Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemetaan Tingkat Korosifitas Atmosfer di Wilayah Kota Surabaya dengan Indikator Baja Galvalum rohmannudin, tubagus noor; Ragha Radithya Noer Putra; Sulistijono
Jurnal Permadi : Perancangan, Manufaktur, Material dan Energi Vol 7 No 02 (2025): JURNAL PERMADI: PERANCANGAN, MANUFAKTUR, MATERIAL DAN ENERGI
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/permadi.v7i02.205

Abstract

This study maps the levels of atmospheric corrosion in five regions of Surabaya. The metal used is 55% Al-Zn galvalume steel frame with three types: hollow. The exposure period was 150 days, and the corrosion rate was calculated using the weight loss method. XRD testing, metallography, and visual inspections were also conducted to compare the results across the five regions. The study concludes that a high level of atmospheric corrosivity for 55% Al-Zn galvalume steel of the hollow-type 55% Al-Zn galvalume steel, high atmospheric corrosivity was observed in Rungkut (1.07 x 10⁻¹ mpy), Bulak (8.70 x 10⁻² mpy), Asemrowo (7.94 x 10⁻² mpy), Kenjeran (6.76 x 10⁻² mpy), and Pabean Cantikan (6.16 x 10⁻² mpy). Moderate levels were found in Jambangan (5.92 x 10⁻² mpy), Sukolilo (5.75 x 10⁻² mpy), Pakal (5.46 x 10⁻² mpy), Wonokromo (5.38 x 10⁻² mpy), and Tandes (5.30 x 10⁻² mpy). Low levels were observed in Gubeng (5.28 x 10⁻² mpy), Wiyung (4.87 x 10⁻² mpy), Simokerto (4.69 x 10⁻² mpy), Bubutan (4.28 x 10⁻² mpy), and Tegalsari (3.69 x 10⁻² mpy). The mapping was carried out based on the corrosion rate in each sub-district within the exposure area. These corrosion rates were influenced by the presence of industrial activity in the respective sub-districts, as well as their geographic location.
Pelatihan Sistem Proteksi Katodik Metode SACP Dan ICCP Pada Baja Kapal Laut Sebagai Peningkatan Kompetensi Sekolah Menengah Tingkat Atas Negeri 9 Surabaya Rohmannudin, Tubagus Noor; Sulistijono; Noerochiem, Lukman; Agung Kurniawan, Budi; Kevin P, Respati
Jurnal KeDayMas: Kemitraan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 7 No. 01 (2026): Januari Volume 7 No.1
Publisher : Research Center and Community Services (PPPM) Universitas Hayam Wuruk "Perbanas" Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14414/kedaymas.v7i1.5522

Abstract

Proteksi katodik adalah salah satu teknik untuk mengurangi laju korosi pada suatu struktur logam dengan menjadikan logam lain sebagai tumbal atau korban. Salah satu struktur logam adalah kapal laut. Pada sistem ini logam kapal laut berperan sebagai katoda sedangkan logam lain yaitu aluminium atau seng yang ditumbalkan atau dikorbankan berperan sebagai anoda. Katoda memiliki nilai potensial lebih tinggi daripada anoda. Perbedaan nilai potensial ini menyebabkan arus akan mengalir dari katoda ke anoda sedangkan elektron akan mengalir sebaliknya. Katoda akan dipenuhi oleh elektron dan berikatan dengan ion positif yang ada di lingkungan. Hal ini membuat proton yang ada di katoda tidak berpindah tempat sehingga massa katoda menjadi tetap atau tidak terkorosi. Namun, dalam beberapa kasus, anoda korban pada kapal laut tidak berfungsi dengan baik karena beberapa faktor seperti kurang tepatnya pemasangan dan perhitungan anoda korban di kapal laut. Oleh sebab itu perlu dilaksanakan pelatihan pemasangan dan perhitungan anoda korban pada kapal laut. Pelatihan sistem proteksi katodik ini perlu dilakukan di kalangan Sekolah Menengah Atas/ Sederajat di Surabaya sebagai peningkatan kompetensi untuk pembekalan di dunia kerja setelah menyelesaikan masa studi. SMAN 9 Surabaya merupakan salah satu SMAN di Surabaya yang membutuhkan pelatihan tersebut. Hal ini ditunjukkan dengan antusiasnya para guru dan siswa SMAN 9 Surabaya ketika tim pengabdian masyarakat menawarkan program pelatihan ini. Pelatihan ini telah dilaksanakan selama dua hari di Departemen Teknik Material dan Metalurgi FTIRS-ITS. Pelatihan ini memberikan dampak yang sangat signifikan dalam transfer wawasan, ilmu dan teknologi proteksi katodik kepada guru dan siswa SMAN 9 Surabaya. Hal ini ditandai dengan meningkatnya nilai post test dibandingkan dengan pre test. Selain itu, juga ditandai dengan semangat peserta dalam berdiskusi dan mengerjakan tugas-tugas pelatihan dari awal sampai selesai. Pelatihan ini juga memberikan fasilitas kepada peserta untuk konsultasi diskusi ilmiah dan penggunaan fasilitas laboratorium di Departemen Teknik Material dan Metalurgi FTIRS-ITS.