Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISA EROSI DAN USAHA KONSERVASI PADA SUB DAS KONTO HULU BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Wicaksono, Prima Hadi; Rispiningtati, Rispiningtati; Andrian, Ade
WAKTU Vol 8 No 1 (2010): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v8i1.872

Abstract

Sub DAS Konto Hulu mempunyai sungai utama yaitu Sungai Konto yang merupakanDaerah Aliran Sungai dari Waduk Selorejo yang merupakan salah satu waduk yang berada diwilayah kabupaten Malang tepatnya di kecamatan Ngantang yang berfungsi sebagai penyedia airuntuk irigasi, perikanan, PLTA dan juga sebagai pengendali banjir. Waduk ini mendapatkan suplaiair dari tiga sungai, salah satu diantaranya dan merupakan yang terbesar adalah sungai Konto.Kondisi DAS Konto bagian hulu yang didominasi oleh bahan-bahan vulkan berdebu dan berpasirdengan jenis tanah andosol ditengarai sangat rawan terhadap erosi terutama pada lahan yangmemiliki kemiringan relatif curam sehingga menimbulkan terjadinya sedimentasi di wadukSelorejo.Untuk metode perhitungan laju erosi digunakan metode USLE dan MUSLE. Untukpemilihan metode yang akan digunakan selanjutnya di lakukan proses kalibrasi data sedimenhasil simulasi dan data sedimen hasil pengukuran di lapangan. Selanjutnya dilakukan analisatingkat bahaya erosi dan tingkat kekritisan lahan, kemampuan penggunaan lahan dan arahanfungsi kawasan. Dari kemampuan penggunaan lahan dan arahan fungsi kawasan maka dapatdirekomendasikan penggunaan lahan yang baru.Berdasarkan analisa laju erosi, laju sedimentasi dan kalibrasi perhitungan dengansedimentasi hasil pengukuran di lapangan didapatkan hasil bahwa laju sedimentasi di lapanganadalah sebesar 329.800,068 ton/thn, laju erosi dengan metode USLE adalah sebesar 34.117,983ton/ha/thn dengan laju sedimentasi sebesar 150.956,179 ton/thn atau sama dengan kehilangantanah sebesar 2,78 mm/thn dan nilai volume error 54,23 % sedangkan dengan metode MUSLEadalah sebesar 17.749,837 ton/ha/thn dengan laju sedimentasi sebesar 343.954,487 ton/thn atausama dengan kehilangan tanah sebesar 1,5 mm/thn dan nilai volume error 4,29 % sehinggadiputuskan bahwa analisa selanjutnya menggunakan metode MUSLE. Selain itu juga didapatkanhasil bahwa lahan dengan tingkat bahaya erosi sangat ringan seluas 5502.552 ha, ringan6673.096 ha, sedang 1563.084 ha, berat 558.148 ha dan sangat berat 27.310 ha. Berdasarkanhasil analisa kemampuan penggunaan lahan diketahui bahwa lahan masuk dalam kelas IIIeseluas 65.009 ha, IIIg 162.541 ha, IVe 321.082 ha, IVg 996.738 ha, Vg 9778.819 ha, VIe1036.921 ha, VIs 187.187 ha, VIIe 538.344 ha dan VIIg 1237.549 ha. Berdasarkan arahan fungsikawasan diketahui bahwa 6193.028 ha lahan sebaiknya difungsikan sebagai kawasan lindung,7903.612 ha dapat difungsikan sebagai kawasan penyangga dan 227,550 dapat difungsikansebagai kawasan budidaya baik itu budidaya tanaman tahunan atau semusim. Berdasarkan halhaltersebut maka dapat direkomendasikan penggunaan lahan baru. Berdasarkan simulasiterhadap penggunaan lahan baru dan usaha konservasi diperoleh hasil bahwa terjadi penurunanlaju erosi dari semula 17.749,837 ton/ha/thn menjadi 7.969,858 ton/ha/thn dan penurunan lajusedimentasi dari semula 343.954,488 ton/thn menjadi 134.623,457 ton/thn atau sama dengankehilangan tanah sebesar 0,59 mm/thn.
GAMBARAN PENGETAHUAN SISWA TENTANG BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) DI SMA MUHAMMADIYAH 2 SURABAYA Andrian, Ade
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i2.1346

Abstract

Latar Belakang: Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan tindakan pertolongan pertama yang penting dilakukan pada kondisi kegawatdaruratan untuk mempertahankan fungsi jalan napas, pernapasan, dan sirkulasi sebelum korban mendapatkan penanganan medis lanjutan. Pengetahuan mengenai BHD perlu dimiliki oleh siswa sekolah karena lingkungan sekolah memiliki risiko terjadinya kondisi darurat, sementara siswa dapat menjadi penolong pertama sebelum tenaga kesehatan datang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan siswa tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) di SMA Muhammadiyah 2 Surabaya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa yang mengikuti ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) di SMA Muhammadiyah 2 Surabaya sebanyak 35 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga seluruh populasi dijadikan responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner melalui Google Form, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan IBM SPSS Statistics untuk memperoleh distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia 15–17 tahun sebanyak 33 responden (94,3%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 26 responden (74,3%), seluruh responden memiliki tingkat pendidikan SMA sebanyak 35 responden (100%), dan sebagian besar belum pernah mengikuti seminar atau pelatihan BHD sebanyak 27 responden (77,1%). Tingkat pengetahuan siswa tentang BHD menunjukkan kategori baik sebanyak 26 responden (74,3%), kategori cukup sebanyak 9 responden (25,7%), dan tidak terdapat responden dengan kategori kurang. Kesimpulan: Sebagian besar siswa di SMA Muhammadiyah 2 Surabaya memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang Bantuan Hidup Dasar. Meskipun demikian, sebagian besar siswa belum pernah mengikuti pelatihan formal BHD, sehingga diperlukan program edukasi dan pelatihan berkelanjutan di lingkungan sekolah untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan. Rekomendasi untuk peneliti berikutnya meneliti tentang pengaruh pelatihan BHD terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Siswa SMA.