Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

FAKTOR PENYEBAB HEARING LOSS PADA PEKERJA DI BAGIAN PRODUKSI PT. ADI SATRIA ABADI, YOGYAKARTA Eko Arianto, Machfudz; Dwi Saptadi, Julian
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v6i1.6871

Abstract

ABSTRAKKebisingan merupakan salah satu faktor bahaya fisik yang sering dijumpai di lingkungan kerja. PT. Adi Satria Abadi merupakan industri di bidang penyamakan kulit yang berlokasi di Yogyakarta memiliki tingkat kebisingan yaitu ruang Spray (89,2 dB), ruang Stacking (87,1 dB), mesin Setter (88,6 dB), mesin milling (90,8 dB), mesin Shaving (86,6 dB), risiko kebisingan yang melebihi NAB dapat berakibat menurunnya tingkat pendengaran. Tujuan dari penelitian ini mengetahui faktor yang berhubungan dengan Hearing Loss pada pekerja di bagian Produksi PT. Adi Satria Abadi Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian observasional analitik menggunakan desain cross sectional untuk mencari hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Jumlah sampel sebesar 70 orang. Sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan dasar pertimbangan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini lembar data responden, checklist observasi dan sound level meter untuk mengukur kebisingan. Teknik analisis data ini menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara intensitas kebisingan dengan gangguan fungsi pendengaran (p-value= 0,000 dan rs = 0,531). Ada hubungan yang signifikan antara umur dengan gangguan fungsi pendengaran (p-value= 0,001 dan rs = 0,433). Ada hubungan yang signifikan antara pemakaian alat pelindung telinga dengan gangguan fungsi pendengaran (p-value= 0,001 dan rs = 0,433). Ada hubungan yang signifikan antara perilaku merokok dengan gangguan fungsi pendengaran (p-value 0,021 dan rs = 0,221). Kesimpulan terdapat hubungan antara intensitas kebisingan, umur, pemakaian APD dan perilaku merokok dengan kejadian hearing loss pada pekerja di bagian produksi PT. Adi Satria Abadi, Yogyakarta.Kata-kata kunci: Instensitas kebisingan, Umur, APD, Perilaku merokok, Hearing LossABSTRACTNoise is one of the physical hazard factors that are often encountered in the work environment. PT. Adi Satria Abadi is an industry in the field of leather tanning located in Yogyakarta that has noise levels namely Spray room (89.2 dB), Stacking room (87.1 dB), Setter machine (88.6 dB), milling machine (90.8 dB), Shaving machines (86.6 dB), the risk of noise exceeding the NAB can result in decreased hearing levels. The purpose of this study is to find out the factors associated with Hearing Loss in workers in the Production of PT. Adi Satria Abadi City of Yogyakarta. This study uses a quantitative method with an analytic observational type using a cross sectional design to find the relationship between the independent variable and the dependent variable. The number of samples is 70 people. The sample is done by using a purposive sampling technique on the basis of consideration of fulfilling inclusion and exclusion criteria. The instruments used in this study were respondent data sheets, observation checklist and sound level meter to measure noise. This data analysis technique uses univariate analysis, and bivariate using the Spearman correlation test. The results of the analysis showed that there was a significant relationship between noise intensity and hearing impairment (p = 0,000 and rs = 0,531). There was a significant relationship between age and hearing impairment (p = 0.001 and rs = 0.433). There is a significant relationship between the use of ear protectors with hearing impairment (p = 0.001 and rs = 0.433). There was a significant relationship between smoking behavior and hearing impairment (p = 0.021 and rs = 0.221). Conclusion there is a relationship between noise intensity, age, use of PPE and smoking behavior with the incidence of hearing loss in workers in the production of PT. Adi Satria Abadi, Yogyakarta.Keywords: noise intensity, age, PPE, smoking behavior, hearing loss
Analisis Faktor Risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) dan Keluhan MSDs Pada Buruh Gendong Perempuan Di Pasar Induk Giwangan Yogyakarta Wandya Puspitasari, Cipta; Dwi Saptadi, Julian
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v1i1.2

Abstract

Telah dilakukan penelitian analisis faktor risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) dan keluhan MSDs pada buruh gendong perempuan di pasar induk giwangan Yogyakarta dua faktor yang di analisis dalam penelitian ini adalah postur kerja dan masa kerja serta mengetahui keluhan MSDs pada buruh gendong perempuan di pasar induk giwangan Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif dengan menggunakan instrument penelitian yaitu Nordic Body Map untuk mengetahui keluhan MSDs serta Rapid Entiere Body Assesment untuk mengetahui postur kerja pada buruh gendong perempuan di pasar induk giwangan Yogyakarta. Data penelitian menggunakan data primer dan data sekunder dengan 7 informan. Masa kerja buruh gendong perempuan pasar induk giwangan Yogyakarta >10 tahun bekerja sebagai buruh gendong dan masa kerja paling lama yaitu 40 tahun menjadi buruh gendong. Postur kerja buruh gendong pasar induk giwangan Yogyakarta jika diukur dengan REBA hasil adalah highr risk/risiko tinggi. Keluhan paling banyak dirasakan oleh buruh gendong pasar induk giwangan yaitu kaki,dan punggung.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan perasaan kelelahan kerja pada pekerja di CV. Sada Wahyu Kabupaten Bantul Fataruba, Indah Dzil Arsyi; Dwi Saptadi, Julian
Periodicals of Occupational Safety and Health Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/posh.v1i1.6405

Abstract

Latar Belakang: Kelelahan kerja merupaka kondisi utama disebabkan terjadinya kecelakaan, dan faktor kemampuan fisik yang lemah juga dapat mengurangi aktivitas kerja. Ada berbagai faktor kelelahan yang disebabkan oleh faktor internal yang berada di dalam tubuh seperti umur, jenis kelamin, ukuran tubuh, dan status gizi, sedangkan faktor eksternal berupa waktu kerja, kerja bergilir, dan istirahat. Hal ini sangat mengandalkan kemampuan fisik pekerja untuk melakukan pekerjaan agar sesuai dengan target hal itu dapat membuat pekerja mengalami lelah bekerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pekerja di CV. Sada Wahyu. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif observasi analitik, memakai rancangan cross sectional dan sampel pekerja 42 orang. Analisis data menggunakan uji chi square dan confident interval 95%. Alat penelitian menggunakan kuesioner IFRC, timbangan dan microtoice. Hasil: Hasil untuk analisis univariat dalam penelitian ini yaitu umur tua 27 orang (64,3%), jenis kelamin perempuan 25 orang (59,5%), masa kerja lama 25 orang (59,4%), status gizi overweight 22 orang (53,4%), dan kelelahan kerja tinggi 23 orang (54,8%). Hasil analisis bivariat yang didapatkan yaitu ada hubungan antara umur (p value 0,016 < α 0,05), masa kerja (p value 0,008 < α 0,05) dan status gizi (p value 0,006 < α  0,05). Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan kelelahan kerja (p value 0,904 > α 0,05). Kesimpulan: Ada hubungan antara umur, masa kerja dan status gizi dengan kelelahan kerja. Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan kelelahan kerja.
The Relationship Between Work Posture, Workload, and Sex with Musculoskeletal Disorder (MSDs) Complaints in Workers at Tofu Factories in Piyungan District Rosita Denavia, Herlin; Dwi Saptadi, Julian
Periodicals of Occupational Safety and Health Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Musculoskeletal Disorder is a disease or complaint that occurs in parts of the skeletal muscles that are felt by a person ranging from very mild complaints to very severe complaints. MSDs complaints can be caused by several factors such as work posture, workload, gender, age, body size, and so on. Therefore, this study aims to determine the relationship between gender, workload, and work posture to MSDs complaints felt by workers in tofu factories in the Piyungan District area. Methods: This study used a quantitative method. observational analysis of cross sectional  design design.Cross sectional design is a research design by measuring or observing at the same time exposure to variables, with a case study design of workers in sections. This study used the REBA method, SNI 7269:2009 standard measurement, and Nordic Body Map  questionnaire to see worker complaints Results: There was a significant relationship between work posture and complaints of Musculoskeletal Disorder in tofu manufacturing workers in Piyungan District with a p-value of 0.050 (p-value<0.05). There was a significant relationship between workload and complaints  of Musculoskeletal Disorder in tofu manufacturing workers in the Piyungan District area with a p-value of 0.041 (p-value<0.05). There was a significant relationship between sex and complaints  of Musculoskeletal Disorder in tofu manufacturing workers in the Piyungan District area with a p-value of 0.050 (p-value<0.05). Conclusion: This study shows a significant relationship between work posture, workload, and gender and complaints of Musculoskeletal Disorder in tofu making in Piyungan District.
The Relationship between Age, Working Period, and Duration of Work with Work Fatigue in Online Taxi Drivers in Yogyakarta City Qulubil Malaikie, Roudhotan; Dwi Saptadi, Julian
Periodicals of Occupational Safety and Health Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/posh.v4i1.13769

Abstract

Background: Fatigue is a physical and mental condition that can reduce the ability to work and weaken the body's resistance during activities. The job as a driver demands high concentration because it requires quick and precise coordination between the brain, hands, feet, and eyes, making it susceptible to fatigue. Continuous fatigue not only has an impact on decreased performance, but also increases the risk of work accidents and endangers the safety of passengers and drivers themselves. Based on this, this study aims to determine the relationship between age, working period, and duration of work and work fatigue in online taxi drivers in Yogyakarta City, so that the results are expected to be considered in efforts to prevent and manage the risk of work fatigue in the online transportation sector. Methods: This study used a quantitative approach with a cross-sectional design. The sample studied consisted of 54 online taxi drivers  taken from three online taxi driver associations. The sampling technique used is stratified random sampling. A tool for collecting data is in the form of IFRC questionnaires. Data analysis was carried out using the Pearson correlation test. This requires that the data meet the normal distribution assumptions. If this assumption is not met, an alternative Spearman Rank test is used. Results: Age was not significantly related to the fatigue of online taxi drivers in Yogyakarta (p=0.881>0.05). In contrast, working time (p=0.002<0.05) and duration of work (p<0.001<0.05) showed a significant relationship with work fatigue. Conclusion: There is a significant association between working time and duration of work with fatigue levels, however, no significant association was found between age and work fatigue in online taxi drivers  in the city of Yogyakarta.