Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effect of Snakehead Fish (Channa Striata) Extract On Superoxide Dismutase (SOD) Levels And Pancreatic Histology Phytology In A Rat Model With Liver Cirrhosis Yulizal, OK; Priyatama, Andre; Mardiati Lubis, Yuliani
International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) Vol. 5 No. 4 (2025): November 2025 ( Indonesia - Thailand)
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijhp.v5i4.487

Abstract

Liver cirrhosis results in progressive liver tissue damage and systemic oxidative stress affecting the pancreas. This study aimed to evaluate the effects of snakehead fish (Channa striata) extract on superoxide dismutase (SOD) levels and pancreatic histopathology in a rat model of liver cirrhosis.Method:An experimental study used male Wistar rats induced with CCl₄. The rats were divided into groups treated with snakehead fish extract at different doses (100, 150, 200 mg/kgBW) orally for two weeks. The parameters measured included body weight, pancreatic SOD activity, and histopathological analysis using Hematoxylin-Eosin staining. Data analysis used One Way ANOVA and post-hoc test with a significance level of p < 0.05.Results:Snakehead fish extract significantly increased pancreatic SOD activity in a dose-dependent manner and improved pancreatic histology compared to the control cirrhosis group. Body weight and organ function increased, indicating reduced oxidative damage and tissue regeneration.Conclusion:Snakehead fish extract shows potential as a natural antioxidant therapy in reducing oxidative stress and repairing pancreatic tissue in cirrhosis models. Further research is needed to isolate the active compounds and verify their clinical effectiveness.
Hubungan Gangguan Pendengaran Dengan Penurunan Fungsi Kognitif Pada Usia Lanjut di Panti Jompo Nazifa, Nazwa; Mardiati Lubis, Yuliani; Yulizal, OK
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 12 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i12.9104

Abstract

Gangguan pendengaran atau presbikusis merupakan salah satu gangguan yang umum terjadi pada usia lanjut. Kondisi tersebut diduga dapat menurunkan fungsi kognitif lansia. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan gangguan pendengaran dengan penurunan fungsi kognitif pada usia lanjut. Jenis penelitian ini yaitu studi analitik dengan rancangan potong lintang (cross-sectional). Penelitian dilakukan di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai. Populasi penelitian sebanyak 68 orang, dan sampel diperoleh sebanyak 58 orang. Penarikan sampel secara purposif (purposive sampling). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Korelasi Gamma pada tingkat kepercayaan 95% (=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok umur responden didominasi oleh lansia berusia 60–65 tahun sebesar 43,1% dan mayoritas berjenis kelamin perempuan yaitu 56,9%. Sebagian besar responden memiliki pendengaran terbaik pada telinga kanan (46,6%), dengan tipe gangguan terbanyak berupa tuli sensorineural sebesar 58,7% dan derajat gangguan yang paling banyak adalah tuli ringan (34,5%), sementara gangguan kognitif didominasi kategori sedang sebesar 43,1%. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tipe serta derajat gangguan pendengaran dengan fungsi kognitif lansia, dengan nilai p = 0,019 dan tingkat keeratan hubungan yang kuat (r = 0,711). Keterbatasan penelitian meliputi desain cross-sectional yang tidak dapat menunjukkan hubungan kausal, sampel terbatas pada satu lokasi sehingga generalisasi hasil perlu dilakukan dengan hati-hati, serta kemungkinan adanya faktor perancu yang tidak terkontrol seperti riwayat penyakit vaskular, tingkat pendidikan, dan aktivitas sosial responden.