yang efisien untuk mengeringkan pakaian, dan menggunakan panas kompor sebagai sumber energi panas. Temperature panas kompor 400 °C pada temperature ruangan 28°C, Kemudian didapatkan Temperatur udara panas yang masuk ke lemari pemanas atau pengering 53 – 72 °C pada kecepatan putaran blower yang digunakan. Dan temperature udara panas Hasil pengujian dari alat pengering pakaian didapat efisiensi pada ruang pengering yang terbesar pada kecepatan putaran blower 3000 Rpm sebesar 6,42 % dan efisiensi terkecil pada kecepatan putaran blower 9000 Rpm sebesar 0,38.
Pelatihan Meningkatkan Kualitas Pembuatan Stik Mie dari Bahan Bambu di Kota Malang Rahmadianto, Febi; Edy Susanto, Eko; Pohan, Gerald Adityo
JURNAL FLYWHEEL Vol 12 No 2 (2021): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v12i2.4278

Abstract

Bahan baku bambu banyak digunakan di Indonesia sebagai stik bambu dan bambu mempunyai banyak jenis, jenis yang peneliti gunakan adalah jenis bambu betung, bambu hijau, dan bambu hitam, pemilihan bahan baku jenis bambu merupakan aspek penting guna untuk menghasilkan kualitas produk yang presisi dan layak untuk dipasarkan dengan bantuan mesin penyerut. Mesin penyerut merupakan mesin tepat guna dalam meningkatkan produksi stik bambu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen atau pengujian terhadap mesin penyerut dengan bahan baku bambu betung, bambu hijau dan bambu hitam sebagai bahan olahan kemudian dilakukan pengukuran diameter dengan jangka sorong dihitung rata-rata penyimpangan hasil penyerutan dengan standart diameter yang digunakan adalah diameter mata pisau 2,5mm, 3mm, 4mm, 5mm. Berdasarkan hasil pengujian mesin penyerut yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pada jenis bambu betung merupakan jenis bambu yang baik atau bambu yang sedikit terjadi penyimpangan dari hasil mesin penyerut yaitu pada diameter 2.50 mm adalah 0.06 mm, pada diameter 3 mm adalah 0.06, pada diameter 4 mm adalah 0.05 mm dan pada diameter 5 mm adalah 0.05 mm, sedangkan pada bambu hijau merupakan jenis bambu lunak sehingga hasil penyerutan tidak presisi atau banyak terjadi penyimpangan produk, sedangkan kepresisian yang dihasilkan mesin penyerut dengan jenis bambu hitam adalah sedang karena hasil kepresisian yang dihasilkan diatas kepresisian jenis bambu hijau dan dibawah tingkat kepresisian jenis bambu betung.
Analisis Campuran Lumpur Dan Tetes Tebu Pada Briket Tinja Hewan Dengan Metode Taguchi Febi Rahmadianto; Gerald Adityo Pohan; Eko Edy Susanto
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol 5, No 1 (2021): EDISI JUNI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v5i1.4283

Abstract

Energi terbarukan dikembangkan untuk mengurangi pemakaian bahan bakar fosil yang mulai menipis. Salah satu usaha penggunaan energi alternatif adalah dengan membentuk briket biomassa. Briket digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar fosil. Dengan menggunakan briket, kebutuhan energi fosil bisa dikurangi. Dalam penelitian ini, briket memanfaatkan bahan limbah pertanian dan ternak. Indonesia memiliki wilayah yang sangat subur untuk budidaya dan peternakan yang dapat digunakan sebagai bahan baku biocharcoal. Bahan briket dengan berat 1 kg menggunakan campuran arang tinja ayam (variasi 30%, 40%, dan 50%) yang dicampur dengan tetes tebu (variasi 10%, 20%, dan 30%) dan lumpur lapindo (variasi 20%, 30%, dan 40%). Briket ditekan dengan beban sebesar 80 kgf selama 1 menit. Nilai kalor pada spesimen untuk masing-masing variasi spesimen diinvestigasi. Dalam penelitian ini, faktor-faktor yang paling mempengaruhi nilai kalor dianalisa. Komposisi arang tinja, tetes tebu, dan lumpur dicari untuk memperoleh nilai kalor terbaik.
Analisis Campuran Lumpur Dan Tetes Tebu Pada Briket Tinja Hewan Dengan Metode Taguchi Febi Rahmadianto; Gerald A Pohan; Eko Edy Susanto
JURNAL MECHANICAL Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/mech.v11.i2.202007

Abstract

Energi terbarukan dikembangkan untuk mengurangi pemakaian bahan bakar fosil yang mulai menipis. Salah satu usaha penggunaan energi alternatif adalah dengan membentuk briket biomassa. Briket digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar fosil. Dengan menggunakan briket, kebutuhan energi fosil bisa dikurangi. Dalam penelitian ini, briket memanfaatkan bahan limbah pertanian dan ternak. Indonesia memiliki wilayah yang sangat subur untuk budidaya dan peternakan yang dapat digunakan sebagai bahan baku biocharcoal. Bahan briket dengan berat 1 kg menggunakan campuran arang tinja ayam (variasi 30%, 40%, dan 50%) yang dicampur dengan tetes tebu (variasi 10%, 20%, dan 30%) dan lumpur lapindo (variasi 20%, 30%, dan 40%). Briket ditekan dengan beban sebesar 80 kgf selama 1 menit. Nilai kalor pada spesimen untuk masing-masing variasi spesimen diinvestigasi. Dalam penelitian ini, faktor-faktor yang paling mempengaruhi nilai kalor dianalisa. Komposisi arang tinja, tetes tebu, dan lumpur dicari untuk memperoleh nilai kalor terbaik.