Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI PEMANFAATAN TEPUNG DAUN INDIGOFERA (Indigofera zollingeriana) SEBAGAI SUBSTITUSI PAKAN TERHADAP PERFORMAN PRODUKSI DAN KUALITAS TELUR AYAM PETELUR Sukarini, Nur Endang; Sukaryani, Sri; Widharto, Damaryanto
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 7 No. 2(is) (2023): Pengembangan Pertanian Berbasis Kearifan Lokal Yang Berkelanjutan
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v7i2(is).4354

Abstract

Abstrak Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung daun indigofera (Indigofera zollingeriana) terhadap performan produksi dan kualitas telur ayam ras. Materi penelitian ayam ras petelur strain Hy-line Brown, umur 16 minggu rata-rata bobot badan awal 1,35 kg sebanyak 45 ekor. Penelitian dilaksanakan selama delapan minggu sampai ayam umur 23 minggu. Perlakuan yang diberikan adalah : T0 = pakan basal (100%), T1 = pakan dengan subtitusi tepung daun indigofera sebanyak 2,5% ( pakan basal 97,5%) ; T2 = pakan dengan subtitusi tepung daun indigofera sebanyak 5% ( pakan basal 95%). Pakan basal berupa campuran konsentrat CP-124 (35%), bekatul (15%), jagung (50%). Hasil analisa proksimat  pakan basal : protein kasar (17,86%), serat kasar (4,16%) dan energi metabolisme (3.295,73 kal/kg) dan  tepung daun indigofera : protein kasar (31,54%), serat kasar (6,36%) dan energi metabolisme (3. 483,40%). Kandungan zat gizi masing- masing perlakuan T0, T1 dan T2 masing-masing : protein kasar (17,86, 18,20, 18,54%), serat kasar (4,16, 4,22, 4,27%) dan energi metabolisme (3.295,73; 3.300,42; 3.305,11 kkal/kg). Variable yang diamati meliputi performan produksi (konsumsi pakan, Hen Day Average / HDA,  konversi pakan) sedangkan kualitas telur (Haugh Unit, warna kuning telur, kandungan cholesterol dan beta caroten kuning telur ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa subtitusi pakan dengan tepung daun indigofera sampai level 5% pada ayam petelur sampai umur 23 minggu tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi pakan, konversi pakan, namun berpengaruh nyata meningkatkan produksi telur telur (Hen Day Average / HDA), Haugh Unit (HU), warna kuning telur serta kandungan beta caroten dan menurunkan kandungan cholesterol kuning telur ayam. Kata kunci : Ayam petelur; Daun indigofera; Kualitas telur; Performan produksi
PEMBERIAN WORTEL SEBAGAI PAKAN TAMBAHAN TERHADAP PENAMPILAN ITIK PEDAGING Sukaryani, Sri; Sukarini, Nur Endang
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 1 No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v1i2.466

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian wortel kukus sebagai pakan tambahan terhadap penampilan itik pedaging. Materi penelitian itik pedaging pejantan “Hybrid” umur 14 hari dengan berat badan awal rata-rata + 308,9 g/ekor sebanyak 60 ekor, dibagi dalam 4 perlakuan, tiga ulangan, masing-masing ulangan 5 ekor itik. Pakan basal untuk fase starter terdiri dari: konsentrat BR1 (63%), bekatul (28%), polar (9%) dan fase fnisher terdiri dari konsentrat BR1 (50%), bekatul (30%), polar (20%). Perlakuan yang diberikan yaitu T1: Pakan basal tanpa imbuhan wortel; T2: Pakan basal + wortel kukus (10% jumlah pakan yang diberikan). T3 : Pakan basal + wortel kukus (20% jumlah pakan yang diberikan). T4: Pakan basal + wortel kukus (30% jumlah pakan yang diberikan). Variabel yang diamati adalah kinerja itik pedaging (konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), Analisa data dengan menggunakan Analysiss of variance dilanjutkan Uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan wortel kukus dalam pakan dari level 10 sampai 30% tidak berbeda nyata terhadap penampilan itik pedaging (P>0,05). Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bahwa penambahan wortel kukus sebagai pakan tambahan pada itik pedaging tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap penampilan itik pedaging. Kata kunci: itik pedaging, konsumsi pakan, konversi pakan, pertambahan berat badan wortel ABSTRACT The aim of the research was to examine the effect of giving steamed carrots as additional feed on the appearance of meat ducks. The research material was "Hybrid" male meat ducks aged 14 days with an average initial body weight of + 308.9 g/head as many as 60 tails, divided into 4 treatments, three replications, each replicated 5 ducks. The basal feed for the starter phase consisted of: BR1 concentrate (63%), bran (28%), polar (9%) and the finisher phase consisted of BR1 concentrate (50%), rice bran (30%), polar (20%). The treatments given were T1: Basal feed without added carrots; T2: Basalt feed + steamed carrots (10% of feed amount). T3 : Basalt feed + steamed carrots (20% of the amount of feed given). T4: Basalt feed + steamed carrots (30% of the amount of feed given). The variable observed was the performance of broiler ducks (feed consumption, body weight gain, feed conversion). The study used a completely randomized design (CRD), data analysis using the Analysis of variance followed by Duncan's test. The results showed that the addition of steamed carrots in the feed from level 10 to 30% was not significantly different to the appearance of broiler ducks (P>0.05). The conclusion that can be drawn from this study is that the addition of steamed carrots as additional feed for broiler ducks does not have a significant effect on the appearance of broiler ducks. Keywords: broiler ducks, feed consumption, feed conversion, weight gain, carrot