Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Analisis Kesulitan Guru PPKn dalam Mengembangkan Materi Pembelajaran Bhinneka Tunggal Ika Winarno, Winarno Winarno; Rusnaini, Rusnaini; Muchtarom, Moh.; Yuliandri, Erna; Rasyid, Machmud Al; Suryaningsih, Anis
Journal of Moral and Civic Education Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/8851412422020510

Abstract

This study aims to identify and analyze the difficulties of junior high school civic education teachers in developing Bhinneka Tunggal Ika (the national slogan unity in diversity) learning materials based on actual issues. The method used is descriptive qualitative. Data was collected using interviews with informants from junior high school civic education teachers in Sukoharjo District and civics field experts, document analysis of civic education (PPKn) textbooks for junior high school and PPKn 2013 curriculum documents, supported by Focus Group Discussions. The results showed that the teacher had no difficulty developing the civic education materials of Bhinneka Tunggal Ika for junior high school because it was based on government textbooks and lesson plans developed by teachers' association (MGMP) of civic education subject for junior high school in Sukoharjo Regency. Difficulties are experienced when presenting actual issues that are close to students' initial experiences related to the materials and the use of instructional technology media that are appropriate to the conditions of the school and students. This is because actual issues that are close to students' initial experiences are not included in the textbook. Likewise, the use of technology to support learning is also not included in textbooks. This makes teachers creatively prepare local, practical and actual issues to support the learning of these materials. The teachers also uses instructional technology media to support learning material by adjusting the conditions of the schools and students. Keywords: civic education subject (PPKn), learning materials, Bhinneka Tunggal Ika ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis kesulitan guru PPKn SMP dalam mengembangkan materi pembelajaran Bhinneka Tunggal Ika yang berbasis isu aktual. Metode yang digunakan deskriptive kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dengan informan guru PPKn SMP Kabupaten Sukoharjo dan pakar bidang PKn, analisis dokumen terhadap buku ajar PPKn SMP dan dokumen kurikulum PPKn 2013, ditunjang dengan Focus Group Discussion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru tidak mengalami kesulitan mengembangkan materi aspek Bhinneka Tunggal Ika PPKn SMP dikarenakan sudah mendasarkan pada buku ajar pemerintah dan RPP yang dikembangkan MGMP PPKn SMP Kabupaten Sukoharjo. Kesulitan dialami pada saat menyajikan isu aktual yang dekat dengan pengalaman awal siswa terkait dengan materi dan penggunaan media teknologi pembelajaran yang sesuai dengan kondisi sekolah dan siswa. Hal ini dikarenakan isu aktual dan yang dekat dengan pengalaman awal siswa tidak termuat di buku ajar. Demikian pula, penggunaan teknologi untuk mendukung pembelajaran juga tidak termuat di buku ajar. Hal ini menjadikan guru secara kreatif menyiapkan isu lokal, praktis dan aktual guna mendukung pembelajaran materi tersebut. Guru juga menggunakan media teknologi pembelajaran untuk mendukung pembelajaran materi dengan menyesuaikan kondisi sekolah dan siswa. Kata kunci: Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, materi pembelajaran, Bhinneka Tunggal Ika
Citizen resistance to the nepotism politics of the Head of Pulau Tinggi Village S., Zulian; Winarno, Winarno; Rasyid, Machmud Al
Indonesian Journal of Multidisciplinary Science Vol. 3 No. 8 (2024): Indonesian Journal of Multidisciplinary Science
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/ijoms.v3i8.871

Abstract

This study aims to examine how village heads carry out nepotism politics against citizens in high island villages and how citizens in high island villages carry out resistance politics in the face of high island village head nepotism politics. The research method used is qualitative with a Case Study strategy. This study seeks to find the politics of nepotism carried out by the village head and the politics of resistance used by citizens in the high island village. The results showed that the politics of nepotism carried out by the village head was a form of support given to his family in the election that occurred in the high island village. Citizen Resistance to Nepotism Politics of the Head of Pulau Tinggi Village in holding elections was carried out due to citizens' awareness of participation in democracy.
ANALISIS KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PPKn DALAM MEMILIH MATERI PEMBELAJARAN YANG TERKAIT DENGAN TUJUAN PEMBELAJARAN DAN PENGALAMAN BELAJAR (Studi di SMP Negeri 20 Purworejo) Siswantoko, Herawang Dwi; Rasyid, Machmud Al; Wijianto, Wijianto
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 14, No 2 (2019): Jurnal PKn Progresif, Vol. 14 No. 2 Desember 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v14i2.42447

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui : 1) kompetensi pedagogik guru PPKn dalam memilih materi pembelajaran KD 3.3 “memahami tata urutan peraturan perundang-undangan dalam sistem hukum nasional di Indonesia” yang terkait dengan tujuan pembelajaran; dan 2) kompetensi pedagogik guru PPKn dalam memilih materi pembelajaran KD 3.3 “memahami tata urutan peraturan perundang-undangan dalam sistem hukum nasional di Indonesia” yang terkait dengan pengalaman belajar.Merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumen. Pengujian validitas data menggunakan model analisis triangulasi data dan metode. Analisis data menggunakan model analisis interaktif.Simpulan hasil penelitian: 1) Guru PPKn di SMP Negeri 20 Purworejo belum memiliki kompetensi pedagogik dalam memilih materi pembelajaran KD 3.3 “memahami tata urutan peraturan perundang-undangan dalam sistem hukum nasional di Indonesia” yang terkait dengan tujuan pembelajaran, dikarenakan : a) Indikator pembelajaran yang dibuat tidak sesuai dengan tuntutan KD 3.3. b) Pengidentifikasian jenis materi pembelajaran tidak sesuai dengan kebutuhan KD 3.3, dikarenakan guru belum mampu menempatkan jenis materi konseptual sesuai dengan kebutuhan pengetahuan prasyarat, inti dan pengayaan, dan c) Belum memiliki kemampuan menyeleksi materi pembelajaran yang sesuai kebutuhannya. 2) Guru juga belum memiliki kompetensi pedagogik dalam memilih materi pembelajaran dari KD 3.3tersebut terkait dengan pengalaman belajar, dikarenakan guru belum mampu membedakan jenis pengalaman belajar yang sesuai terhadap materi bertujuan meretensi pengetahuan dan materi bertujuan mentrasfer pengetahuan. Kata Kunci : Kompetensi Pedagogik, Memilih materi, Pengalaman belajar, dan Tujuan pembelajaran 
RELEVANSI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH PADA KOMPETENSI DASAR MENELAAH PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA DAN PANDANGAN HIDUP BANGSA (Studi pada mata pelajaran PKn Kelas VIII di SMP N 1 Polanharjo, Kabupaten Klaten) Dewayani, Dita; Rasyid, Machmud Al; Nuryadi, Muhammad Hendri
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 14, No 2 (2019): Jurnal PKn Progresif, Vol. 14 No. 2 Desember 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v14i2.42442

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Relevansi model pembelajaran kooperatif tipe make a match yang digunakan guru pada kompetensi dasar menelaah Pancasila sebagai dasar negara dan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa; 2) Kendala yang ditemukan guru dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe make a match yang digunakan guru pada kompetensi dasar menelaah Pancasila sebagai dasar negara dan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Pengujian validitas data menggunakan triangulasi data dan triangulasi metode. Analisis data menggunakan model analisis interaktif.Simpulan hasil penelitian: 1) Model pembelajaran yang digunakan guru pada kompetensi dasar menelaah Pancasila sebagai dasar negara dan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa adalah model pembelajaran kooperatif tipe make a match, model pembelajaran yang digunakan guru “relevan marginal” apabila digunakan pada kompetensi dasar menelaah Pancasila sebagai dasar negara dan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dikarenakan hanya memenuhi dua persyaratan untuk dapat dikatakan relevan , 2) Kendala yang dihadapi guru dalam menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a match pada kompetensi dasar menelaah Pancasila sebagai dasar negara dan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa menurut guru yaitu memerlukan banyak waktu pada pembentukan kelompok dan pelaksanaannya serta sulit membuat siswa berkonsentrasi karena ketakutan siswa jika terkena hukuman, sedangkan kendalanya menurut siswa yaitu takut apabila terkena hukuman ketika salah menjawab. Kata Kunci: Relevansi, pembelajaran, kooperatif tipe make a match.
STUDI RELEVANSI MODEL PEMBELAJARAN YANG DIGUNAKAN GURU DENGAN KOMPETENSI DASAR PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Prasetya, Bayu Yoga; Rasyid, Machmud Al; Wijianto, Wijianto
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal PKn Progresif, Vol. 14 No. 1 Juni 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v14i1.34787

Abstract

The aims of this study are: 1) Describe the learning models used by the teachers on Citizenship Education subject. 2) Explain the relevance of the learning models used with the basic competencies in Citizenship Education subject. According to the results of the study, there are two conclusions. The first one is the teachers use a few learning models in Citizenship Education. The first model is the class based-passive cognitive pedagogies model. The teacher has planned the subject as stated in the lesson plan (RPP). This model emphasizes traditional learning about how the teacher provides initial definitions, principles, and concepts of learning materials and provides examples of problem-solving exercises in the form of lectures, demonstrations, question and answer, and assignments. The second model is the application of the model used by the teacher, namely lectures. The second conclusion is, the learning model used by the teachers in Wikarya Vocational School is not yet relevant to the basic competencies in the school. This can be seen from a number of facts, namely: a) the plan for implementing learning that has been prepared by the teacher does not fully reflect the circumstances during the learning process. b) The teachers do not apply everything contained in the lesson plan and the teachers still use the traditional learning models which is the lecture model. c) On average more than 70% of students have low minimum completeness criteria. d) Attitudes and behaviors of the students in the school show the lack of achievement of basic competencies to be achieved. In addition to the facts mentioned above, the unsuccessful learning model applied by the teachers at Karanganyar Wikarya Vocational School in maintaining a conducive atmosphere during the learning process makes the students feel bored and not concerned with the importance of the lesson. Then, it results in failure to achieve the expected basic competencies. Keywords : learning model, teacher, basic competence
HUBUNGAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENGIDENTIFIKASI KEBERAGAMAN SUKU, AGAMA, RAS, DAN ANTARGOLONGAN DALAM BINGKAI BHINNEKA TUNGGAL IKA DENGAN SIKAP MENGHARGAI KEBERAGAMAN SUKU, AGAMA, RAS, DAN ANTARGOLONGAN (STUDI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 SURAKARTA) Wahyuningsih, Ika; Suryono, Hassan; Rasyid, Machmud Al
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal PKn Progresif, Vol. 13, No. 2 Desember 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v13i2.26592

Abstract

The purpose of this study was to determine the relationship between students' ability in identifying ethnic, religious, racial and intergroup diversity in the frame of Unity in Diversity with an attitude of respect for ethnic, religious, racial and intergroup diversity in class VII students of Surakarta State Junior High School 4.This research is quantitative research. The method used is descriptive correlational statistics. Subjects in this study were class VII students of SMP Negeri 4 Surakarta using simple random sampling technique. Data collection techniques used are test and questionnaire instruments. Validity test used uses the product moment formula. Reliability testing uses the Spearman Brown formula to test the X variable, and the Cronbach Alpha formula to test the Y variable. Data analysis uses a simple correlation technique.The results in this study are that there is a positive and significant relationship between students' ability to identify ethnic, religious, racial and intergroup diversity in the frame of Unity in Diversity with an attitude of respect for ethnic, religious, racial and intergroup diversity. A positive relationship between variable X and variable Y is indicated by the value of r count = 0.889> r table = 0.244. The meaning of the relationship between variable X and variable Y is significant indicated by the value of t count = 15, 28> t table1.27. Keywords: identifying diversity, respect.
STUDI ANALISIS KONSISTENSI DAN KECUKUPAN MATERI DALAM BAHAN AJAR BHINNEKA TUNGGAL IKA KELAS X TERHADAP CAPAIAN PEMBELAJARAN FASE E Pratiwi, Rizki Amalia; Rasyid, Machmud Al; Raharjo, Raharjo
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 18, No 1 (2023): Jurnal PKn Progresif Volume 18 Nomor 1 Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v18i1.85566

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) ketepatan prinsip konsistensi pada materi Bhinneka Tunggal Ika dalam bahan ajar Pendidikan Pancasila Kurikulum Merdeka Kelas X SMA, 2) presisi prinsip kecukupan materi Bhinneka Tunggal Ika dalam bahan ajar Pendidikan Pancasila Kurikulum Merdeka Kelas X SMA. Metode penelitian kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini, dan jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data berasal dari informan, lokasi, peristiwa, dan dokumen; pengambilan sampel secara sengaja; Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan peninjauan dokumen; dan validitas data dengan trianggulasi data dan teknik. Analisis data menggunakan teori elaborasi. Simpulan dari penelitian ini 1) materi Bhinneka Tunggal Ika pada buku paket Pendidikan Pancasila Kurikulum Merdeka 2022 belum sepenuhnya sesuai dengan konsep dasar keteguhan/kepatuhan yang menyatakan bahwa isi yang disampaikan kepada siswa harus sesuai dengan kemampuan dasar yang teridentifikasi dalam Hasil Belajar. Hal ini ditunjukkan oleh fakta bahwa informasi yang diberikan dalam buku ini tidak sesuai dengan referensi ilmiah terkini dan mengandung sejumlah kekurangan prosedural pengetahuan, misalnya: belum adanya proses menginisiasi kegiatan bersama dan gotong royong. Materi pembelajaran yang ada pada bahan ajar ini menunjukkan bahwa buku tersebut belum sepenuhnya memenuhi konsistensi prinsip. 2) materi Bhinneka Tunggal Ika pada buku paket Pendidikan Pancasila Kurikulum Merdeka 2022 belum sepenuhnya memenuhi prinsip kecukupan, yang menyatakan bahwa muatan materi yang dibutuhkan harus mampu bagi siswa untuk memahami keterampilan dasar yang diajarkan. Indikator dalam modul terbuka dan buku yang tidak seluruhnya terdapat dalam buku Pendidikan Pancasila Kurikulum Merdeka 2022 menjadi buktinya maka perlu adanya penambahan materi pada buku tersebut. Kata kunci : Bahan Ajar, Materi, Bhinneka Tunggal Ika, Capaian Pembelajaran AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) ketepatan asas konsistensi materi Bhinneka Tunggal Ika pada bahan ajar Kurikulum Mandiri Pendidikan Pancasila Kelas X SMA dan 2) ketepatan asas kecukupan materi Bhinneka Tunggal Ika pada materi ajar Mandiri Pendidikan Pancasila Kurikulum Bahan Ajar SMA Kelas X. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dan jenis penelitian deskriptif kualitatif Sumber data diperoleh dari informan, tempat, peristiwa, dan dokumen. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan studi dokumen. Keabsahan data dengan triangulasi data dan metode Analisis data menggunakan teori elaborasi. Kesimpulan dari penelitian ini 1) Materi Bhinneka Tunggal Ika dalam buku Paket Pendidikan Pancasila Kurikulum Merdeka 2022 belum sepenuhnya memenuhi prinsip konsistensi yaitu keteguhan atau ketaatan pada prinsip, dimana materi yang diajarkan siswa harus sesuai dengan kompetensi dasar yang telah ditentukan dalam Hasil Belajar. Hal ini dibuktikan dengan materi yang disajikan dalam buku tersebut tidak sesuai dengan referensi ilmiah yang ada, serta terdapat beberapa kesalahan dalam pengetahuan prosedural; misalnya tidak adanya proses untuk memulai kegiatan bersama dan gotong royong. Materi pembelajaran dalam bahan ajar ini menunjukkan bahwa buku ini belum sepenuhnya mencakup prinsip konsistensi. 2) Materi Bhinneka Tunggal Ika dalam paket Pendidikan Pancasila Kurikulum Merdeka 2022 belum sepenuhnya memenuhi prinsip kecukupan, yaitu prinsip bahwa materi yang harus diajarkan harus cukup untuk membantu siswa menguasai kompetensi dasar yang diajarkan. Hal ini dibuktikan dengan indikator-indikator yang terdapat dalam silabus belum sepenuhnya tertuang dalam buku Kurikulum Pancasila Merdeka 2022; perlu menambahkan materi ke dalam buku. Kata Kunci : Bahan Ajar, Materi Pelajaran, Bhinneka Tunggal Ika, Hasil Belajar
STRATEGI PENGUATAN DEMOKRASI AGONISTIK PADA BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (STUDI PADA BEM FKIP UNS) Ismi, Ismi; Rasyid, Machmud Al; Yuliandari, Erna
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 19, No 1 (2024): Jurnal PKn Progresif Volume 19 Nomor 1 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v19i1.88844

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan strategi untuk menguatkan demokrasi agonistik mahasiswa dalam lingkungan BEM FKIP UNS; (2) Mendeskripsikan hasil dari penguatan demokrasi agonistik terhadap kualitas demokrasi di lingkungan BEM FKIP UNS dalam perspektif Pendidikan Kewarganegaraan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, serta analisis dokumen. Pengambilan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Lokasi penelitian pada BEM FKIP UNS  Kabinet Alterasi 2023. Pengujian validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian yang didapatkan adalah sebagai berikut. Pertama, BEM FKIP UNS melaksanakan penguatan demokrasi agonistik melalui kegiatan yang diselenggarakan oleh organisasi tersebut seperti Rapat Harian Terbatas (RHT), pembinaan di masing-masing kementerian, LKMM-D, dan kegiatan kepanitiaan, bentuk penguatan yang dilakukan adalah dengan menciptakan kontestasi dan perdebatan yang sehat, menciptakan kebebasan dan kesetaraan dalam berpendapat, serta adanya kepastian terhadap pluralisme. Kedua, hasil dari penguatan demokrasi agonistik terhadap kualitas demokrasi di lingkungan BEM FKIP UNS yaitu dapat meningkatkan partisipasi aktif dari anggota dan pengurus organisasi, menumbuhkan kemampuan untuk mengelola konflik secara melembaga, dan mampu bersikap terbuka terhadap adanya perbedaan dan menjunjung tinggi nilai toleransi dimana hal ini menunjukkan adanya keterampilan kewarganegaran dan sikap kewarganegaraan dalam diri anggota dan pengurus BEM FKIP UNS.