Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Tipologi Fatwa Ulama dalam Khazanah Keislaman Muchtar, Nurkhalis
Serambi Tarbawi Vol 12, No 1 (2024): Jurnal Serambi Tarbawi
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/tarbawi.v12i1.7463

Abstract

Fatwa is the process of providing answers to problems that arise or questions that arise. The need of the people for fatwas has been felt since the beginning of the development of Islam. In Islam, fatwa has a high position so not everyone can give fatwa. Fatwas that come from non-experts will cause fatal errors to arise in society. Islamic scholars have written their thoughts regarding the procedures for giving fatwa in many works. However, as far as we have read, we have not found any work that examines the typology of ulama in giving fatwa, especially through their written works contained in Islamic treasures. On the other hand, there is also the emergence of wrong paradigms in giving fatwa, some are too rigid and some are too flexible in giving fatwa. This research uses a qualitative descriptive research method on library data findings, with a library research and content analysis approach, it is concluded that the ulama in giving fatwas have different typologies in giving fatwas. This research also reveals that there are many fatwa books by ulama with different fatwa typologies. By knowing the typology of ulama in giving fatwas, it is hoped that this will be a way to understand the differences in fatwas, so that stability and peace can be created in the existing diversity.
Metode Fatwa MPU (Majelis Permusyawaratan Ulama) Aceh Muchtar, Nurkhalis
Lentera: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 5 No 1 (2023): Lentera: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : Program Pascasarjana IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/lentera.v5i1.6382

Abstract

Fatwa merupakan sebuah proses memberikan kepastian hukum terhadap persoalan yang muncul yang ditanyakan kepada mufti. Kebutuhan umat terhadap fatwa dimulai semenjak awal perkembangan Islam, yang ditandai dengan hadirnya Rasul sebagai figur pertama pemberi fatwa. Dalam Islam fatwa memiliki kedudukan penting, sehingga orang-orang yang memberi fatwa tentunya harus memiliki kompetensi dan kapasitas keilmuan yang memadai. sejauh penelitian, belum didapatkan karya yang secara khusus mengkaji mengenai metode fatwa Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh, mengingat fatwa yang dikeluarkan oleh Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh memiliki pengaruh yang besar dalam masyarakat Aceh. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab dua pertanyaan besar yang menjadi rumusan masalah yaitu bagaimana metode fatwa MPU Aceh dan penerapannya? bagaimana kaitan metode fatwa MPU Aceh terhadap fatwa penetapan kitab ghair mu’tabar? Dalam menjawab dua pertanyaan besar ini, peneliti menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan dua pendekatan yaitu penelitian kepustakaan yang akan mengkaji mengenai fatwa secara mendalam dan sejarah MPU Aceh beserta fatwa-fatwanya. Pendekatan yang kedua ialah dengan penelitian lapangan, untuk mengkaji sejauh mana efek fatwa kitab ghair mu’tabar dalam masyarakat. Adapun kerangka teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah menggunakan teori para ulama dan ilmuan Islam yang menulis tentang fatwa keagamaan. Penelitian ini diharapkan sebagai upaya memahami proses hadirnya fatwa yang tepat sasaran, sehingga dapat tercipta stabilitas dalam kehidupan, terwujudnya keadilan, kemanfaatan serta kesejahteraan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
The Moderation of Al-Qaradhawi's Fatwas and Their Actualization in the Contemporary Context Muchtar, Nurkhalis
MAQASIDI: Jurnal Syariah dan Hukum Vol. 4, No. 2 (Desember 2024)
Publisher : MAQASIDI: Jurnal Syariah dan Hukum published by the Islamic Criminal Law Program of the Sharia and Islamic Economics Department at the Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/maqasidi.v4i2.3653

Abstract

The process of providing answers to problems that arise or questions that arise is called a fatwa. The need for fatwas was felt from the beginning of the development of Islam. In Islam, fatwas have a high position so not everyone can give fatwas. Fatwas that come from non-experts will cause fatal mistakes in society. Islamic scholars have poured their thoughts on fatwas in various scientific works. However, there has been no work that examines the moderation of fatwas in the current context. On the other hand, there is also a paradigm that is wrong in making fatwas, some are too rigid and some are too flexible in making fatwas. Al-Qaradhawi as a leading jurist offers a breakthrough in fatwa, especially a new paradigm in fatwa. This study uses a qualitative descriptive research method on the findings of library data, with the approach of library research and content analysis, it is concluded that Al-Qaradhawi initiated the idea of moderation in the fatwa. This research also reveals that the moderate fatwa of Al-Qaradhawi is considered relevant to be applied in the current era. This research is expected to be one of the efforts to initiate the moderation of fatwas and their actualization in the current context so that there can be a fatwa that can realize stability, justice, and benefits in the life of human beings as a nation and homeland.
Genealogi dan Peran MPU Aceh dalam Mengawal Agama Masyarakat Aceh Muchtar, Nurkhalis
AL-UKHWAH - JURNAL PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM Vol. 4 No. 1 (Juni 2025)
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/jau.v4i1.5284

Abstract

Kebutuhan umat terhadap fatwa dimulai semenjak diutusnya Rasulullah Saw. Karena beliau merupakan figur utama pemberi fatwa yang memiliki otoritas. Dalam Islam, perkembangan fatwa telah ada semenjak awal perkembangan Islam. Kemudian beriring waktu sejarah fatwa terus berkembang hingga era kekinian, tentu telah melewati berbagai fase dan rentang waktu yang lama. Sebagai sebuah lembaga fatwa, MPU Aceh dipimpin oleh para ulama yang memiliki kapasitas dan otoritas keilmuan yang memadai dalam berfatwa sehingga pandangan hukum yang dikeluarkan oleh MPU Aceh bersifat solutif dan mengayomi semua komponen masyarakat. Sejauh penelitian, belum ditemukan kajian khusus mengenai genealogi dan peran MPU Aceh dalam mengawal agama masyarakat Aceh, dari masa klasik hingga era kontemporer terutama sejarah perkembangan MPU Aceh dan profil para ulama yang pernah memimpin lembaga tersebut. Penelitian ini untuk menjawab pertanyaan yang menjadi rumusan masalah yaitu bagaimana genealogi MPU Aceh dari masa klasik hingga era kekinian? Bagaimana peran dan profil ulama MPU Aceh dalam mengawal keagamaan?. Dalam menjawab dua pertanyaan besar tersebut, peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan kepustakaan dengan menelaah berbagai referensi yang membahas mengenai sejarah fatwa dan pembentukan Hukum Islam. Penelitian ini berupaya mengeksplorasi genealogi, peran dan profil ulama MPU Aceh dalam menjaga tatanan keagamaan masyarakat Aceh.
Metode Fatwa MPU (Majelis Permusyawaratan Ulama) Aceh Muchtar, Nurkhalis
Lentera: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 5 No 1 (2023): Lentera: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : Program Pascasarjana IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/lentera.v5i1.6382

Abstract

Fatwa merupakan sebuah proses memberikan kepastian hukum terhadap persoalan yang muncul yang ditanyakan kepada mufti. Kebutuhan umat terhadap fatwa dimulai semenjak awal perkembangan Islam, yang ditandai dengan hadirnya Rasul sebagai figur pertama pemberi fatwa. Dalam Islam fatwa memiliki kedudukan penting, sehingga orang-orang yang memberi fatwa tentunya harus memiliki kompetensi dan kapasitas keilmuan yang memadai. sejauh penelitian, belum didapatkan karya yang secara khusus mengkaji mengenai metode fatwa Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh, mengingat fatwa yang dikeluarkan oleh Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh memiliki pengaruh yang besar dalam masyarakat Aceh. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab dua pertanyaan besar yang menjadi rumusan masalah yaitu bagaimana metode fatwa MPU Aceh dan penerapannya? bagaimana kaitan metode fatwa MPU Aceh terhadap fatwa penetapan kitab ghair mu'tabar? Dalam menjawab dua pertanyaan besar ini, peneliti menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan dua pendekatan yaitu penelitian kepustakaan yang akan mengkaji mengenai fatwa secara mendalam dan sejarah MPU Aceh beserta fatwa-fatwanya. Pendekatan yang kedua ialah dengan penelitian lapangan, untuk mengkaji sejauh mana efek fatwa kitab ghair mu'tabar dalam masyarakat. Adapun kerangka teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah menggunakan teori para ulama dan ilmuan Islam yang menulis tentang fatwa keagamaan. Penelitian ini diharapkan sebagai upaya memahami proses hadirnya fatwa yang tepat sasaran, sehingga dapat tercipta stabilitas dalam kehidupan, terwujudnya keadilan, kemanfaatan serta kesejahteraan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Ijtihad dan Fatwa Sebagai Solusi Persoalan Keagamaan di Era Kontemporer Muchtar, Nurkhalis
Hadara : Journal of Da'wah and Islamic Civilization Vol. 1 No. 2 (2025): Hadara: Journal of Da'wah and Islamic Civilization
Publisher : PT. Student Rihlah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61630/hjdic.v1i2.13

Abstract

The complexity of modern life requires relevant legal guidelines. The Prophetalso emphasized the authority of ijtihad as a method of interpreting Islamic lawderived from the Qur'an and Sunnah. Because only through ijtihad can Islam remainrelevant to the times, as ijtihad is the spirit of Islam. The purpose of this research is to analyze ijtihad and fatwa as solutions to religious issues in the contemporary era. This research uses a qualitative descriptive research method on library data findings, with a library research and content analysis approach.The conclusion of this research finds that Islamic law experts have made serious efforts in ijtihad and fatwa, as reflected in the various scientific contributions they have made. This research also explains that Islamic law experts have made serious efforts in ijtihad and fatwa, as reflected in the various scientific contributions they have made. The conclusion of this research finds that Islamic law experts have made serious efforts in ijtihad and fatwa, as reflected in the various scientific contributions they have made. This research also explains that Islamic law experts have made serious efforts in ijtihad and fatwa, as reflected in the various scientific contributions they have made.analysis. The conclusion of this study finds that Islamic legal experts havemade serious efforts in ijtihad and fatwa, asreflected in the various scientific contributions they have made. This studyalso explains the various efforts of contemporary scholars who are trying to actualizeijtihad in the present era, so that Islam can be seen as a solution forhumanity in various aspects of life.